Asam Kojic, Andalan Wanita Memutihkan Kulit

Kulit putih berseri masih menjadi impian sebagian besar kaum hawa. Kulit dapat mencerminkan tubuh sehat, selain itu sebutan cantik kerap tertuju pada wanita dengan penampilan kulit yang cerah.

Asam kojic (kojic acid) yang berasal dari Jepang, kini telah menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan untuk memutihkan kulit. Tapi apa yang dimaksud dengan asam kojic dan bagaimana menggunakannya dengan tepat?

asam kojic andalan wanita memutihkan kulit - alodokter

Asam kojic adalah zat berwarna putih yang menyerupai tepung. Terdiri dari kristal-kristal kecil, diperoleh dari jamur. Penggunaan asam kojic untuk produk perawatan kulit mulai dilakukan sejak tahun 1989. Sebelum dimanfaatkan untuk produk perawatan kecantikan, asam kojic hanyalah hasil sampingan dari proses fermentasi produksi minuman beralkohol sake.

Memanfaatkan Asam Kojic

Asam kojic merupakan zat penghambat ringan yang memengaruhi pembentukan pigmen pada tanaman dan jaringan hewan. Kini asam kojic banyak digunakan untuk mengawetkan makanan dan produk kosmetik.

Terutama untuk produk perawatan kulit, asam kojic berfungsi sebagai pemutih kulit. Asam kojic akan menekan produksi pigmen yang disebut melanin dari sel yang disebut melanosit. Pada orang yang berkulit putih, hanya sedikit melanin yang terbentuk oleh melanosit. Sebaliknya, produksi melanosit akan terbentuk lebih banyak pada orang yang berkulit gelap.

Asam kojic terutama digunakan dalam produk kecantikan dengan manfaat sebagai berikut.

  • Menghilangkan tanda-tanda hiperpigmentasi, seperti pada bekas jerawat, bercak-bercak akibat penuaan, bintik-bintik, lingkaran gelap di bawah mata, dan noda hitam
  • Mengatasi melasma, gangguan kulit yang paling umum pada wanita dengan kulit yang gelap. Biasanya terjadi pada wanita hamil dan pada wanita yang memeroleh hormon tambahan, seperti pil KB dan terapi pergantian hormon.
  • Antipenuaan alami berkat kemampuan asam kojic mengikat zat besi.
Hasil dari penggunaan asam kojic tergantung dari konsentrasi bahan aktif di dalam produk, mulai dari beberapa minggu hingga bulan, sampai benar-benar menunjukkan hasil. Pada jenis kulit berminyak, kemungkinan akan membutuhkan waktu yang lebih lama serta penggunaan yang lebih sering untuk mendapatkan kulit lebih putih.

Tidak hanya bermanfaat untuk wajah, krim yang berbahan asam kojic ini dapat juga dipergunakan untuk mencerahkan warna kulit pada berbagai bagian tubuh, misalnya bagian bawah lengan, lutut, leher, siku, tangan, dan kaki.

Zat yang Digunakan Bersama Asam Kojic

Asam kojic umumnya ditemukan dalam produk kosmetik bersama-sama dengan bahan lain, bukan sebagai bahan tunggal. Hal ini dikarenakan senyawa asam kojic bersifat tidak stabil ketika digunakan dalam produk kosmetik. Jika tidak dipadukan dengan zat-zat tambahan lain, asam kojic berpotensi berubah warna menjadi cokelat.

Untuk produk kosmetik yang bertujuan mencerahkan warna kulit akibat hiperpigmentasi, biasanya krim berbahan asam kojic digunakan secara bersamaan dengan asam glikolat.

Sedangkan untuk meringankan penggelapan kulit yang disebabkan oleh kondisi melasma, biasanya produk kosmetik akan memakai bahan asam kojic dan asam glikolat, ditambahkan dengan hydroquinone.

Yang kemudian perlu diperhatikan adalah penggunaan zat turunan asam kojic, yaitu kojic dipalmitate. Meski lebih stabil dibandingkan asam kojic ketika digunakan dalam produk kosmetik, kojic dipalmitate belum terbukti secara efektif mencerahkan kulit. Sehingga belum tentu memiliki manfaat yang sama, termasuk dalam upaya mengatasi hiperpigmentasi.

Risiko Efek Samping

Krim berbahan asam kojic dianggap lebih aman dari hydroquinone, namun tetap ada kemungkinan dapat memicu iritasi pada orang yang memiliki kulit sensitif. Sebelum menggunakannya, Anda dapat melakukan tes terlebih dahulu.

Bagi sebagian orang, krim dengan kandungan asam kojic dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi. Ditandai dengan gejala-gejala seperti, kulit gatal, memerah dan benjolan-benjolan.

Jika Anda mengalami hal tersebut ketika menggunakan produk asam kojic, segera konsultasi pada dokter kulit atau ahli dermatologi. Untuk mengatasi kondisi tersebut, umumnya dokter akan memberikan krim kortikosteroid.

Gunakanlah krim berbahan asam kojik dengan dosis yang sesuai. Jika hasil dari krim asam kojic sudah pada tahap yang diinginkan, Anda dapat mulai mengurangi jumlah pemakaian. Pakailah hanya dua atau tiga kali dalam satu minggu, untuk menjaga tingkat kecerahan kulit.

Perlu diingat bahwa semua produk pemutih kulit, termasuk yang mengandung asam kojic, akan membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Sehingga penting memakai tabir surya, dan gunakan juga pelindung wajah, seperti topi atau payung sebelum beraktivitas.

Ketika Anda memutuskan untuk menggunakan produk berbahan asam kojic, perhatikan label yang menunjukkan tujuan dan masa penggunaan, serta bahan-bahan lain yang terkandung. Untuk menghindari risiko, sebaiknya pilih produk yang pada labelnya tertera hypoallergenic, tidak menimbulkan komedo (non-comedogenic), dan tidak beracun (non-photo toxic) pada label.

Jika Anda membeli produk asam kojic sebagai produk perawatan kulit profesional, disarankan bagi Anda untuk berkonsultasi kepada dokter ahli di sana. Jika Anda menggunakan produk asam kojic yang dibeli secara bebas, segera konsultasikan kepada dokter kulit ketika terjadi efek samping, seperti kulit kemerahan, gatal, dan sebagainya. Jangan sembarangan menggunakan produk pemutih, pilih yang sesuai untuk kulit Anda.