5 Fakta yang Harus Diketahui tentang BPJS Kesehatan

Sistem jaminan sosial nasional yang berlaku di Indonesia saat ini dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  BPJS Kesehatan merupakan salah satu layanan penting untuk masyarakat. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diketahui agar memperoleh layanan secara maksimal dari BPJS Kesehatan.

BPJS wajib untuk seluruh warga Indonesia dan warga negara asing yang berada di Indonesia minimal 6 bulan. Hal ini sesuai dengan pasal 14 UU Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011. Iuran dibayar sesuai dengan tingkat manfaat dan disediakan program Bantuan Iuran khusus warga miskin.

5 Fakta yang harus diketahui tentang BPJS kesehatan - alodokter

Polling yang dilakukan salah satu media daring menyebutkan, kepuasan peserta BPJS kesehatan tak lebih dari 39 persen. Keluhan yang diterima oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengenai BPJS antara lain penolakan rumah sakit terhadap pasien BPJS, kesulitan prosedur, pengobatan yang tidak tuntas, pelayanan dokter yang tidak maksimal, antrian yang panjang pada unit gawat darurat, serta tidak dibayarkan fasilitas laboratorium.

Untuk mendapatkan pelayanan BPJS secara maksimal, berikut beberapa fakta tentang BPJS Kesehatan yang perlu diketahui :

  • Tidak sebagaimana asuransi kesehatan dari pihak swasta yang umumnya memiliki batasan dan syarat beberapa jenis penyakit, BPJS Kesehatan dirancang untuk menanggung segala jenis penyakit..BPJS Kesehatan akan menanggung anggota BPJS dari seluruh jenjang usia pasien dan semua tingkat keparahan penyakit yang diderita. Pada tahun 2019 mendatang, diharapkan seluruh warga Indonesia sudah menjadi anggota BPJS Kesehatan.
  • BPJS Kesehatan menganut pola rujukan berjenjang, sehingga tidak bisa bebas memeriksakan diri di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang diinginkan. Pertama, pasien harus berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu puskesmas, klinik, atau dokter praktik perorangan yang bekerjasama dengan BPJS. Kemudian, jika fasilitas kesehatan tersebut tidak sanggup, maka akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.
  • Keterbatasan rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS, membuat anggota BPJS seringkali harus mengantri untuk mendapatkan pelayanan. Meskipun demikian kini semakin banyak rumah sakit yang melayani peserta BPJS Kesehatan. Hal ini mempertimbangkan, sisi positif BPJS Kesehatan adalah dokter dan rumah sakit memiliki kepastian biaya pengobatan.
  • Sebagian pasien memerlukan layanan tambahan yang tidak dapat disediakan oleh rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS, misalnya laboratorium. Sementara, biaya yang dikeluarkan untuk layanan tersebut cukup tinggi. Yang perlu diketahui, obat dan pemeriksaan laboratorium juga termasuk dalam layanan BPJS Kesehatan. Pasien tidak perlu membayar lagi untuk layanan tersebut, kecuali dianggap tidak sesuai dengan prosedur atau ketentuan.
  • Penarikan biaya terhadap pasien BPJS antara lain jika peserta meminta fasilitas lebih tinggi dari hak yang seharusnya diperoleh. Misalnya, ketika pasien meminta kelas perawatan lebih tinggi dari hak yang dimilikinya. Untuk itu, pasien perlu memberitahukan hal tersebut kepada pihak BPJS Kesehatan dan petugas rumah sakit.

Penting untuk mengetahui prosedur yang tepat untuk memperoleh pelayanan optimal dari BPJS Kesehatan. Peroleh informasi lebih lanjut di situs resmi BPJS Kesehatan http://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/ atau hubungi perwakilan BPJS Kesehatan terdekat.