Merasa ada denyutan di perut serta nyeri hebat yang tidak dapat dijelaskan pada perut atau punggung? Waspadalah, bisa jadi ini gejala Anda mengalami aneurisma aorta abdominal atau pembesaran pada bagian pembuluh darah aorta di dalam perut.

Aneurisma aorta abdominalis (AAA) merupakan pembesaran pada pembuluh darah aorta abdominalis, yaitu pembuluh darah besar yang berfungsi mengalirkan darah beroksigen dari jantung menuju rongga dada dan perut. Apabila pembesaran aorta abdominalis tidak terdeteksi sejak dini, pembuluh darah tersebut akan membesar dan berisiko pecah, serta mengakibatkan pendarahan internal serta komplikasi, serius seperti syok hipovolemik yang dapat berisiko fatal jika tidak segera tertangani. Pembesaran pembuluh aorta abdominalis bisa juga disebabkan karena penyakit tertentu, seperti tumor, pseudokista pankreas, dan gagal jantung.

Waspadai, Perut Berdenyut Gejala Pelebaran Aorta - Alodokter

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, namun lebih sering dialami pria berusia 65-75 tahun. Hal ini berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat, misalnya merokok. Untuk mendiagnosis kondisi ini diperlukan pemeriksaan medis, seperti pemeriksaan fisik dan pencitraan pada rongga perut.

Gejala Aneurisma Aorta Perut

Aneurisma aorta perut sering berkembang secara lambat dan biasanya tanpa gejala, sehingga sulit untuk dideteksi. Namun, ada beberapa tanda dan gejala yang mungkin dapat Anda rasakan ketika mengalami kondisi ini, yaitu:

  • Perut berdenyut di sekitar pusar.
  • Nyeri pada perut yang terasa dari dalam dan secara terus menerus.
  • Nyeri pada punggung bagian bawah.
  • Pusing.
  • Pucat dan berkeringat.
  • Jantung berdebar dengan cepat.
  • Sesak napas.
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan.

Jika Anda mengalami perut berdenyut dan nyeri hebat di perut serta punggung bagian bawah seperti yang telah disebutkan di atas, atau jika terdapat tanda-tanda perdarahan, seperti kaki tangan terasa dingin dan lemas yang terjadi dengan cepat, Anda disarankan untuk segera ke rumah sakit, agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan secepatnya.

Faktor Risiko Aneurisma Aorta Perut

Meskipun penyebab pasti kondisi aneurisma aorta perut hingga kini masih belum diketahui, namun sejumlah faktor dapat berperan dalam timbulnya kondisi ini, di antaranya:

  • Pengerasan arteri (aterosklerosis)
    Aterosklerosis muncul akibat penumpukan lemak dan komponen pembentuk plak di dinding pembuluh darah, yang dapat meningkatkan risiko aneurisma aorta perut.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
    Hipertensi dapat merusak dan melemahkan dinding aorta dan meningkatkan risiko aneurisma aorta perut.
  • Merokok
    Merokok dapat meningkatkan risiko aneurisma aorta, merusak aorta, serta melemahkan dinding aorta. Kebiasaan ini juga diduga berhubungan dengan kejadian pecahnya pembuluh darah aorta.
  • Penyakit pembuluh darah di aorta
    Aneurisma aorta juga dapat dipicu oleh penyakit yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah aorta.
  • Infeksi
    Infeksi pada pembuluh darah aorta dapat menyebabkan aneurisma, namun kondisi ini jarang terjadi. Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.
  • Cedera di dinding perut
    Luka atau benturan akibat kecelakaan bisa memicu terjadinya aneurisma aorta perut.
  • Faktor keturunan
    Dalam beberapa kasus, aneurisma aorta perut dapat terjadi secara turun-temurun, dan diduga berhubungan dengan mutasi genetik. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang berisiko lebih tinggi terkena aneurisma aorta perut, jika memiliki anggota keluarga yang juga menderita penyakit ini.

Penanganan Medis Aneurisma Aorta Perut

Sebelum melakukan tindakan pembedahan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang untuk menentukan diagnosis dan metode perawatan yang akan digunakan. Pemeriksaan ini meliputi, USG perut, CT scan, MRI, Rontgen, echocardiogram, dan angiografi. Hal ini dilakukan untuk memeriksa ukuran dan bentuk aneurisma Anda.

Pengobatan aneurisma aorta perut biasanya tergantung pada ukuran pembesaran dan seberapa cepat pertumbuhannya. Bila aneurisma aorta perut Anda berukuran kecil atau sedang, dan tidak menimbulkan gejala, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan medis rutin setiap tiga bulan atau setahun sekali. Hal ini dilakukan untuk memantau agar pembuluh darah tidak semakin membesar.

Sementara, bila aneurisma berukuran besar (sekitar 5 hingga 5,5 cm), dokter akan merekomendasikan tindakan operasi untuk mengatasi pembesaran pada pembuluh darah aorta. Selain itu, operasi juga disarankan jika Anda mengalami gejala, seperti perut berdenyut dan nyeri di sekitar perut hingga ke punggung bawah.

Tindakan operasi darurat akan dilakukan untuk menangani pecahnya aneurisma aorta perut. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan berat yang dapat mengancam nyawa.

Pencegahan Aneurisma Aorta Perut

Untuk mengurangi risiko pembesaran pada pembuluh darah aorta, Anda dapat memulainya dengan melakukan pola hidup sehat. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko pembengkakan pembuluh darah aorta, di antaranya:

  • Berhenti merokok.
  • Mulailah mengonsumsi makanan sehat dan mengurangi makanan berlemak.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Mengurangi konsumsi minuman beralkohol.

Selain itu, jika Anda memiliki riwayat penyakit lain yang dapat meningkatkan risiko pembengkakan aorta, seperti tekanan darah tinggi, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter agar faktor yang meningkatkan risiko penyakit ini dapat cepat ditangani.

Jika Anda merasakan gejala perut berdenyut disertai nyeri perut hebat yang tidak kunjung hilang, disarankan segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan menghindari terjadinya komplikasi yang fatal.