Atur Keuanganmu dengan Baik Agar Terhindar dari Stres

Uang diyakini bernilai lebih dari sekadar alat untuk mencapai tujuan. Tidak heran bila perilaku kita sulit dijelaskan oleh nilai kegunaan uang. Banyak orang yang terus mencari uang seolah-olah yang telah didapatkannya tidak pernah cukup. Demikian saktinya, hingga uang bisa menjadi salah satu penyebab utama kemunculan stres. Oleh karena itu sangat diperlukan kemampuan untuk mengelola keuangan dengan baik agar terhindar dari stres.

Penelitian menunjukkan memang ada keterkaitan antara kesehatan keuangan dengan kesehatan psikis. Seakan-akan keduanya saling melengkapi sehingga tidak diketahui secara pasti mana yang merupakan sebab dan mana yang merupakan akibat. Sebagian pakar berpendapat bahwa seseorang yang kerap mencemaskan masalah keuangan, dapat meningkatkan stres dan risiko munculnya masalah kesehatan psikis. Sementara sebagian pakar lainnya berargumen bahwa masalah kesehatan psikis yang mengganggu manajemen keuangan dapat berakibat kepada penurunan pengendalian diri dan memicu lebih banyak belanja. Bahkan lebih jauh lagi, kesehatan psikis dapat mengganggu performa kerja yang akhirnya menurunkan pendapatan dan meningkatkan kesulitan membayar rutinitas tagihan.

atur keuanganmu dengan baik agar terhindar dari stres - alodokter

Terlepas dari perdebatan yang tidak berakhir, ibarat membahas mana yang lebih dahulu antara ayam dan telur, pengendalian diri dan manajemen keuangan memang mengambil porsi tersendiri di dalam pikiran kita. Kerja otak pun tidak bisa dibilang ringan ketika kita memikirkan tentang membayar belanjaan sehari-hari, cicilan rumah, tagihan bulanan, maupun tabungan. Dibutuhkan banyak kekuatan otak yang dikerahkan hanya khusus untuk membuat keputusan keuangan. Keputusan semacam ini, besar ataupun kecil, membutuhkan tekad atau willpower. Namun ibarat daya tahan otot, tekad pun bisa mengalami kelelahan dan kehilangan kekuatannya bila kita memforsir kerjanya.

Sebuah penelitian menemukan bahwa tekad yang lemah menjadikan kita kurang mampu mengendalikan pengeluaran. Dengan demikian, orang yang bertekad lemah akibat terlalu sering diforsir untuk mengendalikan diri, lebih cenderung menghabiskan jumlah uang yang lebih banyak dan membeli barang-barang tambahan yang tidak bersifat darurat atau penting, dibandingkan dengan mereka yang tidak memforsir tekadnya. Solusinya hanya satu, kita mesti mampu mengatur tekad dan pengendalian diri demi menjaga kesehatan, baik finansial maupun mental.

Beberapa langkah berikut bisa kita tempuh dalam upaya membangun pengendalian diri untuk mengontrol pemasukan, penyimpanan, dan pengeluaran.

Ubah sistem penyimpanan uangmu di bank mulai dari sekarang

Aturlah rekening investasi atau tabungan yang menarik dana secara otomatis dari gajimu. Dengan begini, kamu tidak perlu bimbang dan justru membelanjakan untuk hal yang tidak perlu ketika gajimu sudah di tangan. Penelitian menunjukkan bahwa cara efektif dalam menyimpan lebih banyak uang adalah dengan menempatkan uangmu di rekening yang mengharuskanmu menunggu beberapa waktu atau mencapai jumlah target tertentu sebelum dananya bisa ditarik.

Membuat prioritas dalam menyelesaikan masalah

Hindari memikirkan berbagai masalah keuangan sekaligus dalam satu waktu. Buatlah skala prioritas dan fokuslah pada penyelesaian satu masalah terlebih dahulu. Penelitian menunjukkan bahwa tekad atau willpower dapat dengan mudah terkuras bila kita mengambil terlalu banyak keputusan sekaligus.

Menahan pengeluaran untuk belanja di luar anggaran

Untuk membantumu mengatur pengeluaran, sebisa mungkin hindari beraktivitas di area pusat pembelanjaan. Bila memang harus meeting atau ada keperluan ke mal, upayakan hanya membawa uang tunai sesuai budget yang dibutuhkan. Tinggalkan kartu debit dan kartu kredit di rumah untuk menghindari kesempatan berbelanja secara impulsif.

Tidak peduli mana yang datang lebih dahulu, antara masalah finansial dan masalah kesehatan psikis, menyelesaikan keduanya secara bersama-sama bisa menjadi solusi yang tepat. Bila keuanganmu sehat, maka lebih mudah bagimu untuk memperbaiki kesehatan psikis. Dan sebaliknya, pada saat psikismu dalam keadaan sehat, maka lebih mudah bagimu untuk mengelola keuangan agar lebih baik.

Bila kamu adalah seseorang yang tidak memiliki masalah dengan keuangan dan kesehatan psikis, tetap merupakan hal yang baik untuk memperhatikan kesehatan keuangan dan psikis.

Seorang pakar keuangan mengajarkan cara yang paling efektif untuk mendapat kebahagiaan dari uang adalah dengan membaginya untuk kebaikan orang lain. Mulai dari membeli hadiah kecil untuk kerabat hingga berkontribusi kepada sesuatu yang lebih besar untuk masyarakat. Bentuk pemberian ini bisa bersifat suka rela sebagai donasi amal, maupun tidak secara suka rela ketika membayar pajak, investasi, atau lainnya. Apa pun wujudnya, otak menunjukkan respons yang sama pada area sistem penghargaan (dopamine reward system). Para dermawan yang telah membuktikan hal ini antara lain, Bill Gates, Andrew Carnegie, dan Mark Zuckenberg. Selain itu, cobalah untuk bersikap optimis dalam mengelola uang. Orang yang optimis cenderung menjadi lebih tahan banting, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, dan hidup panjang umur.