Susah Buang Air Kecil Jangan Dibiarkan

Susah buang air kecil bisa menimpa siapa saja, tidak peduli jenis kelamin dan usia. Salah satu gejala paling umum dari gangguan ini adalah ketika keinginan untuk buang air kecil sudah tidak tertahankan lagi, namun membutuhkan waktu yang cukup lama sampai urine keluar.

Kondisi ini harus diwaspadai dan tidak boleh dibiarkan karena dapat menimbulkan infeksi dan komplikasi ke organ-organ tubuh yang lain seperti ginjal dan kandung kemih. Terlebih, jika Anda mengalami beberapa gejala seperti:

  • Susah buang air kecil terjadi berhari-hari.
  • Terasa sakit saat ingin buang air kecil.
  • Urine berwarna keruh.
  • Terdapat darah dalam air kencing.
  • Keluar cairan dari kemaluan.
  • Demam dan muntah.

susah buang air kecil jangan dibiarkan - alodokter

Apa Saja Penyebab Utama Susah Buang Air Kecil?

Susah buang air kecil dapat dialami pria maupun wanita. Namun, organ tubuh antara pria dan wanita berbeda, menyebabkan ada perbedaan yang menjadi penyebab susah buang air kecil.

Berikut beberapa kondisi yang umum menjadi penyebab susah buang air kecil pada pria dan wanita:

  • Pembengkakan prostat
    Seiring pertambahan usia seorang pria, kelenjar prostat dapat mengalami pembesaran. Pembesaran prostat akan menekan saluran kencing. Akibatnya, aliran urine tidak lancar dan dibutuhkan waktu lebih lama agar urine bisa keluar.
  • Infeksi
    Pada wanita, infeksi saluran kemih adalah salah satu penyebab terjadinya kesulitan buang air kecil. Sedangkan pada pria, prostat yang mengalami infeksi juga akan membengkak dan menjadikan saluran kencing tertekan.
  • Sistem saraf terganggu.
    Gangguan atau rusaknya sistem saraf akibat penyakit tertentu, seperti stroke atau kecelakaan, bisa mengganggu proses buang air kecil. Selain  itu, gangguan saraf akibat penyakit diabetes, melahirkan, infeksi otak dan gangguan saraf tulang belakang juga bisa menyebabkan susah buang air kecil.
  • Efek samping obat-obatan
    Beberapa obat yang dipakai untuk mengobati flu, dekongestan, dan alergi, memiliki efek samping yang kurang baik bagi proses berkemih. Selain itu, pemakaian obat antidepresan, antipsikotik, dan antikolinergik juga bisa menyebabkan susah buang air kecil.
  • Operasi
    Pembedahan di daerah yang dekat dengan ginjal, kandung kemih, dan saluran kencing, memiliki risiko terjadinya susah buang air kecil karena pembentukan jaringan parut pada saluran kemih. Penggunaan obat anestesi juga bisa menyebabkan Anda mengalami susah buang air kecil setelah menjalani operasi.
  • Kondisi psikologis
    Bukan hanya kondisi fisik yang bisa membuat seseorang mengalami susah buang air kecil. Kondisi psikis seseorang juga bisa menyebabkan hal tersebut. Salah satu kondisi psikis terkait hal ini adalah paruresis. Paruresis adalah kondisi ketika seseorang kesulitan buang air kecil karena merasa tidak nyaman dengan keberadaan orang lain.
  • Perawatan yang Diperlukan
    Saat mengalami gangguan susah buang air kecil, beberapa langkah mandiri bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

    - Lakukan pijatan lembut pada kandung kemih yang terletak di perut bagian bawah untuk memaksimalkan pengosongan air seni di dalamnya.

    - Mengompres perut bagian bawah dengan air hangat. Rasa hangat organ yang berfungsi mengantarkan air seni lebih rileks.

    - Mengamati semua perubahan pola buang air kecil yang terjadi akan sangat berguna untuk mendeteksi gangguan secara dini.

Jika susah buang air kecil tidak reda dengan tindakan di atas, sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter. Pengobatan untuk mengatasi masalah susah buang air kecil akan disesuaikan dengan penyebabnya. Karena itu, penting untuk memeriksakan diri ke dokter. Jangan pernah menyepelekan susah buang air kecil, karena hal tersebut berpotensi menyebabkan komplikasi.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi