Untuk menegakkan diagnosis infeksi kulit, dokter akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaan berikut:

1. Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala yang Anda alami, seperti munculnya ruam, gatal, nyeri, bengkak, atau luka pada kulit. Selain itu, dokter juga akan menggali informasi mengenai:

  • Waktu awal munculnya keluhan
  • Perkembangan gejala dari waktu ke waktu
  • Riwayat penyakit sebelumnya
  • Riwayat alergi
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Riwayat kontak dengan penderita infeksi atau paparan lingkungan tertentu

2. Pemeriksaan fisik

Setelah tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama pada area kulit yang bermasalah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai:

  • Bentuk, warna, dan ukuran ruam atau lesi
  • Adanya nanah, luka terbuka, atau keropeng
  • Tanda peradangan, seperti kemerahan dan pembengkakan
  • Penyebaran infeksi ke area lain

Pada banyak kasus, diagnosis infeksi kulit sudah dapat ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dari hasil pemeriksaan ini.

3. Pemeriksaan penunjang

Untuk memastikan penyebab infeksi atau bila diagnosis belum jelas, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan lanjutan berikut:

  • Pemeriksaan kerokan kulit, untuk mengambil sampel kulit yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop guna mendeteksi infeksi jamur atau parasit
  • Kultur mikroorganisme, untuk menumbuhkan sampel cairan, nanah, atau jaringan kulit di laboratorium guna mengidentifikasi bakteri atau jamur penyebab serta menentukan pengobatan yang tepat
  • Biopsi kulit, untuk mengambil sebagian kecil jaringan kulit yang akan diperiksa lebih lanjut jika lesi tidak khas atau dicurigai penyakit lain
  • Tes darah, untuk menilai tanda-tanda infeksi dalam tubuh, terutama jika disertai gejala sistemik, seperti demam

Pemeriksaan pencitraan, seperti Rontgen, USG, CT scan, atau MRI, untuk melihat kemungkinan penyebaran infeksi ke jaringan yang lebih dalam, seperti otot atau tulang