Tenang Bunda, Ini Tips Menangani Tantrum pada Balita

Saat Bunda sedang berbelanja dengan si Kecil, tiba-tiba ia minta dibelikan sebuah mainan yang tidak sesuai untuk usianya. Ia merengek, kemudian lama kelamaan menangis, berteriak, dan berguling-guling di lantai supermarket. Duh, mengapa ya balita sering tantrum begitu? 

Tantrum adalah ekspresi frustrasi yang diungkapkan anak saat ia menghadapi tantangan di waktu tertentu.  Frustrasi inilah yang kemudian memicu kemarahan yang disebut tantrum. Dalam situasi di atas, Si Kecil frustrasi karena tidak mendapatkan mainan yang ia inginkan. Anak akan lebih mudah tantrum terutama jika ia sedang lapar, lelah, mengantuk, ataupun haus.

Tenang Bunda, Ini Tips Menangani Tantrum pada Balita

Tergolong Hal yang Normal

Tantrum paling sering terjadi di usia balita, terutama usia 1-4 tahun, saat mereka sedang belajar untuk berkomunikasi secara efektif. Bunda dapat lega karena kebiasan tantrum akan cenderung reda seiring berkembangnya kemampuan si Kecil berbahasa untuk mengekspresikan keinginannya.

Selain itu, tantrum lebih sering dialami anak hiperaktif, anak yang memiliki keinginan kuat, moody, serta anak yang sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Di fase tantrum seperti ini, ajakan sederhana seperti mandi atau makan saat ia sedang asyik menonton TV dapat meledakkan amarahnya.

Agar Tantrum Tidak Berkepanjangan

Memenuhi keinginan balita setiap kali ia tantrum adalah cara penanganan yang kurang tepat. Ini justru akan membuatnya semakin sering marah jika keinginannya tidak dipenuhi. Umumnya untuk menangani anak tantrum, Bunda hanya perlu untuk tetap tenang dan tidak perlu selalu mengabulkan segala keinginannya, bila perlu, sesekali bersikap sedikit lebih tegas atau abaikan sambil tetap diawasi.

Begini cara penanganan yang dapat dicoba:

  • Tenangkan hati dan pikiran Bunda

Marah pada balita yang sedang tantrum tidak akan menyelesaikan masalah. Dengan tenang tapi tegas, katakan pada anak bahwa marah-marah adalah sikap yang tidak dapat diterima.

  • Jangan segera menuruti keinginan Si Kecil

Jika Bunda tahu bahwa si Kecil tantrum untuk menarik perhatian Bunda agar keinginannya dituruti, jangan menyerah. Pegang ia sambil katakan bahwa Bunda mencintainya, tapi tidak akan menuruti keinginannya. Jika ini tidak berhasil, abaikan tantrumnya dan abaikan tatapan orang di sekeliling Bunda yang mungkin merasa terganggu. Lama kelamaan ia akan sadar bahwa teriakannya tidak akan berhasil dan berhenti.

  • Beri waktu dan tunggu hingga Si Kecil tenang

Pada tantrum yang terjadi di rumah, Bunda dapat memberi ia waktu 1-2 menit untuk menenangkan diri dengan meninggalkannya sendiri tanpa menuruti keinginannya. Minta ia duduk di sebuah kursi hingga ia tenang. Jika kemarahannya sudah reda, Bunda dapat mengajaknya untuk menyampaikan bahwa tindakannya tidak dapat diterima dan jelaskan alasan mengapa ia diminta duduk di kursi itu. Demikian juga jika tantrum terjadi di luar rumah. Jika memungkinkan, jangan beri perhatian terhadap sikap tersebut. Apabila sikap tantrum yang ditunjukkannya cukup berbahaya, sebaiknya bawa anak ke lokasi yang lebih tertutup untuk menenangkannya.

  • Hindarkan Si Kecil dari kemungkinan menyakiti diri sendiri atau orang lain

Pegang ia jika si Kecil mulai menyakiti orang lain atau Bunda sendiri, seperti memukul atau menendang.

Meski tergolong hal yang umum, tetapi sebaiknya cari kemungkinan penyebab dan cara untuk menangani yang tepat jika terjadi terlalu sering. Bunda dapat memeriksakannya ke dokter. Ini perlu dilakukan terutama jika saat tantrum si Kecil mulai menyakiti diri sendiri atau jika Bunda sendiri merasa kewalahan atau lepas kendali saat menanganinya.

Tantrum pada beberapa kasus tertentu dapat menjadi lebih parah, karena gangguan kesehatan seperti penyakit kronis, gangguan penglihatan, ataupun terlambat bicara. Selain itu berdasarkan diagnosis yang tepat, si Kecil juga dapat dirujuk ke psikolog anak untuk mendapatkan penanganan khusus. Secara sabar dan telaten, dukung tumbuh kembang anak, dengan menjalani prinsip parenting atau pola asuh yang baik untuk membentuk karakter positif anak.

Umumnya tantrum akan mereda dengan sendirinya seiring kematangan anak dalam mengendalikan diri. Dengan pendampingan yang tepat, semakin besar ia akan menjadi semakin mudah berkomunikasi dan bekerja sama, serta dapat menangani rasa frustrasi yang dirasakan.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi