Dalam menyatakan kematian seseorang, dokter atau tenaga medis akan merujuk pada serangkaian tanda-tanda kematian. Selain itu perubahan fisik yang terjadi setelah meninggal dapat menentukan penyebab maupun perkiraan waktu kematian.

Ada banyak faktor yang menjadi penentu saat seseorang dinyatakan tidak bernyawa. Hal ini meliputi gagalnya fungsi organ vital dalam menopang hidup. Setelah meninggal, tubuh juga akan mengalami berbagai perubahan yang disebut sebagai perubahan post-mortem.

Tanda Kematian yang Menentukan Seseorang sudah Meninggal - Alodokter

Tanda-tanda Menjelang Kematian

 Tanda-tanda kematian secara alami mungkin muncul berupa perubahan secara fisik dalam beberapa hari atau beberapa jam menjelang kematian. Hal ini dialami terutama oleh penderita penyakit kronis atau lanjut usia. Tanda-tanda mendekati kematian tersebut di antaranya:

  • Lelah dan mengantuk
    Perubahan metabolisme membuat penderita tampak lebih tidak bertenaga, lemas, dan mengantuk. Dia akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur, dan bisa jadi tidak sadarkan diri dalam tidurnya.
  • Tidak ingin makan atau minum
    Penderita cenderung menolak makan atau minum dan terlihat kesulitan dalam mengonsumsi makanan, minuman, serta obat melalui mulut. Menjelang kematian, tubuh tidak mampu lagi memproses makanan dengan baik. Jika penderita tidak mampu menelan air, oleskan air di bibirnya.
  • Perubahan napas
    Penderita dapat mengalami perubahan pola napas, yaitu napas cepat yang berubah menjadi lebih dalam dan tidak teratur. Bisa jadi terdapat jeda beberapa waktu di sela tarikan napas.
    Selain itu, tubuh secara alami memproduksi dahak di dalam sistem pernapasan. Dahak ini secara alami akan terbuang melalui batuk. Namun jika tubuh sudah tidak banyak bergerak dan mendekati kematian, dahak akan menumpuk dan menimbulkan bunyi saat bernapas.
    - Ini cara yang dapat dilakukan jika penderita mengalami kesulitan bernapas:
    - Letakkan bantal di bawah kepalanya.
    - Miringkan kepalanya ke salah satu sisi.
    - Dapat juga menggunakan oksigen melalui alat bantu napas, seperti masker atau selang oksigen.
    - Jika gangguan napas tidak membaik, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
  • Halusinasi dan kebingungan
    Halusinasi adalah ketika seseorang melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Selain itu, mungkin juga terjadi linglung sehingga penderita tidak mengenali di mana dia berada, jam berapa, atau sedang berada bersama siapa. Disorientasi ini dapat membuat penderita resah dan susah tidur. Kedua hal ini dapat terjadi karena perubahan keseimbangan zat kimia dalam otak dan efek samping obat-obatan. Di saat lain, kondisi ini dapat membuat penderita merasa frustrasi, dan meminta untuk dipindahkan dari tempat tidurnya.
  • Tangan dan kaki dingin
    Perubahan sirkulasi tubuh dapat menyebabkan kaki dan tangan penderita terasa dingin. Kekurangan oksigen dalam darah dapat menyebabkan kulit berubah warna menjadi kebiruan atau sianosis. Kaos kaki dan selimut mungkin dapat menghilangkan rasa dingin.
  • Tidak dapat mengontrol BAB dan BAK
    Kehilangan kemampuan untuk mengontrol BAB dan BAK karena tidak berfungsinya otot-otot panggul. Selain itu, melambatnya kerja ginjal dan menurunnya konsumsi cairan membuat volume urine menjadi berkurang atau urine berwarna gelap. Anda bisa meminta perawat menempatkan kateter atau popok dewasa untuk menjaga pasien tetap bersih.

Menjelang akhir hidup, penderita sering mendadak terlihat lebih sehat dan berenergi. Padahal bisa jadi itu adalah bagian dari proses alami tubuh sebelum dia mengembuskan napas terakhir. Sedangkan penderita penyakit serius stadium akhir kemungkinan menjadi tidak sadarkan diri beberapa hari atau beberapa jam sebelum meninggal. Meski demikian, kadang mereka masih dapat mengetahui keberadaan dan suara orang yang menungguinya.

Tanda-tanda Kematian Secara Medis

Seseorang dinyatakan meninggal ketika:

  • Tidak ada aktivitas batang otak. Tanda-tandanya pupil mata melebar dan tidak bereaksi terhadap cahaya, mata tidak mengedip ketika kornea mata dirangsang, tidak terdapat refleks muntah ketika tenggorokan dirangsang.
  • Organ vital tidak berfungsi.
  • Pernapasan terhenti.
  • Tidak ada aktivitas listrik jantung atau jantung tidak berdenyut.
  • Tidak ada repon terhadap rangsangan nyeri, misalnya ketika dicubit.
  • Tubuh kaku, yang mulai terlihat sejak 3 jam setelah kematian.
  • Suhu tubuh turun, setidaknya 8 jam setelah kematian.

Perubahan Tubuh Setelah Meninggal (Post-Mortem)

Setelah meninggal, serangkaian perubahan secara alami terjadi pada tubuh. Berbagai faktor eksternal dan karakteristik intrinsik dapat mempercepat atau memperlambat proses perubahan pada tubuh setelah meninggal. Berikut ini adalah berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh manusia setelah meninggal:

  • Kaku mayat (rigor mortis)        
    Rigor mortis
    merupakan perubahan otot menjadi kaku. Dalam banyak kasus, kaku otot dapat dimulai 1-2 jam setelah kematian, dan menghilang setelah 24 jam pasca kematian.
  • Lebam mayat (livor mortis)
    Livor mortis ditandai dengan munculnya lebam berwarna ungu kebiruan pada bagian tubuh. Kemunculannya merupakan hasil pengendapan darah akibat pengaruh gaya gravitasi.
  • Tardieu spots
    Bintik-bintik pada kulit yang muncul setelah kematian akibat pembuluh darah yang pecah.
  • Algor mortis
    Algor mortis adalah perubahan suhu tubuh menjadi dingin setelah kematian. Proses ini hanya terjadi jika suhu sekitar lebih dingin daripada suhu tubuh pada saat kematian.
  • Tache noire
    Tache noire adalah garis horizontal bewarna merah gelap yang muncul di mata ketika kelopak mata tidak tertutup saat kematian.
  • Purge fluid
    Purge fluid adalah cairan pembusukan yang keluar dari lubang-lubang pada tubuh, seperti mulut, hidung, saluran kemih, dan anus.
  • Pembusukan atau dekomposisi
    Dekomposisi merupakan proses pembusukan yang dibantu oleh bakteri yang berasal dari dalam dan luar tubuh.

Tanda-tanda kematian dapat juga memiliki ciri khas tersendiri, tergantung pada penyebab kematiannya. Untuk memastikan penyebab dan perkiraan waktu kematian, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis forensik.