Voxamed adalah obat untuk mengatasi gangguan pada kandung kemih, misalnya pada overactive bladder. Obat yang mengandung flavoxate ini dapat meredakan nyeri saat berkemih, kram perut, atau inkontinensia urine. Voxamed bisa diperoleh setelah berkonsultasi dengan dokter.
Voxamed mengandung flavoxate sebanyak 200 mg. Flavoxate dalam obat ini bekerja dengan cara melemaskan otot-otot polos di saluran kemih. Efek ini dapat mengurangi kram, nyeri, dan keinginan buang air kecil yang terlalu sering, misalnya pada kondisi overactive bladder (OAB).

Apa Itu Voxamed
| Bahan aktif | Flavoxate |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antimuskarinik atau antispasmodik |
| Manfaat | Meredakan gejala akibat gangguan pada kandung kemih, misalnya pada overactive bladder |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥12 tahun |
| Voxamed untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Jika Anda sedang hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini. | |
| Voxamed untuk ibu menyusui | Penggunaan flavoxate dalam jangka pendek atau dosis tunggal masih dibolehkan bagi ibu menyusui selama mengikuti saran dokter. Namun, untuk durasi lebih panjang diperlukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. |
| Perhatikan tanda-tanda yang timbul pada bayi, seperti berat badan tidak bertambah atau tidak kenyang saat menyusu, bila ibu menggunakan Voxamed. | |
| Bentuk obat | Kaplet salut selaput |
Peringatan sebelum Menggunakan Voxamed
Penggunaan Voxamed harus sesuai dengan resep dokter agar pengobatan menjadi optimal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini adalah:
- Informasikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Voxamed tidak boleh diberikan kepada pasien yang alergi terhadap flavoxate.
- Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami penyumbatan pada saluran cerna, perdarahan di saluran pencernaan, kesulitan menelan, penyakit ginjal, glaukoma, pembesaran kelenjar prostat (BPH), atau myasthenia gravis.
- Sampaikan kepada dokter mengenai semua obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda konsumsi. Hal ini untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Gunakanlah kacamata hitam apabila perlu beraktivitas di luar ruangan. Flavoxate dalam Voxamed dapat menyebabkan mata lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
- Jangan langsung melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan, seperti berkendara, setelah mengonsumsi Voxamed. Penggunaan obat ini dapat menyebabkan kantuk atau penglihatan kabur.
- Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Voxamed jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi atau efek samping serius setelah menggunakan Voxamed.
Dosis dan Aturan Pakai Voxamed
Dosis umum penggunaan Voxamed untuk mengatasi gangguan pada saluran kemih, yaitu:
- Dewasa dan anak usia ≥12 tahun: 200 mg, 3 kali sehari. Dosis alternatif, 100–200 mg, yang diberikan sebanyak 3–4 kali sehari.
Cara Menggunakan Voxamed dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan obat sebelum mengonsumsi Voxamed. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Supaya hasil pengobatan maksimal, ikutilah cara mengonsumsi Voxamed berikut ini:
- Voxamed bisa diminum sebelum atau sesudah makan. Jika timbul sakit perut, obat ini sebaiknya diminum setelah makan. Telan kaplet Voxamed secara utuh dengan bantuan air putih.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Voxamed, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Simpan Voxamed di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan menggunakan Voxamed yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Voxamed dengan Obat Lain
Kandungan flavoxate dalam Voxamed dapat menimbulkan efek interaksi bila digunakan bersama obat-obat lain. Interaksi yang mungkin terjadi antara lain:
- Peningkatan suhu tubuh dan penurunan kemampuan berkeringat jika digunakan bersama zonisamide dan topiramate
- Peningkatan risiko terjadinya pusing, kantuk, linglung, atau sulit berkonsentrasi bila digunakan bersama alprazolam, baclofen, atau fluoxetine
Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, berkonsultasilah ke dokter jika hendak menggunakan obat lain bersama Voxamed.
Efek Samping dan Bahaya Voxamed
Efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi Voxamed meliputi:
- Mual, muntah, atau sakit perut
- Mulut kering
- Pusing, kantuk, sakit kepala
- Sembelit
- Mata kering
- Penglihatan buram
Konsultasikan ke dokter lewat chat jika keluhan di atas tidak kunjung membaik atau malah memburuk. Dokter dapat memberikan saran dan obat untuk menangani efek samping tersebut.
Segera ke dokter bila terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti nyeri dada, jantung berdebar, sakit mata, sembelit berkepanjangan, atau mual dan muntah yang tidak kunjung berhenti.