Perlu diketahui bahwa autisme tidak bisa disembuhkan. Namun, terapi dan pendampingan yang tepat dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi, interaksi sosial, perilaku, dan kemandirian anak. Selain itu, terapi juga dapat membantu anak beradaptasi dengan lingkungan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal.
Berikut adalah beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan:
Terapi Perilaku dan Komunikasi
Terapi ini bertujuan untuk membantu anak mempelajari keterampilan sosial, komunikasi, dan perilaku sehari-hari. Salah satu metode yang sering digunakan adalah applied behavior analysis (ABA).
Terapi analisis perilaku terapan membantu anak mempelajari perilaku yang lebih adaptif, meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial, serta mengurangi perilaku yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Terapi Wicara
Terapi wicara dilakukan untuk membantu meningkatkan kemampuan berbicara, memahami bahasa, dan berkomunikasi. Terapi ini dapat membantu anak mengucapkan kata dengan lebih jelas, memahami instruksi sederhana, menyusun kalimat, serta mengungkapkan kebutuhan dan emosinya dengan lebih baik.
Selain itu, terapi wicara juga dapat melatih kemampuan anak dalam melakukan komunikasi dua arah dan meningkatkan interaksi sosial sehari-hari.
Terapi Okupasi
Terapi okupasi bertujuan membantu anak lebih mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti makan, berpakaian, mandi, menulis, atau menggunakan alat tertentu.
Terapi Sensori Integrasi
Sebagian anak dengan autisme memiliki sensitivitas berlebihan terhadap suara, cahaya, sentuhan, atau tekstur tertentu. Terapi sensori integrasi bertujuan membantu anak beradaptasi dengan rangsangan sensorik sehingga mereka lebih nyaman saat beraktivitas.
Terapi ini dapat membantu mengurangi ketakutan anak terhadap suara keras, ketidaknyaman saat disentuh, kebiasaan menutup telinga, serta gangguan konsentrasi akibat sensory overload.
Developmental, individual differences, relationship-based approach (DIR)
DIR atau yang biasa disebut floortime adalah terapi yang berfokus pada perkembangan emosi, kemampuan sosial, dan hubungan anak dengan orang lain. Terapi ini dilakukan dengan mengikuti minat dan aktivitas yang disukai anak, kemudian membangun interaksi secara bertahap melalui permainan dan komunikasi.
Treatment and education of autistic and related communication-handicapped children (TEACCH)
Treatment and education of autistic and related communication-handicapped children (TEACCH) adalah metode terapi dan pendidikan khusus yang dirancang untuk membantu anak lebih mandiri dan mudah memahami lingkungan sekitarnya.
Metode TEACCH menggunakan struktur dan jadwal yang teratur agar anak merasa lebih nyaman dan tidak bingung saat beraktivitas. Terapi ini menggunakan petunjuk visual, seperti gambar, yang menunjukkan tahapan dalam melakukan sesuatu.
TEACCH akan membantu anak memahami tahapan aktivitas sehari-hari, seperti memakai pakaian, merapikan barang, atau mengikuti rutinitas tertentu secara mandiri.
The picture exchange communication system (PECS)
Seperti TEACCH, PECS juga menggunakan petunjuk visual untuk membantu anak memahami dan menyampaikan keinginan, kebutuhan, maupun emosinya. Metode ini memudahkan anak autisme yang mengalami kesulitan komunikasi verbal untuk berinteraksi dengan orang lain secara lebih efektif dan terarah.
PECS banyak digunakan pada anak autisme yang belum bisa berbicara atau memiliki keterbatasan komunikasi verbal. Dengan bantuan gambar, anak dapat lebih mudah menyampaikan apa yang diinginkannya kepada orang lain.
Terapi Keluarga
Keluarga memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak dengan autisme. Oleh sebab itu, terapi keluarga dibutuhkan untuk membantu orang tua dan anggota keluarga memahami kondisi anak, cara berkomunikasi yang tepat, serta cara mendampingi dan melatih kemampuan anak dalam aktivitas sehari-hari.
Keluarga akan belajar cara berinteraksi dengan pasien agar dapat mengajarkan cara berkomunikasi dan berperilaku. Dengan begitu, anak dapat merasa lebih nyaman, aman, dan didukung selama menjalani terapi maupun aktivitas sehari-hari.
Obat-obatan
Sebenarnya, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan autisme. Namun, dokter dapat memberikan obat untuk membantu mengurangi gejala tertentu yang sering menyertai autisme.
Jenis obat yang dapat diberikan, antara lain:
- Obat antipsikotik, seperti risperidone atau aripiprazole, untuk mengatasi masalah perilaku
- Obat antikejang, seperti valproic acid untuk mengatasi kejang
- Antidepresan, seperti fluoxetine atau sertraline, untuk meredakan gangguan kecemasan, perilaku obsesif, atau gangguan mood
- Melatonin, untuk mengatasi gangguan tidur
- Methylphenidate, untuk membantu mengurangi hiperaktif dan meningkatkan fokus
Autisme merupakan kondisi jangka panjang sehingga terapi biasanya perlu dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. Kemajuan terapi pada setiap anak dapat berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan gejala, usia saat terapi dimulai, serta dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.
Makin cepat autisme terdeteksi dan ditangani, makin besar peluang anak untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, sosial, dan kemandirian dengan lebih baik.
Oleh karena itu, jika Anda melihat tanda autisme pada anak, segera konsultasikan ke dokter. Untuk mempermudah pemeriksaan, Anda juga dapat membuat janji konsultasi melalui fitur booking dokter di ALODOKTER.