Tanda kematian umumnya dapat diketahui dari napas yang terhenti dan tidak adanya denyut nadi. Selain itu, berbagai perubahan fisik lain juga ditunjukkan oleh orang yang sudah meninggal. Perubahan inilah yang menjadi rujukan dokter untuk menentukan penyebab dan perkiraan waktu kematian.

Banyak faktor penentu untuk menyatakan seseorang tidak lagi bernyawa dan salah satunya adalah gagalnya fungsi organ vital dalam menopang hidup. Setelah meninggal, tubuh juga akan mengalami berbagai perubahan fisik yang disebut sebagai perubahan post-mortem. Pada kasus tertentu yang jarang terjadi, seseorang bisa kembali ”hidup” setelah dinyatakan meninggal. Fenomena ini disebut sebagai mati suri.

6 Tanda Kematian yang Menentukan Seseorang Sudah Meninggal - Alodokter

 

Beberapa Tanda Kematian Sebelum Seseorang Dinyatakan Meninggal

Tanda kematian akan terlihat secara alami dari munculnya perubahan secara fisik dalam beberapa hari atau beberapa jam menjelang kematian. Hal ini umumnya dialami oleh penderita penyakit kronis atau lanjut usia.

Berikut ini adalah beberapa tanda menjelang kematian yang dapat terlihat:

1. Lelah dan mengantuk

Perubahan metabolisme membuat seseorang tampak tidak bertenaga, lemas, dan mengantuk menjelang kematian. Mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur dan bisa jadi tidak sadarkan diri dalam tidurnya.

2. Tidak ingin makan atau minum

Menjelang kematian, seseorang akan menolak makan atau minum dan terlihat kesulitan saat mengonsumsi makanan, minuman, serta obat melalui mulut. Di saat yang bersamaan, tubuhnya pun tidak mampu lagi memproses makanan dengan baik, sebab fungsi pencernaannya melemah.

3. Perubahan napas

Tanda kematian selanjutnya adalah perubahan saat bernapas. Dalam kondisi ini, pernapasan menjadi kurang teratur yang ditandai dengan napas dalam dan cepat, serta terdapat jeda beberapa waktu di sela tarikan napas.

Selain itu, tubuh akan memproduksi dahak secara alami yang akan terbuang melalui batuk. Namun, jika tubuh sudah tidak banyak bergerak dan mendekati kematian, dahak akan menumpuk dan menimbulkan bunyi saat bernapas.

4. Halusinasi dan kebingungan

Halusinasi dan kebingungan bisa menjadi salah satu tanda-tanda kematian, karena adanya perubahan keseimbangan di otak atau pengaruh obat-obatan.

Seseorang bisa saja melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak nyata dan bahkan tidak mengenali di mana ia berada, jam berapa, atau bersama siapa.

Kondisi ini dapat menimbulkan rasa gelisah dan susah tidur. Selain itu, halusinasi juga dapat membuat penderitanya merasa frustrasi sehingga bisa memperburuk kondisinya.

5. Tangan dan kaki terasa dingin

Perubahan sirkulasi tubuh menjelang kematian dapat menyebabkan kaki dan tangan terasa dingin. Kulit juga bisa berubah warna kebiruan atau sianosis, karena kurangnya oksigen dalam darah.

6. Frekuensi buang air tidak teratur

Saat mengalami tanda kematian, seseorang akan makan dan minum lebih sedikit sehingga buang air besar dan buang air kecil menjadi lebih jarang. Namun, untuk memastikan mereka tetap bersih, Anda bisa meminta perawat memasangkan kateter atau popok dewasa.

Menjelang akhir hidup, penderita penyakit serius stadium akhir sering kali tidak sadarkan diri selama beberapa hari atau beberapa jam sebelum dirinya dinyatakan meninggal. Meski demikian, kadang mereka masih dapat mengetahui kehadiran dan suara orang yang berada di sampingnya.

Beragam Tanda Kematian secara Medis

Secara medis, ada beberapa tanda yang menjadi panduan dokter untuk menentukan seseorang sudah meninggal, yaitu:

  • Tidak terasa denyut nadi
  • Napas terhenti
  • Tidak ada ketegangan otot
  • Adanya pelepasan kotoran dari usus dan kandung kemih
  • Kelopak mata tertutup sebagian
  • Tidak ada respons terhadap nyeri, misalnya ketika dicubit
  • Mata tidak memberikan reaksi terhadap cahaya

Ketahui Perubahan Tubuh setelah Meninggal (Post-Mortem)

Setelah meninggal, serangkaian perubahan terjadi pada tubuh secara alami. Berbagai faktor eksternal dapat mempercepat atau memperlambat proses perubahan pada tubuh setelah meninggal.

Berikut ini adalah berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh manusia setelah meninggal:

  • Rigor mortis, yaitu perubahan otot menjadi kaku setelah kematian
  • Livor mortis, yaitu munculnya lebam berwarna ungu kebiruan pada bagian tubuh, karena hasil pengendapan darah akibat pengaruh gaya gravitasi
  • Tardieu spots, yaitu bintik-bintik pada kulit yang muncul setelah kematian akibat pembuluh darah yang pecah
  • Algor mortis, yaitu perubahan suhu tubuh menjadi dingin setelah kematian. Proses ini hanya terjadi jika suhu sekitar lebih dingin daripada suhu tubuh pada saat kematian
  • Tache noire, yaitu garis horizontal bewarna merah gelap yang muncul di mata ketika kelopak mata tidak tertutup saat kematian
  • Purge fluid, yaitu cairan pembusukan yang keluar dari lubang pada tubuh, seperti mulut, hidung, saluran kemih, dan anus
  • Pembusukan atau dekomposisi, yaitu proses pembusukan yang dibantu oleh bakteri yang berasal dari dalam dan luar tubuh

Tanda kematian setiap orang umumnya berbeda-beda, tergantung penyebab kematiannya. Untuk memastikan penyebab dan perkiraan waktu kematian kerabat atau anggota keluarga, Anda bisa menghubungi dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan.