Tidak Sulit Mengatasi Rambut Berminyak

Rambut berminyak tak jarang membuat orang merasa terganggu. Memiliki rambut sehat dan indah berkilau sudah pasti menjadi idaman tiap orang, terutama kaum wanita. Tapi bagaimana jika rambut Anda terlihat lepek, mengkilap, kusam, dan susah diatur karena berminyak? Ayo simak cara tepat untuk mengatasi rambut berminyak berikut ini.

Kulit kepala mengandung minyak alami (sebum) yang diproduksi oleh kelenjar minyak. Terkadang kelenjar ini bekerja terlalu aktif hingga menghasilkan lebih banyak minyak. Akibatnya kulit kelapa menjadi berminyak, rambut pun terlihat kusam, lepek, dan sulit untuk ditata.

tidak sulit mengatasi rambut berminyak - alodokter

Penyebab Rambut Berminyak

Mengatasi rambut berminyak tentunya menjadi sulit ketika Anda tak mengetahui penyebab atau cara menangani rambut yang berminyak. Setidaknya ada dua faktor yang dapat menyebabkan rambut dan kulit kepala berminyak, yaitu:

  • Hormon. Salah satu kerja hormon adalah mengatur produksi minyak pada kulit dan rambut. Jika berlebihan, hormon justru dapat memicu kulit memproduksi lebih banyak minyak. Kadar hormon yang tinggi bisa terjadi pada remaja, wanita yang sedang menstruasi, atau wanita yang sedang hamil. Salah satu hormon yang dapat memengaruhi produksi minyak berlebih pada kulit dan rambut adalah hormon androgen.
  • Faktor genetik. Rambut berminyak dapat diturunkan secara genetik dari orang tua ke anak. Jika rambut ayah atau ibu Anda berminyak, maka kemungkinan rambut Anda juga demikian.
  • Kondisi medis.  Penyakit tertentu, seperti dermatitis seboroik, juga dapat menyebabkan kulit kepala dan rambut berminyak. Penderita kondisi ini juga tak jarang akan mengeluhkan rambut berketombe, bercak kemerahan di kulit, disertai pengelupasan kulit yang terasa gatal.

Tips dan Larangan Mengatasi Rambut Berminyak

Rambut sehat dan berkilau dapat dimiliki oleh siapa pun, termasuk Anda yang memiliki rambut berminyak. Beberapa tips ini bisa Anda lakukan di rumah sebagai pedoman dasar untuk mengurangi atau mengatasi minyak pada rambut.

  • Mencuci rambut 1 kali sehari, setiap hari. Keramas lebih dari satu kali setiap hari akan membuat kelenjar minyak memproduksi lebih banyak minyak.
  • Gunakan sampo khusus untuk rambut berminyak guna membersihkan kulit kepala tanpa membuat rambut menjadi kering dan memicu produksi minyak berlebih. Minta saran kepada pakar kecantikan rambut atau dokter kulit.
  • Coba manfaatkan lidah buaya. Tanaman yang satu ini dapat mencuci bersih rambut dan efektif mengurangi minyak, sehingga rambut berminyak dapat menjadi lebih sehat, kuat, dan lembut berkilau.
  • Mencuci rambut dengan larutan cuka sari apel (apple cider vinegar) dan air, diduga dapat membantu menyeimbangkan kadar pH kulit kepala Anda.
  • Bilas rambut dengan teh hijau. Teh hijau mengandung zat tannin yang diduga dapat mengatasi kelebihan minyak sekaligus menutrisi kulit kepala Anda.

Selain itu ada juga kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan dengan maksud mempercantik rambut justru bisa berakibat buruk jika terus dilakukan, misalnya:

  • Menggunakan kondisioner di akar rambut karena akan membuat rambut menjadi tambah berminyak. Cukup oleskan di ujung rambut lalu bilas.
  • Jika Anda memiliki rambut berminyak, hindari penggunaan produk perawatan rambut yang berbahan minyak. Pilihlah produk perawatan rambut, seperti hair spray atau gel rambut, yang lembut bagi rambut dan tidak membuat rambut tambah berminyak.
  • Terlalu lama menyisir rambut. Menyisir terlalu lama akan merangsang kelenjar minyak memproduksi lebih banyak minyak.
  • Sering meluruskan rambut dengan alat catok rambut (flat iron). Panas dari alat pelurus rambut memicu produksi minyak untuk melindungi helai rambut.
  • Suka menyentuh rambut. Makin sering rambut disentuh, maka makin banyak minyak yang diproduksi.

Beberapa cara di atas bisa menjadi solusi untuk mengatasi rambut berminyak dan merawat keindahan serta kesehatan rambut Anda. Selain itu, jangan lupa untuk meminta saran dari pakar rambut atau berkonsultasi ke dokter kulit, jika rambut berminyak tidak kunjung teratasi.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi