Tanda kematian umumnya dapat diketahui dari napas yang terhenti dan tidak adanya denyut nadi. Selain itu, berbagai perubahan fisik lain juga ditunjukkan oleh orang yang sudah meninggal. Perubahan inilah yang menjadi rujukan dokter untuk menentukan penyebab dan perkiraan waktu kematian.

Banyak faktor penentu untuk menyatakan seseorang tidak lagi bernyawa dan salah satunya adalah gagalnya fungsi organ vital dalam menopang hidup. Setelah meninggal, tubuh juga akan mengalami berbagai perubahan fisik yang disebut sebagai perubahan post-mortem.

6 Tanda Kematian yang Menentukan Seseorang Sudah Meninggal - Alodokter

Beragam Tanda Kematian secara Medis

Secara medis, ada beberapa tanda kematian yang menjadi panduan dokter untuk menentukan bahwa seseorang sudah meninggal, yaitu:

1. Napas terhenti

Napas dinyatakan terhenti apabila tidak terlihat pergerakan dada dan tidak terdengar suara napas dalam periode waktu tertentu. Kondisi ini termasuk salah satu tanda kematian penting, karena menandakan paru-paru dan pusat pernapasan di otak sudah tidak lagi berfungsi.

2. Tidak terasa denyut nadi

Denyut nadi tidak teraba, terutama pada pembuluh darah besar seperti arteri karotis di leher atau arteri radialis di pergelangan tangan. Ini merupakan tanda kematian bahwa jantung telah berhenti memompa darah ke seluruh tubuh.

3. Tidak ada respons terhadap rangsangan

Tubuh tidak menunjukkan reaksi terhadap sentuhan, suara, maupun rangsangan nyeri, seperti cubitan. Kondisi ini menandakan bahwa sistem saraf pusat sudah tidak lagi bekerja.

4. Mata tidak bereaksi terhadap cahaya

Pupil mata tidak mengecil saat disinari cahaya dan tetap berada dalam posisi melebar. Kondisi ini menunjukkan tidak adanya aktivitas saraf, dan menjadi salah satu tanda kematian yang diperhatikan dokter.

5. Hilangnya tonus otot

Otot tubuh menjadi lemas sepenuhnya dan tidak mampu mempertahankan posisi tertentu. Hilangnya tonus otot ini adalah tanda kematian yang menandai berhentinya impuls saraf ke otot setelah kematian.

6. Keluarnya urine atau feses

Setelah kematian, otot-otot polos pada kandung kemih dan usus akan mengendur. Akibatnya, urine atau feses dapat keluar secara tidak terkendali, dan kondisi ini termasuk tanda kematian yang terlihat secara fisik.

Setelah meninggal, serangkaian perubahan terjadi pada tubuh secara alami. Berbagai faktor eksternal dapat mempercepat atau memperlambat proses perubahan pada tubuh setelah meninggal (post-mortem).

Berikut ini adalah berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh manusia setelah meninggal:

  • Rigor mortis, yaitu perubahan otot menjadi kaku setelah kematian
  • Livor mortis, yaitu munculnya lebam berwarna ungu kebiruan pada bagian tubuh karena hasil pengendapan darah akibat pengaruh gaya gravitasi
  • Tardieu spots, yaitu bintik-bintik pada kulit yang muncul setelah kematian akibat pembuluh darah yang pecah
  • Algor mortis, yaitu perubahan suhu tubuh menjadi dingin setelah kematian. Proses ini hanya terjadi jika suhu sekitar lebih dingin daripada suhu tubuh pada saat kematian
  • Tache noire, yaitu garis horizontal berwarna merah gelap yang muncul di mata ketika kelopak mata tidak tertutup saat kematian
  • Purge fluid, yaitu cairan pembusukan yang keluar dari lubang pada tubuh, seperti mulut, hidung, saluran kemih, dan anus
  • Pembusukan atau dekomposisi, yaitu proses pembusukan yang dibantu oleh bakteri yang berasal dari dalam dan luar tubuh

Itulah beberapa tanda kematian secara medis. Selain itu, menjelang kematian, tubuh biasanya menunjukkan beberapa perubahan, seperti napas yang tidak teratur, tangan dan kaki terasa dingin, serta berkurangnya nafsu makan dan minum. Namun, tanda-tanda ini dapat berbeda pada setiap orang.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan terkait tanda kematian, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Konsultasi dapat dilakukan kapan saja melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.