Sebagian besar infeksi kulit bisa dikenali dokter hanya dengan melihat penampakan kelainan di kulit. Bila pasien diduga menderita kurap, dokter akan menggunakan bantuan lampu khusus yang disebut Wood’s lamp, untuk menerangi area kulit yang terinfeksi. Jamur penyebab kurap akan berpendar saat disinari.

Bila diperlukan, dokter juga dapat menjalankan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis, misalnya tes darah atau kultur, dengan mengambil sampel dari kerokan kulit, usap, atau cairan yang muncul pada infeksi kulit, untuk mengetahui jenis infeksi. Pada penderita infeksi jamur, sampel kerokan kulit juga dapat dipulas dengan larutan kalium hidroksida untuk dilihat di bawah mikroskop.

Pengobatan infeksi kulit tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa infeksi yang disebabkan oleh virus dapat membaik sendiri dalam hitungan hari atau minggu. Namun pada infeksi lainnya, diperlukan penanganan medis.

Pengobatan cacar air

Pada umumnya, cacar air tidak memerlukan penanganan khusus. Dokter dapat meresepkan obat antihistamin untuk meredakan gatal. Dalam banyak kasus, cacar akan sembuh dengan sendirinya.

Namun, cacar berisiko mengakibatkan komplikasi seperti sepsis atau radang otak (ensefalitis), khususnya pada orang-orang dengan daya tahan tubuh yang rendah. Oleh karena itu, pada pasien yang berisiko mengalami komplikasi, dokter akan meresepkan obat antivirus, seperti acyclovir.

Meski tidak menyembuhkan cacar, obat antivirus meredakan gejala cacar air dengan memperlambat aktivitas virus sampai sistem kekebalan tubuh pasien kembali pulih.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala cacar, antara lain adalah minum banyak air, tidak menggaruk cacar, mandi dengan air dingin, mengenakan pakaian yang longgar, serta mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter.

Pengobatan Herpes Zoster

Dokter akan meresepkan obat antivirus untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi, misalnya acyclovir dan valacyclovir. Sedangkan untuk menangani nyeri yang timbul akibat herpes zoster, dokter akan meresepkan obat antikonvulsan (misalnya gabapentin), antidepresan (misalnya amitriptyline), atau suntik kortikosteroid.

Untuk meredakan nyeri yang ringan, pasien bisa mengonsumsi paracetamol. Pasien juga bisa mempercepat proses penyembuhan dengan mengenakan pakaian yang longgar, menjaga ruam selalu kering agar terhindar dari infeksi, dan mengompres dingin area kulit yang terinfeksi, beberapa kali dalam sehari.

Pengobatan campak

Virus campak umumnya hilang dalam 2-3 minggu. Namun demikian, dokter akan menyarankan beberapa hal, seperti mengonsumsi paracetamol untuk meredakan demam dan nyeri otot, beristirahat yang cukup, minum banyak air (6-8 gelas sehari), serta mengonsumsi vitamin A.

Pengobatan kutil

Kutil bisa dihilangkan dengan berbagai cara, mulai dari mengoleskan obat yang mengandung asam salisilat atau asam trikloroasetat, hingga menggunakan nitrogen cair untuk membekukan kutil. Bila cara-cara tersebut tidak berhasil, dokter dapat melakukan tindakan bedah atau terapi sinar laser.

Untuk infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Pada kasus infeksi ringan, antibiotik dalam bentuk krim atau salep dapat dioleskan langsung pada kulit yang terinfeksi. Namun jika infeksi yang terjadi cukup parah, dokter akan meresepkan antibiotik minum, atau bila perlu, memberi antibiotik suntik.

Pengobatan bisul, impetigo, selulitis, dan kusta

Bisul yang kecil bisa ditangani di rumah dengan memberi kompres hangat. Hal ini bisa mengurangi nyeri dan mendorong bisul pecah secara alami. Namun jika bisul cukup besar, dokter akan membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah, serta memberikan antibiotik untuk menyembuhkan infeksi.

Untuk kasus impetigo, antibiotik oles diberikan bila tingkat keparahan masih tergolong ringan. Jika sudah cukup parah, dokter akan memberikan antibiotik minum.

Pada penderita selulitis, dokter akan meresepkan antibiotik minum. Dalam banyak kasus, selulitis akan menghilang dalam beberapa hari. Namun bila gejala memburuk atau pasien mengalami demam tinggi, dokter akan menyarankan pasien dirawat di rumah sakit agar dapat diberikan antibiotik suntik.

Guna menangani kusta kering, dokter akan meresepkan kombinasi antibiotik dapsone dan rifampicin, untuk digunakan selama 6 bulan. Sedangkan untuk kusta basah, kombinasi antibiotik yang digunakan adalah dapsone, rifampicin dan lamprene, untuk digunakan hingga 1 tahun.

Sedangkan pengobatan infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur, adalah dengan pemberian obat antijamur minum atau krim. Beberapa obat antijamur yang dapat digunakan adalah miconazole, ketoconazole, fluconazole, clotrimazole, dan terbinafine.

Pencegahan Infeksi Kulit

Cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari infeksi kulit, antara lain adalah menghindari paparan virus, bakteri, atau jamur yang menjadi penyebabnya, menghindari bersentuhan dengan penderita infeksi kulit, dan tidak menggunakan barang-barang yang digunakan penderita.

Ingatlah untuk selalu menjaga kebersihan tubuh, terutama bagian tangan, agar bakteri, virus, atau jamur tidak bisa dengan mudah menginfeksi tubuh. Jika ada luka pada kulit, segera tutupi agar mikroorganisme penyebab infeksi tidak bisa masuk.

Untuk menghindari infeksi kulit akibat jamur, selalu jaga kebersihan pakaian, kaos kaki, juga sepatu. Segera ganti pakaian yang dikenakan bila terasa lembap, misalnya karena berkeringat.