Zinc sirup adalah suplemen mineral yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan zinc pada tubuh, terutama pada anak-anak. Zinc bermanfaat untuk mendukung daya tahan tubuh, membantu proses tumbuh kembang anak, serta mempercepat pemulihan pada diare. Zinc sirup umumnya tersedia sebagai obat bebas yang dapat diperoleh tanpa resep dokter.

Zinc merupakan mineral esensial yang berperan penting dalam berbagai proses metabolisme tubuh. Kekurangan zinc dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan daya tahan tubuh, dan penyembuhan luka yang lebih lambat. Pada anak-anak yang mengalami diare, pemberian zinc sirup juga terbukti dapat mempercepat pemulihan dan menurunkan risiko terjadinya diare berulang.

Zinc Sirup

Merk zinc sirup: Imufor Plus, Graphace Sirup, Zenfit, L-Cal Grow, L-Zinc, Zincpro, Zircum Kid

Apa Itu Zinc Sirup

Golongan Obat bebas
Kategori Suplemen mineral
Manfaat Memenuhi kebutuhan zinc, mempercepat pemulihan diare, membantu pertumbuhan dan daya tahan tubuh
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Zinc sirup untuk ibu hamil Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan obat terhadap ibu hamil maupun janin. Oleh karena itu, obat ini tidak  boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, kecuali jika disarankan oleh dokter.
Zinc sirup untuk ibu menyusui Zinc sirup umumnya aman digunakan ibu menyusui selama sesuai anjuran dokter.
Bentuk obat Sirup 

Peringatan sebelum Menggunakan Zinc Sirup

Meskipun mudah didapatkan, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan zinc sirup, di antaranya:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Zinc sirup tidak boleh diberikan kepada seseorang yang alergi terhadap suplemen mineral ini.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang pernah atau menderita penyakit ginjal atau defisiensi tembaga.
  • Batasi konsumsi alkohol selama menjalani pengobatan dengan zinc sirup  karena bisa menurunkan penyerapan suplemen ini.
  • Diskusikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal lainnya.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat setelah mengonsumsi zinc sirup.

Dosis dan Aturan Pakai Zinc Sirup

Berikut adalah dosis zinc berdasarkan kondisi yang ditangani:

Kondisi: Defisiensi atau kekurangan zinc

  • Dewasa: 50 mg, 1 kali sehari.
  • Anak usia 1–3 tahun: 5 mg, 1 kali sehari.
  • Anak usia 4–8 tahun: 10 mg, 1 kali sehari
  • Anak usia 9–13 tahun: 10–20 mg, 1 kali sehari.

Kondisi: Diare akut

  • Anak usia <6 bulan: 10 mg, 1 kali sehari dengan durasi pengobatan selama 10–14 hari, bahkan ketika diare sudah sembuh.
  • Anak usia 6 bulan–5 tahun: 20 mg, 1 kali sehari dengan durasi pengobatan selama 10–14 hari, bahkan ketika diare sudah sembuh.

Cara Menggunakan Zinc Sirup dengan Benar

Pastikan untuk mengonsumsi zinc sirup sesuai petunjuk pada kemasan. Bila perlu, diskusikan dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat sesuai kondisi Anda. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan guna menghindari efek samping.

Berikut adalah panduan mengonsumsi zinc sirup yang benar:

  • Konsumsilah zinc sirup 1–2 jam sesudah makan. Namun, jika menyebabkan rasa mual, zinc dapat dikonsumsi bersama makanan.
  • Kocok botol zinc sirup sebelum obat dikonsumsi. Gunakan sendok takar atau pipet yang tersedia di dalam kemasan obat. Jangan gunakan sendok biasa karena dosisnya bisa tidak tepat.
  • Hindari mengonsumsi zinc bersamaan dengan makanan atau minuman tinggi kalsium dan fosfor, seperti susu, yogurt, sereal, atau minuman bersoda. Beri jeda sekitar 1–2 jam agar penyerapan zinc tetap optimal.
  • Suplemen vitamin dan mineral dikonsumsi untuk melengkapi asupan vitamin dan mineral, terutama ketika asupan nutrisi dari makanan tidak cukup. Perlu diingat, suplemen hanya sebagai pelengkap, bukan sebagai pengganti nutrisi dari makanan.
  • Simpan zinc sirup di tempat yang terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan suplemen ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Zinc Sirup dengan Obat Lain

Berikut ini adalah sejumlah interaksi yang dapat terjadi jika zinc sirup dikonsumsi bersama obat lain:

  • Penurunan penyerapan kedual mineral jika zinc digunakan bersama suplemen kalsium, tembaga, atau zat besi, terutama dalam dosis tinggi
  • Penurunan penyerapan dan efektivitas antibiotik tetracycline atau antibiotik quinolone jika dikonsumsi bersamaan atau dalam waktu dekat dengan zinc

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana mengonsumsi zinc sirup bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Zinc Sirup

Zinc sirup umumnya aman jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan dan jarang menimbulkan efek samping. Namun, sebagian orang dapat mengalami keluhan, seperti mual, muntah, diare, sakit perut, atau muncul rasa seperti logam di mulut. Sementara itu, penggunaan dalam dosis berlebihan dapat menyebabkan demam, batuk, nyeri perut, serta tubuh terasa lelah atau lemas.

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami efek samping di atas selama menggunakan zinc sirup. Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat setelah mengonsumsi zinc sirup.