Istilah akut dan kronis seringkali digunakan dalam diagnosis penyakit. Meski demikian, ternyata tidak semua orang mengerti maksud kedua istilah tersebut. Bahkan sebagian orang menerjemahkan penyakit akut dengan penyakit kronis sebagai hal yang sama. Padahal, sifat kedua jenis penyakit ini sangat berbeda.

Istilah akut, lebih tepat untuk digunakan pada penyakit yang diderita dalam durasi atau waktu yang relatif singkat, atau ketika menimbulkan serangan dalam waktu cepat. Sedangkan istilah kronis digunakan untuk menjelaskan suatu penyakit yang bisa diderita dalam kurun waktu yang lama atau berkembang secara perlahan-lahan.

Memahami Perbedaan Akut dan Kronis pada Penyakit - Alodokter

Mengenali Penyakit Akut

Penyakit akut dapat diartikan sebagai penyakit yang terjadi dan menimbulkan keluhan secara mendadak. Biasanya, penyakit yang diderita tidaklah lama, cepat mengalami perkembangan, dan membutuhkan perawatan yang mendesak.

Berikut ini adalah beberapa contoh dari penyakit akut.

  • Serangan asma

Serangan asma merupakan gejala asma yang memburuk secara mendadak yang ditandai dengan sesak napas, napas berbunyi atau mengi, otot leher dan dada yang mengencang, wajah pucat, berkeringat, perasaan cemas, panik, dan batuk-batuk akibat penyempitan otot di sekitar saluran napas atau bronkial. Selama serangan asma terjadi, lapisan saluran pernapasan akan mengalami pembengkakan, meradang, dan produksi lendir berlebih.

Agar terhindar dari serangan asma ini, penting untuk menghindari faktor pemicunya. Jika serangan asma terjadi, lakukanlah pertolongan pertama pada asma, tenangkan diri, kemudian duduk dan ambil napas pelan-pelan, gunakanlah inhaler atau nebulizer agar serangan asma yang diderita dapat ditangani dengan baik, Namun, bila keluhan tidak kunjung membaik atau sesak dirasa cukup berat, segeralah cari pertolongan medis terdekat.

  • Demam berdarah

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue. Gejala demam berdarah umumnya berupa demam yang disertai dengan nyeri sendi dan otot yang parah, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, lemas dan munculnya ruam kemerahan. Bagi Anda yang mengalami tanda dan gejala demam berdarah, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar diagnosa penyakit ini dapat diketahui dengan cepat. Sebab, jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, penyakit ini bisa saja mengancam jiwa.

Untuk mendeteksi penyakit demam berdarah, selain dilakukan pemeriksaan fisik, akan dilakukan pemeriksaan darah. Penanganan pasien demam berdarah antara lain dengan isitrahat yang cukup, serta mengonsumsi banyak cairan untuk menghindari dehidrasi karena muntah ataupun demam tinggi. Konsumsi obat pereda rasa sakit seperti aspirin atau obat antiinflamsi nonsteroid dan perawatan di rumah sakit, mungkin juga akan direkomendasikan.

Memahami Penyakit Kronis

Selain dari lamanya penyakit diderita, penyakit kronis terbilang lebih kompleks, dan menyebabkan adanya penurunan kondisi kesehatan seseorang secara bertahap. Tak jarang penyakit kronis dapat menyebabkan seseorang kehilangan nyawa.

Penyakit yang dapat dimasukkan sebagai kategori penyakit kronis, di antaranya adalah:

  • Penyakit gagal jantung

Gagal jantung kongestif termasuk ke dalam penyakit kronis yang memengaruhi kemampuan otot jantung dalam memompa darah. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan cairan yang menghambat kerja otot jantung sehingga tidak dapat memompa darah secara efisien.

Seseorang yang mengalami penyakit gagal jantung, perlu untuk mengontrol penyakitnya secara rutin, teratur mengonsumsi obat dari dokter, menjalani gaya hidup yang sehat, dan mengatur pola makan. Tujuan dari melakukan kontrol secara rutin pada penyakit kronis ini adalah untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah, sehingga menurunkan risiko kematian akibat dari penyakit gagal jantung.

  • Penyakit kanker

Penyakit kanker juga bisa dikategorikan ke dalam penyakit kronis. Seseorang yang mengalami penyakit kanker, seperti kanker ovarium, kanker darah, atau kanker payudara, perlu untuk melakukan kontrol rutin dan pengobatan, agar sel-sel kanker dapat hilang atau tidak makin berkembang.

Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk mengendalikan penyakit, meringankan gejala, dan membantu penderita kanker dapat hidup lebih lama. Pengobatan untuk kanker terbilang beragam, tergantung pada seberapa berat penyakit kanker yang diderita, jumlah kanker, tingkat penyebaran, lokasi kanker, dan kondisi kesehatan penderita. Pengobatan yang mungkin dilakukan dapat berupa operasi pengangkatan kanker, radioterapi, atau kemoterapi.

Penting memahami perbedaan akut dan kronis pada penyakit, karena perbedaan kedua sifat penyakit ini akan menentukan jenis penanganan yang diberikan.