Saat anak memiliki kemampuan bicara yang tidak optimal atau tidak sesuai dengan usianya, maka kemungkinan ia membutuhkan terapi wicara. Terapi wicara merupakan metode yang bertujuan meningkatkan kemampuan bicara serta memahami dan mengekspresikan bahasa.

Selain bahasa yang bersifat verbal, terapi wicara juga mencakup bentuk bahasa nonverbal. Untuk mengoptimalkan metode ini, terapi wicara akan meliputi dua hal. Hal yang pertama dilakukan adalah mengoptimalkan koordinasi mulut agar mampu menghasilkan suara untuk membentuk kata-kata. Olah mulut ini juga penting agar anak mampu membuat kalimat, termasuk kemampuan dalam artikulasi, kelancaran, dan pengaturan volume suara.

Berikan Terapi Wicara untuk Si Kecil pada Kondisi Ini - Alodokter

Hal kedua yang akan dikembangkan adalah pemahaman berbahasa dan upaya mengekspresikan bahasa. Tidak hanya ditujukan pada gangguan bicara atau memahami bahasa, kini terapi wicara juga telah diaplikasikan untuk membantu menangani kondisi lain seperti gangguan menelan.

Gangguan Komunikasi yang Membutuhkan Penanganan Terapi Wicara

Pada dasarnya, gangguan komunikasi yang bisa menimpa anak dan membutuhkan terapi wicara adalah terganggunya kemampuan bicara anak. Gangguan bicara yang mungkin membutuhkan terapi wicara adalah:

  • Kelancaran bicara anak yang terganggu
    Yang termasuk ke dalam gangguan jenis ini adalah gagap. Gangguan ini bisa berupa terjadinya pengulangan suku kata atau ucapan yang terhenti pada huruf-huruf tertentu.
  • Terganggunya artikulasi
    Yaitu kesulitan anak dalam menghasilkan suara atau mengucapkan suku kata tertentu secara jelas. Kedua kondisi semacam ini menyebabkan orang lain yang mendengar tidak mampu memahami apa yang dikatakannya.
  • Ketidakjelasan suara atau resonansi
    Gangguan jenis ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit yang muncul saat anak berbicara. Biasanya ditandai dengan gangguan pada volume atau ketidakjelasan suara yang keluar. Gangguan tersebut kemudian membuat lawan bicara tidak bisa menangkap perkataan anak dengan jelas.

Selain gangguan yang terkait pengucapan, terapi wicara juga mungkin dibutuhkan bagi anak-anak yang mengalami gangguan dalam menerima perkataan orang lain maupun mengekspresikan bahasa. Gangguan dari jenis ini antara lain:

  • Gangguan kosa kata
    Kesulitan menempatkan kata secara bersama-sama untuk membentuk kalimat. Rendahnya jumlah kosa kata yang dimiliki serta kesulitan menempatkan kata-kata secara tepat di dalam suatu pembicaraan.
  • Gangguan kognitif
    Salah satu indikasi untuk menjalani terapi wicara adalah mengalami gangguan pada kemampuan kognitif. Kesulitan ini memengaruhi kemampuan dalam membedakan, mengatur, dan memecahkan permasalahan yang dia hadapi.
    Selain itu, anak turut mendapat kesulitan ketika berkomunikasi akibat adanya gangguan memori, perhatian, dan persepsi. Selain terapi wicara, gangguan kognitif pada anak juga perlu dievaluasi oleh ahli tumbuh kembang anak.
  • Autisme
    Terapi wicara mungkin juga dibutuhkan oleh anak yang mengalami gangguan autisme. Autisme berpotensi membuat penderitanya mengalami gangguan bicara dan berkomunikasi nonverbal. Jika hal ini terjadi, maka terapi wicara bisa memainkan peranan kunci untuk pengobatan autisme.
  • Mutisme
    Terkadang, ada anak yang dapat berbicara dengan normal di suatu tempat (misalnya di rumah), namun ketika di sekolah atau di tempat umum, anak tersebut sama sekali tidak mau bicara dengan orang lain. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, seperti merasa malu, cemas, atau karena tidak suka bersosialisasi dengan orang lain. Kondisi ini dinamakan mutisme selektif. Kondisi ini bisa diperbaiki dengan psikoterapi, dan juga terapi wicara.
  • Kesulitan memahami atau mengolah bahasa
    Terapi wicara dibutuhkan bila anak kesulitan memahami apa yang dikatakan orang lain, perintah sederhana, dan menanggapi pembicaraan orang lain.

Selain untuk mengatasi gangguan kemampuan anak dalam berbahasa, terapi ini bisa diterapkan kepada anak-anak penderita penyakit tertentu, misalnya disfagia. Disfagia adalah gangguan saat mengunyah, menelan, batuk saat makan, tersedak ketika makan, dan susah menerima makanan.

Agar tidak terlambat, sebaiknya gangguan pada anak bisa diantisipasi orang tua lebih awal sehingga penanganan terapi wicara dapat dilakukan sedini mungkin. Misalnya saja, jika anak pada usia enam bulan belum bisa mengucapkan suara vokal maka sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter anak. Periksakan anak ke dokter jika Si Kecil belum bisa mengucapkan satu kata sederhana pun di usia 12 bulan atau ada hambatan lain pada tumbuh kembangnya.