Tidak Sulit, Ini Cara Mengajarkan Sopan Santun pada Anak

Anak bisa pandai matematika atau lancar bicara bahasa Inggris, tetapi belum tentu bisa bersikap sopan. Orang tua pasti sepakat bahwa sopan santun sebagai hal yang penting diajarkan sejak dini.  Secara alami, kita melihat sikap seseorang terlebih dahulu, apakah ia sopan atau tidak. Baru kemudian akan melihat kemampuan-kemampuan lain.

Mengajarkan sopan santun adalah pendidikan seumur hidup yang hasilnya mungkin tidak akan segera terlihat, meski demikian, mengajarkan sopan santun merupakan salah satu cara mendidik anak yang penting.

Tidak Sulit, Ini Cara Mengajarkan Sopan Santun pada Anak

Mengajarkan Sopan Santun Dimulai Sejak Dini

Sebenarnya anak usia 1,5 tahun, sudah dapat memahami bahwa orang lain juga memiliki perasaan seperti yang ia rasakan. Pada usia inilah anak-anak bisa mulai lebih ditekankan mengenai pentingnya sopan santun. Meski pada usia tersebut, anak belum sepenuhnya memahami maksud dari kata-kata yang ia dengar, tetapi ibu dapat mulai mengajarkannya dengan memberi contoh dalam keseharian.

Misalnya, membiasakannya mengucapkan terima kasih saat menerima pemberian dan bantuan dari orang lain. Begitu juga ketika ia minta bantuan pada orang lain, ingatkan untuk berkata “tolong.” Ibu juga dapat membiasakannya untuk meminta maaf jika berbuat salah. Membiasakan anak mengucapkan terima kasih dan tolong adalah awal mula mengajarkan sopan santun pada anak.

Proses mengajarkan sopan santun kemudian meningkat seiring dengan bertambahnya usia anak:

  • Anak 2 tahun

Pada anak usia 2 tahun, ia mulai dapat memahami konsep berbagi, meski belum tentu melakukannya dengan senang. Ajak anak untuk memainkan dua mainan serupa, kemudian minta ia untuk berbagi salah satu mainan dengan temannya.

  • Anak 3 tahun

Di usia ini, anak sudah bisa makan di meja dengan sendok dan garpu, serta bisa menyeka mulutnya dengan tisu. Ibu dapat mulai mengajarkan etiket di meja makan dimulai dengan cara paling sederhana seperti tidak melempar atau membuang makanan, atau duduk dengan tenang saat makan dan minum.

Hal-hal Lain yang Perlu Diajarkan tentang Sopan Santun

Selain beberapa hal dasar dalam sopan santun di atas, anak-anak usia sekolah juga dapat diajarkan sopan santun lain, seperti:

  • Ingatkan anak untuk menghindari menyela pembicaraan orang kecuali ada hal mendesak, itu pun diiringi perkataan, “Mohon maaf.”
  • Ajak anak untuk tidak mengomentari kondisi fisik seseorang, kecuali yang baik. Ia juga perlu diingatkan untuk tidak selalu mengungkapkan pendapat negatif, terutama jika tidak diminta, karena mungkin menyakiti perasaan mereka.
  • Anak perlu menanyakan kembali kabar orang yang bertanya bagaimana kabar mereka.
  • Ingatkan si Kecil untuk mengetuk pintu dan atau mengucapkan salam sebelum masuk ruangan.
  • Terus ingatkan ia untuk tidak mengejek atau membuat orang lain sebagai bahan tertawaan.
  • Ajak ia untuk tidak menunjuk, menatap, dan membicarakan orang lain, terutama orang dengan keterbatasan fisik tertentu. Ibu bahkan bisa menceritakan bahwa ada orang-orang yang perlu cara khusus untuk berkomunikasi seperti tunarungu dengan bahasa isyarat. Ini membantu mengajarkan anak untuk berempati.
  • Saat batuk atau bersin, ia perlu menutup hidung atau mulutnya agar tidak menularkan virus pada orang lain.
  • Di sekolah, ia dapat belajar untuk  mengingat nama teman-temannya di tempat bermain atau di sekolah. Ini juga merupakan tanda untuk menunjukkan bahwa ia menghargai temannya.
  • Berdiri adalah tanda hormat. Hormat pada bendera harus disertai sikap tubuh tegap. Begitu juga saat guru masuk ke kelas. Ajari anak untuk berdiri misalnya saat ada tamu datang atau pergi untuk bersalaman atau mengucap selamat datang atau perpisahan.
  • Bertamu ke rumah orang lain adalah kesempatan yang baik untuk mengajarkan anak sopan santun. Ingatkan ia untuk menjawab pertanyaan dengan sopan saat ditanya hal-hal seperti namanya siapa, umur berapa atau mau minum apa.

Jangan lupa untuk memujinya ya, Bu, jika ia sudah bersikap sopan. Lalu jangan lupa juga, untuk dapat belajar sopan santun, anak perlu merasa nyaman dengan makan minum dan istirahat yang cukup. Jika ia sedang tidak menurut, Ibu perlu mencari tahu apakah ia tidak dalam keadaan lapar, mengantuk, atau kelelahan.

Yang tidak kalah penting adalah memberi contoh bersikap sopan santun. Dengan sikap orangtua yang memberi teladan secara konsisten disertai pola asuh yang baik, maka anak akan tumbuh menjadi anak yang terbiasa bersikap sopan dan baik sebagai bagian dari dirinya hingga dewasa kelak.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi