Penyakit molluscum contagiosum atau moluskum kontagiosum adalah infeksi virus yang menyebabkan tumbuhnya bintil di kulit. Bintil biasanya tidak terasa nyeri, namun menimbulkan rasa gatal.

Moluskum kontagiosum merupakan kondisi yang mudah dikenali dan terkadang tidak perlu diobati. Bintil biasanya hilang dalam waktu 6-12 bulan. Namun pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, penyakit ini bisa berlangsung lama dan memerlukan pengobatan intensif.

Molluscum-contagiosum-alodokter

Gejala Molluscum Contagiosum

Moluskum kontagiosum dapat dikenali dengan melihat bintil pada permukaan kulit. Bintil-bintil tersebut bisa berkumpul di satu area atau tersebar di beberapa bagian tubuh, dengan karakteristik sebagai berikut:

  • Berukuran kecil, seperti biji kacang hijau atau kacang tanah.
  • Muncul di wajah, leher, ketiak, perut, kelamin, dan tungkai.
  • Berwarna seperti warna kulit, putih, atau merah muda.
  • Ada titik kecil berwarna putih kekuningan di tengah bintil.
  • Jumlah bintil yang tumbuh biasanya sekitar 20-30, tapi pada orang dengan kekebalan tubuh rendah, jumlahnya bisa lebih banyak.
  • Awalnya keras bila diraba, kemudian melunak seiring waktu.
  • Tidak menimbulkan nyeri, namun terasa gatal.

Bintil moluskum kontagiosum dapat mengalami peradangan, pecah, dan mengeluarkan cairan berwarna putih kekuningan bila digaruk. Kondisi ini bisa menyebabkan infeksi bakteri pada kulit.

Kapan harus ke dokter

Moluskum kontagiosum sering kali hilang dengan sendirinya dalam 6-12 bulan, terutama pada orang yang tidak mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya, pada orang dengan kekebalan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS, moluskum kontagiosum dapat berlangsung lama dan harus ditangani secara intensif.

Jika Anda memiliki bintil yang tumbuh dalam jumlah banyak, atau bintil tersebut mengalami peradangan dan pecah, segera periksakan diri ke dokter. Jika tidak ditangani berisiko menimbulkan infeksi bakteri tambahan.

Penyebab Molluscum Contagiosum

Moluskum kontagiosum disebabkan oleh virus Molluscum contagiosum. Seseorang dapat tertular virus Molluscum contagiosum bila bersentuhan langsung dengan kulit penderita.

Penularan juga dapat terjadi bila seseorang menyentuh atau menggunakan barang yang digunakan oleh penderita, seperti pakaian atau handuk. Moluskum kontagiosum juga bisa menular melalui hubungan seks.

Virus ini juga dapat menginfeksi area tubuh lain, ketika seseorang menggaruk bintil kemudian menyentuh bagian tubuh lain. Akibatnya, akan muncul bintil baru di bagian tubuh yang disentuh tadi.

Faktor risiko molluscum contagiosum

Pada banyak kasus, moluskum kontagiosum menyerang orang dengan kekebalan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS, orang yang menjalani transplantasi organ tubuh, atau pasien yang menjalani pengobatan kanker. Penyakit ini juga lebih rentan terjadi pada kelompok di bawah ini:

  • Anak-anak usia 1-10 tahun.
  • Orang yang tinggal di daerah tropis.
  • Penderita dermatitis atopik.
  • Atlet olahraga yang melibatkan kontak tubuh, seperti sepakbola dan gulat.

Diagnosis Molluscum Contagiosum

Moluskum kontagiosum mudah dikenali tanpa perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hanya dengan melihat bentuk bintil yang tumbuh pada kulit, dokter biasanya sudah dapat mendiagnosis penyakit ini.

Akan tetapi, bila bintil tersebut diduga bukan moluskum kontagiosum, dokter akan melakukan biopsi, yaitu pengambilan jaringan kulit tempat tumbuhnya bintil untuk diperiksa menggunakan mikroskop.

Pengobatan Molluscum Contagiosum

Moluskum kontagiosum akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam 6-12 bulan, terutama jika penderita memiliki sistem imun yang baik. Pada beberapa kasus, penyakit ini dapat berlangsung selama lebih dari 5 tahun. Namun, orang yang sudah pernah menderita moluskum kontagiosum tidak akan tertular lagi.

Dokter umumnya tidak menyarankan pengobatan pada penderita yang masih anak-anak, sebab bintil cenderung akan hilang dengan sendirinya. Selain itu, pengobatan bisa terasa menyakitkan bagi anak dan menimbulkan kerusakan dan bekas luka di sekitar area bintil.

Pada penderita dewasa, ada beberapa metode yang bisa dilakukan oleh dokter kulit untuk mengobati moluskum kontagiosum, antara lain:

  • Mengolesi bintil dengan asam trikloroasetat, asam salisilat, atau tretinoin, baik dalam bentuk krim maupun salep.
  • Kuret atau scraping, yaitu mengikis bintil menggunakan alat medis khusus.
  • Terapi sinar laser, yaitu membakar bintil menggunakan sinar laser.
  • Diathermy, yakni menghancurkan bintil menggunakan energi panas, dengan terlebih dahulu diberikan bius lokal.
  • Krioterapi, yaitu membekukan bintil menggunakan nitrogen cair.

Pada pasien yang memiliki bintil besar atau cukup banyak, dokter akan mengulang prosedur di atas tiap 3 atau 6 minggu sampai bintil hilang.

Selama pengobatan, bintil yang baru masih mungkin timbul, tapi biasanya bintil akan hilang seluruhnya dalam 2-4 bulan setelah diobati. Perlu diingat, penderita masih dapat menularkan penyakit ini ke orang lain sampai bintil hilang sepenuhnya.

Komplikasi Molluscum Contagiosum

Meski tergolong ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya, moluskum kontagiosum bisa memicu beberapa komplikasi berikut:

  • Konjungtivitis (infeksi atau peradangan pada selaput yang melapisi mata) dan keratitis (infeksi kornea). Komplikasi ini terjadi jika bintil moluskum kontagiosum tumbuh di kelopak mata.
  • Tumbuhnya jaringan parut atau bekas luka di kulit yang terkena moluskum kontagiosum.
  • Kulit di sekitar bintil memerah dan meradang akibat infeksi bakteri.

Pencegahan Molluscum Contagiosum

Moluskum kontagiosum dapat menyebar ke area tubuh lain dan ke orang lain. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mencegah penularannya, yaitu dengan:

  • Hindari menyentuh, menggaruk, atau memencet bintil.
  • Rajin mencuci tangan, terutama bila tidak sengaja menyentuh bintil.
  • Selalu tutupi bintil dengan pakaian, atau dengan perban bila perlu.
  • Tidak berbagi penggunaan barang pribadi, seperti pakaian, handuk, dan sisir.
  • Hindari berhubungan seksual, terutama bila terdapat bintil yang tumbuh di kelamin atau area sekitarnya.