Bahaya LSD bagi kesehatan patut untuk ditakuti. Penyalahgunaan obat ilegal ini terbukti dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan fisik dan mental, bahkan berisiko menyebabkan kematian.

Lysergic acid diethylamide (LSD) adalah jenis narkoba yang terbuat dari sari jamur yang tumbuh di tanaman gandum hitam dan biji-bijian. Narkoba yang kebanyakan beredar dalam bentuk kertas ini juga sering disebut dengan acid, trip, elsit, perangko, atau kertas dewa.

Waspadai Bahaya LSD - Alodokter

Berbeda dengan narkoba umumnya, LSD tidak menyebabkan ketagihan. Namun, bahaya LSD mengintai siapa pun yang menggunakannya dan berapa pun dosisnya. Efeknya bisa berbeda-beda, tergantung pada seberapa sering penggunaan, seberapa banyak, atau apakah ada obat lain yang diminum bersamaan.

Efek dan Bahaya LSD yang Perlu Diketahui

LSD termasuk dalam salah satu obat psikedelik yang paling kuat efeknya dalam mengutak-atik suasana hati dan pikiran penggunanya. Efek LSD biasanya dapat dirasakan dalam 30–45 menit setelah pemakaian dan bertahan selama 4–12 jam. Berikut adalah efek dan bahaya LSD yang bisa terjadi:

Efek LSD pada otak atau persepsi

LSD dapat membuat seseorang merasa bahagia dan nyaman. Selain itu, pengguna LSD juga bisa mengalami:

  • Sinestesia atau fenomena ketika indera perasa terhubung dengan satu sama lain, sehingga ia bisa menglihat warna-warna seiring dengan mendengarkan musik
  • Halusinasi, yaitu mendengar atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada.Kkebanyakan yang dilihat berupa sesuatu yang berpola dan berwarna indah
  • Sulit berkonsentrasi dan bingung akan sekitar

Meski kebanyakan menyenangkan, terkadang efek LSD terhadap persepsi juga bisa berupa pengalaman mengerikan. Efek ini disebut dengan bad trip dan tidak ada yang tahu bagaimana bad trip bisa terjadi.

Sekali terjadi, bad trip tidak dapat dihentikan. Pada bad trip, pengguna LSD bisa melihat atau mendengar hal-hal yang mengerikan dan membuatnya panik, takut, bahkan sampai ingin menyakiti dirinya sendiri.

Efek LSD pada tubuh

Selain dapat mengubah persepsi seseorang, LSD juga dapat menyebabkan berbagai macam keluhan fisik, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Berdebar-debar atau detak jantung tidak teratur (aritmia)
  • Bernapas lebih cepat
  • Kepanasan
  • Berkeringat, mengigil, dan memerah wajahnya

Risiko dan Bahaya LSD selepas Penggunaannya

Pada hari-hari setelah menggunakan LSD, pengguna masih akan merasakan efek sisa dari LSD, di antaranya:

  • Insomnia
  • Kelelahan
  • Nyeri tubuh dan otot
  • Depresi

LSD tidak bisa membuat ketagihan atau sakau. Namun, karena LSD dapat menimbulkan perasaan bahagia, seseorang yang pernah menggunakannya bisa saja mengidamkan rasa bahagia itu kembali, bahkan mungkin dalam intensitas yang lebih besar.

Inilah yang membuat pengguna LSD berisiko mengalami overdosis. Bila seseorang overdosis LSD, bahaya yang lebih parah akan sangat mungkin terjadi. Beberapa gejala overdosis yang bisa dialami antara lain:

  • Kejang
  • Rasa panik berlebih
  • Panaroia atau rasa takut yang tidak wajar
  • Muncul ide-ide tidak masuk akal dan tidak wajar
  • Perilaku berisiko atau nekat, seperti berlari menyebrang jalan tanpa peduli dengan kendaraan yang lewat

Bahaya LSD Jangka Panjang

Seseorang biasanya akan berhenti menggunakan LSD dengan sendirinya. Namun, orang yang pernah menggunakan LSD secara teratur biasanya akan mengalami gejala kilas balik.

Gejala ini bisa terjadi berminggu-minggu, bahkan bertahun-tahun, setelah LSD terakhir dikonsumsi. Pemicunya antara lain stres, kelelahan, atau olahraga. Pada saat itu, seseorang akan mengalami kilas balik pengalaman ketika menggunakan LSD, baik yang menyenangkan maupun menakutkan.

Gejala yang terjadi biasanya adalah halusinasi visual yang disertai perubahan emosi dan persepsi terhadap sekitar. Jika terjadi di tengah aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, misalnya menyetir atau olahraga ekstrem, gejala ini tentu bisa mencelakakan penggunanya maupun orang lain.

Meski tidak menyebabkan ketagihan seperti narkoba pada umumnya, bahaya LSD bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan. Bila Anda atau teman dan keluarga Anda sudah terlanjur menggunakannya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan dan terapi yang tepat.