Testis kendur di usia muda sering kali menjadi sumber kekhawatiran, baik untuk remaja pria maupun orang tua yang memperhatikan perubahan pada organ reproduksi anak laki-lakinya. Meski kondisi ini umumnya bukan tanda gangguan serius, penting untuk mengenali penyebab serta langkah yang tepat jika perubahan tersebut muncul.
Banyak orang mengira testis kendur di usia muda selalu menandakan masalah kesehatan serius atau gangguan reproduksi. Padahal, perubahan posisi testis bisa terjadi secara alami akibat berbagai faktor, seperti suhu lingkungan atau aktivitas fisik.

Meski begitu, kondisi ini juga tetap perlu diwaspadai, apalagi jika disertai keluhan lain, seperti nyeri, pembengkakan, atau perubahan warna kulit skrotum. Mengetahui perbedaan antara perubahan normal dan tanda bahaya sangat penting agar Anda dapat mengambil langkah yang tepat.
Penyebab Testis Kendur di Usia Muda
Testis kendur di usia muda dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berhubungan dengan otot dan jaringan kulit skrotum. Berikut beberapa penyebab yang sering terjadi:
1. Perubahan suhu
Skrotum berperan penting dalam menjaga suhu testis, yaitu sedikit lebih rendah dari suhu inti tubuh, agar produksi sperma tetap optimal. Nah, ketika suhu lingkungan sekitar meningkat, seperti saat cuaca panas, mandi air hangat, atau memakai pakaian tebal, otot-otot pada skrotum akan mengendur.
Hal itu kemudian membuat testis menjauh dari tubuh untuk mendinginkannya sehingga testis tampak lebih kendur dan turun. Sebaliknya, saat suhu lingkungan sekitar dingin, otot-otot pada skrotum akan berkontraksi dan testis pun terlihat lebih naik dan kencang.
2. Aktivitas fisik dan posisi tubuh
Saat Anda berolahraga, berjalan dalam waktu lama, atau bahkan setelah berdiri dan duduk terlalu lama, aliran darah ke area skrotum akan meningkat. Peningkatan sirkulasi darah ini membuat otot dan kulit di skrotum menjadi lebih hangat dan rileks. Akibatnya, skrotum menjadi lebih elastis dan tampak mengendur, sehingga testis terlihat lebih turun dari posisi biasanya.
Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan testis akan kembali ke posisi normal setelah Anda beristirahat atau mengubah posisi tubuh.
3. Perubahan hormon saat pubertas
Masa pubertas membawa banyak perubahan fisik, salah satunya pada organ reproduksi pria. Saat pria dalam masa pubertas, hormon testosteron dalam tubuhnya akan meningkat tajam. Kondisi ini membuat kulit skrotum menjadi lebih longgar dan elastis agar dapat menyesuaikan dengan pertumbuhan testis. Akibatnya, posisi testis bisa tampak lebih rendah atau kendur.
Testis kendur di usia muda akibat hal ini adalah bagian dari perubahan normal selama masa pubertas dan biasanya tidak memerlukan penanganan khusus.
4. Berat badan berlebih
Lemak yang menumpuk di sekitar paha bagian dalam, selangkangan, atau perut bagian bawah bisa memberi tekanan ekstra pada skrotum. Akibatnya, skrotum tampak lebih turun atau menonjol, terutama saat duduk atau melakukan gerakan tertentu. Tak hanya itu, berat badan berlebih juga bisa membuat lipatan kulit di area paha menyatu dengan skrotum, sehingga testis terkesan lebih kendur dari biasanya.
Selain menyebabkan testis kendur di usia muda, kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan masalah lain pada kesehatan reproduksi pria.
5. Kondisi medis tertentu
Pada sebagian kasus, testis kendur saat usia muda juga bisa terjadi akibat beberapa kondisi medis tertentu, seperti varikokel (pelebaran pembuluh darah di skrotum), hidrokel (penumpukan cairan di sekitar testis), hernia, atau cedera pada area genital.
Tidak hanya menyebabkan testis kendur, kondisi ini juga biasanya disertai gejala lain, seperti nyeri dan muncul benjolan di testis atau area sekitarnya. Jika tanda-tanda ini muncul, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis.
Cara Mengatasi Testis Kendur di Usia Muda
Penanganan testis kendur di usia muda tergantung dari penyebabnya. Namun, berikut beberapa langkah awal yang bisa dilakukan:
- Hindari paparan panas berlebih pada area skrotum, seperti mandi air panas terlalu lama.
- Jaga kesehatan dengan rutin berolahraga dan jaga berat badan tetap ideal untuk mencegah penumpukan lemak berlebih di sekitar skrotum.
- Istirahat yang cukup, terutama setelah aktivitas berat, agar otot skrotum dapat kembali kencang secara alami.
- Pilih pakaian dalam dan luar yang nyaman, tidak terlalu ketat, agar sirkulasi darah di area skrotum tetap lancar.
Perubahan, seperti testis kendur di usia muda, memang bisa menimbulkan kecemasan. Namun, kondisi ini umumnya bukan masalah berbahaya jika tidak disertai gejala lain. Oleh karena itu, selalu pantau perubahan pada organ reproduksi Anda dan gejala yang menyertainya.
Jika testis tetap kendur dan muncul gejala lain, seperti:
- Nyeri hebat atau terus-menerus pada testis atau skrotum
- Pembengkakan atau muncul benjolan keras
- Perbedaan ukuran testis kanan dan kiri yang tiba-tiba dan sangat mencolok
- Kesulitan buang air kecil atau muncul cairan abnormal dari penis
Segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, gejala tersebut bisa menandakan kondisi yang lebih serius, seperti infeksi, torsio testis, atau penyakit lain yang memerlukan penanganan segera.
Dokter nantinya mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, USG skrotum, tes urine dan darah, serta pemeriksaan hormon untuk memastikan penyebab testis kendur di usia muda dan menentukan pengobatan yang tepat.