Anak hilang atau diculik merupakan salah satu ketakutan terbesar orang tua. Untuk mencegah dan lebih waspada, Bunda dan Ayah perlu mempelajari cara-cara melindungi anak dari situasi yang tidak diharapkan ini.

Membiarkan Si Kecil beraktivitas sendiri atau bersama teman sebayanya, memang baik untuk melatih anak mampu bersikap mandiri. Meski begitu, Bunda dan Ayah tetap perlu memberinya perhatian ekstra, apalagi dengan hadirnya media sosial yang dapat membuat anak lebih mudah jadi sasaran kejahatan. Oleh karena itu, semakin penting bagi orang tua untuk lebih waspada dan membekali anak agar mampu menjaga diri.
Tips Melindungi Si Kecil dari Penculikan Anak - Alodokter

Mengajarkan Anak Menjaga Diri

Memberi Si Kecil perhatian lebih bukan alasan Bunda dan Ayah bersikap paranoid atau overprotektif padanya. Lingkungan rumah dan sekolah yang aman, serta mengajari anak menjaga diri saat orang tuanya tidak bersamanya bisa dilakukan untuk mendukungnya mampu menjadi anak yang mandiri.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa Bunda dan Ayah lakukan:

  • Bicarakan dengan anak tentang penculikan

Membicarakan tentang penculikan anak bersama Si Kecil akan membuatnya memahami kemungkinan adanya orang yang berniat buruk. Ini akan membuka diskusi tentang bagaimana melindungi diri dari kejahatan. Si Kecil pun jadi lebih paham tentang pentingnya bersikap waspada.

  • Tempat yang harus didatangi jika tersesat

Mungkin Si Kecil tidak diculik tapi hanya tersesat atau hilang dari pengawasan. Beri tahu anak ke mana harus pergi jika tersesat, misalnya pos satpam, pusat informasi, kantor polisi, atau rumah sakit terdekat. Selain itu, ia juga bisa mencari orang-orang berseragam, seperti petugas keamanan atau pegawai toko. Jika tidak, ia bisa meminta bantuan pada ibu yang sedang bersama anak, atau wanita dewasa.

  • Berikan kartu pengenal

Di dalam tas anak, tempatkan sebuah kartu atau karton yang dilaminasi bertuliskan nama anak, tanggal lahir, alamat, dan nomor telepon rumah atau orang tua. Ini penting, terutama untuk anak yang terlalu pemalu untuk bicara atau anak dengan disabilitas. Ajarkan kepada siapa ia bisa memberikan data dirinya tersebut, agar tidak disalahgunakan.

 Beberapa hal yang penting dilakukan sehari-hari agar anak senantiasa aman, antara lain:

  • Biasakan selalu pamit sebelum keluar rumah, termasuk jika sekadar main di rumah tetangga.
  • Menolak pemberian dari orang asing, terutama saat Bunda atau Ayah tidak ada.
  • Menolak pergi dengan orang asing, meski diajak melakukan hal menyenangkan atau diberitahu akan mengantarnya ke orang tua.
  • Tidak memberitahu data pribadi, misalnya alamat rumah, kepada orang asing.
  • Memberitahukan pada orang tua jika ada orang lain yang menyuruhnya melakukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.

Di samping cara di atas, saat ini sudah ada berbagai perangkat yang dapat memudahkan orang tua melacak keberadaan anak. Misalnya, gelang GPS yang dapat terhubung ke telepon seluler (ponsel) atau komputer orang tua. Gelang ini mungkin dapat bermanfaat untuk anak dengan disabilitas. Memasang CCTV di rumah yang terkoneksi secara online pada gawai (gadget) juga dapat membantu orang tua untuk mengawasi keberadaan anak.

Penting untuk Diperhatikan Bunda dan Ayah

Tidak jarang kejahatan terjadi karena memanfaatkan orang yang lengah. Untuk memastikan keamanan anak, Bunda dan Ayah perlu senantiasa waspada, antara lain dengan:

  • Memerhatikan keamanan anak di dunia maya

Bunda, memang menyenangkan mengunggah foto dan cerita tentang Si Kecil di dunia maya. Tetapi, jangan lupa bahwa predator anak juga menggunakan internet untuk mengintai korban. Jika anak sudah bisa mengakses media sosial sendiri, Bunda perlu terus mengingatkannya agar ia tidak memberikan informasi pribadi di sana. Juga untuk tidak menggunakan fitur lokasi saat mengunggah status atau foto ya, Bun. Selain itu, Bunda sendiri sebaiknya menghindari untuk membagikan informasi yang terlalu detail, seperti lokasi sekolah anak.

  • Memilih pengasuh dan pengantar jemput anak

Tidak jarang penculik anak bekerja sama dengan pengasuh atau pengemudi antar jemput sekolah anak. Bunda perlu mengenali latar belakang pengasuh anak dan pengendara antar jemput dengan baik sebelum mempekerjakan atau menggunakan jasa mereka.

  • Menghindari pakaian dengan nama anak

Sebaiknya hindari memakaikan kaos anak dengan namanya tertera di sana. Ini akan memudahkan orang asing memanggil nama mereka. Anak cenderung lebih mudah percaya pada orang dewasa yang mengetahui dan menyebut nama mereka.

Penting untuk Bunda dan Ayah selalu waspada atas keamanan Si Kecil. Kewaspadaan tidak hanya terbatas pada orang asing, namun juga pada orang-orang yang berada di sekitar anak sehari-hari. Bekali Si Kecil pemahaman tentang kondisi yang berbahaya sesuai dengan usianya, kemudian beri tahu cara tepat menghindari kondisi tersebut serta hal yang perlu dilakukan agar dirinya tetap aman.