Licorice merupakan tanaman yang memiliki cita rasa manis. Karena rasanya itu, licorice kerap dijadikan zat perasa pada makanan dan minuman, bahkan rokok. Tidak hanya itu, ternyata kandungan pada akar tanaman ini juga dimanfaatkan untuk mengobati berbagai kondisi penyakit tertentu.

Di Indonesia, licorice disebut juga dengan nama lain akar manis. Kandungan gizi yang terdapat di dalam licorice ini yaitu protein, karbohidrat, gula, vitamin A, dan senyawa antioksidan seperti flavonoid dan glycyrrhizin. Tanaman yang berasal dari kawasan Eropa dan Asia ini telah lama dipakai sebagai obat-obatan herbal. Meski begitu, kebenaran mengenai manfaat licorice masih belum bisa dibuktikan sepenuhnya secara medis.

Ungkap Khasiat Licorice, Si Manis yang Diklaim Banyak Manfaatnya - Alodokter

Fakta Mengenai Manfaat Licorice

Berikut adalah fakta manfaat kesehatan dari tanaman licorice, di antaranya:

  • Memperlancar pernapasan
    Anda yang mempunyai gangguan pernapasan dan batuk, disarankan mengonsumsi suplemen yang mengandung estrak licorice. Mengonsumsi suplemen licorice diyakini mampu membantu melegakan saluran pernapasan dan meredakan batuk. Estrak licorice bekerja dengan cara memproduksi lendir sehat di sistem pernapasan, sehingga memudahkan pernapasan Anda.
  • Melindungi kulit
    Ekstrak licorice dipercaya mampu mengatasi kulit gatal dan meradang pada penderita eksim serta menangkal efek kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari. Manfaat licorice juga terlihat dapat memperbaiki kondisi hiperpigmentasi kulit. Efek ini diduga diperoleh dari kandungan zat aktif di dalam licorice yang mampu menekan peradangan di dalam tubuh. Akan tetapi, efektivitas manfaat licorice untuk kesehatan kulit secara klinis masih perlu diteliti lebih lanjut.
  • Mengatasi nyeri ulu hati
    Anda yang suka merasa nyeri ulu hati, sebaiknya coba mengonsumsi produk yang mengandung licorice. Menurut penelitian, licorice dapat mengurangi gejala nyeri pada ulu hati karena memiliki asam glycyrrhizic, yaitu senyawa yang bersifat antiradang dan mampu memicu sistem kekebalan tubuh. Selain itu, senyawa ini bisa mencegah penyebaran bakteri H.pylori di lambung dan usus yang menyebabkan gejala nyeri ulu hati. Ekstrak licorice juga dapat mempercepat perbaikan pada dinding saluran pencernaan dan membantu meringankan gejala gangguan pencernaan.
  • Membantu perawatan kanker
    Akar licorice diduga memiliki kandungan yang bisa mengobati penderita penyakit kanker, seperti kanker payudara, kanker lambung, dan kanker prostat. Akan tetapi, bukti klinis dan penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk mendukung dugaan tersebut.
  • Mengurangi permasalahan gigi
    Jika Anda mendengar klaim yang menyatakan bahwa pasta gigi dengan ekstrak licorice dapat mengatasi permasalahan gigi, Anda harus pikir dua kali sebelum membelinya. Karena menurut penelitian, memakai pasta gigi yang mengandung ekstrak licorice tidak membuat plak pada gigi berkurang. Begitu pula dengan permasalahan gigi lainnya, seperti radang gusi atau gusi berdarah.

Ada pula dugaan lain tentang manfaat licorice dalam mengatasi beberapa kondisi medis tertentu, seperti pendarahan, hepatitis, penyakit Addison, kolesterol tinggi, sindrom ovarium polikistik, infeksi, batuk, kram otot, menurunkan berat badan, sindrom iritasi usus besar, dan psoriasis. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas dan keamanan licorice dalam mengatasi kondisi-kondisi medis tersebut.

Ketahui Efek Sampingnya

Pada umumnya, konsumsi licorice yang terkandung di makanan dan minuman masih di anggap aman, asalkan masih sesuai dengan takaran. Begitu pula jika Anda mengoleskannya ke kulit, dengan catatan penggunaannya dalam waktu singkat. Tapi, pemakaian licorice dalam jumlah banyak dan jangka waktu lama tidak dianjurkan, sebab akan menimbulkan efek yang berbahaya, meliputi detak jantung tidak teratur, hipertensi, hipokalemia, kelumpuhan, dan kerusakan otak.

Selain itu, efek samping lain yang mungkin bisa terjadi akibat mengonsumsi licorice, antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Gangguan menstruasi.
  • Penumpukan cairan dan sodium di dalam tubuh.
  • Penurunan gairah seksual pada pria.

Perhatian juga untuk ibu hamil, Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi licorice. Pengonsumsiannya dalam dosis besar akan meningkatkan risiko kelahiran prematur, bahkan keguguran dan cacat janin. Meski belum diketahui secara pasti efeknya, Anda pun disarankan tidak mengonsumsi licorice ketika sedang menyusui.

Oleh karena itu, berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum memutuskan mengonsumsi licorice, dan selalu baca kandungan bahan yang tertera pada label kemasan produk obat maupun makanan.