Infeksi kulit umumnya dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat. Namun, bila tidak ditangani dengan baik atau terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, infeksi ini dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Risiko komplikasi juga meningkat pada infeksi yang luas, dalam, atau disebabkan oleh kuman yang agresif. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda perburukan sejak dini.

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat infeksi kulit:

1. Penyebaran infeksi

Infeksi dapat meluas ke jaringan kulit di sekitarnya (selulitis) atau bahkan ke jaringan yang lebih dalam. Pada kondisi tertentu, kuman juga dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan infeksi yang lebih berat.

2. Abses

Infeksi bakteri dapat menyebabkan terbentuknya abses, yaitu kumpulan nanah di bawah kulit. Kondisi ini biasanya ditandai dengan benjolan yang nyeri, kemerahan, dan terasa hangat saat disentuh. Abses sering kali memerlukan tindakan drainase selain pemberian antibiotik.

3. Jaringan parut (bekas luka)

Kerusakan kulit akibat infeksi dapat meninggalkan jaringan parut permanen. Pada beberapa kasus, bekas luka ini dapat mengganggu penampilan atau fungsi kulit, terutama jika terjadi di area yang luas atau sensitif.

4. Infeksi berulang atau kronis

Infeksi kulit dapat kambuh atau berlangsung lama, terutama jika penyebabnya tidak ditangani secara tuntas atau terdapat faktor risiko, seperti diabetes atau gangguan sistem imun.

5. Necrotizing fasciitis

Necrotizing fasciitis adalah infeksi bakteri yang menyebar cepat ke jaringan ikat di bawah kulit dan dapat merusak jaringan hingga ke otot. Kondisi ini tergolong darurat medis karena dapat berkembang dengan cepat dan mengancam jiwa.

6. Gangrene

Gangrene terjadi ketika jaringan tubuh mati akibat infeksi berat atau gangguan aliran darah. Area yang terkena dapat berubah warna menjadi gelap atau hitam, disertai penurunan sensasi. Kondisi ini memerlukan penanganan segera.

7. Postherpetic neuralgia

Pada infeksi herpes zoster, sebagian pasien dapat mengalami nyeri saraf yang menetap setelah ruam sembuh. Nyeri ini bisa berlangsung dalam jangka panjang dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

8. Gangguan penglihatan

Infeksi kulit di sekitar mata dapat menyebar ke jaringan mata dan menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan berisiko menimbulkan kebutaan bila tidak ditangani dengan cepat.

9. Ensefalitis

Beberapa infeksi virus, seperti herpes simpleks, dapat menyebar ke otak dan menyebabkan peradangan (ensefalitis). Kondisi ini jarang terjadi, tetapi sangat serius dan membutuhkan penanganan segera.

10. Sepsis

Sepsis terjadi ketika infeksi menyebar ke aliran darah dan memicu respons peradangan yang berat di seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan organ dan mengancam nyawa.

Komplikasi infeksi kulit dapat dicegah dengan penanganan yang tepat sejak awal, termasuk menjaga kebersihan kulit dan mengikuti anjuran pengobatan.