Bunda, Yuk, Bantu Suamimu untuk Mengeluarkan Sifat Kebapakannya

Tidak semua laki-laki bisa langsung siap menyandang status dan berperilaku sebagai ayah. Nah, di sini peranmu sebagai seorang istri sangat diperlukan untuk membantu menumbuhkan sifat kebapakan dari dalam dirinya.

Sifat keibuan mungkin bisa dengan lebih mudah muncul pada dirimu karena kamu memang diciptakan dengan naluri tersebut. Selain itu, sifat ini juga lebih mudah muncul karena kamu sudah berhubungan langsung dengan hal ini ketika kamu hamil selama sembilan bulan lamanya, lalu berjuang menghadapi persalinan. Namun, hal tersebut tidak dilalui oleh suamimu, yang mana hal ini mungkin membuat sifat kebapakannya tidak muncul semudah dirimu ketika memiliki anak.

Bunda, yuk, Bantu Suamimu untuk Mengeluarkan Sifat Kebapakannya

Tenang, sifat kebapakan ini bisa muncul, kok, dengan bantuan darimu. Begini caranya:

Minta bantuan suamimu. Ingatlah bahwa kamu memiliki batasan. Jadi, jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada suamimu ketika mengalami kesulitan saat melakukan pekerjaan sebagai seorang ibu, atau saat energimu sudah terkuras sehingga tidak mampu mengerjakan tugas tersebut. Lagipula kamu harus ingat, mengasuh anak bukan hanya tugas seorang ibu, suamimu juga harus dilibatkan dalam masalah ini.

Jika kamu meminta bantuannya dalam mengasuh anak, dia akan merasa menjadi seorang pria dan ayah, serta tersadar bahwa istrinya tidak bisa mengatasi segala hal seorang diri. Sebaliknya, ketika kamu memegang semua kendali atas pengasuhan ini, suamimu akan merasa tidak dibutuhkan, sehingga sifat kebapakannya tidak muncul.

Biarkan dia melakukan dengan caranya. Ingat, seorang ayah bukanlah seorang ibu. Jadi mungkin ada perbedaan gaya pola asuh antara dirimu dengan suamimu. Apabila kamu melihat perbedaan tersebut dan selagi hal tersebut tidak membahayakan Si Kecil, jangan mengomentarinya. Biarlah dia mengasuh dengan mengikuti insting kelaki-lakiannya.

Perlakukan dia sebagai pasangan. Ketika kamu butuh bantuan, jangan anggap dia sebagai pembantu, melainkan sebagai pasangan. Jangan meminta bantuan karena akan menunjukkan bahwa dia memiliki tanggung jawab lebih kecil. Posisi kan dia sebagai pasangan yang harus melakukan tanggung jawabnya kepada bayi.

Jangan terlalu dominan. Ketika bayi menangis, jangan langsung terburu-buru untuk menenangkannya, meski kamu tahu caranya. Beri kesempatan kepada suamimu untuk melakukannya. Biarkanlah dia terbiasa dan percaya diri dengan hal ini.

Jaga malam. Ketika malam hari sudah tiba, berikan tanggung jawab mengasuh Si Kecil sepenuhnya kepada suamimu. Berikan kesempatan kepadanya untuk menjalin kedekatan fisik dan emosional dengan Si Kecil. Selain itu, gunakan waktu ini untuk kamu beristirahat.

Berikan pujian. Katakan kepadanya bahwa dia telah melakukan tugasnya dengan sangat baik, meski sebenarnya tidak seperti yang kamu harapkan sepenuhnya. Pujian ini bisa membuatnya senang, lho!

Jangan berekspektasi bahwa suamimu bisa langsung menjadi ayah yang sempurna. Bersabarlah dan terus beri dukungan kepadanya. Ajari dia cara-cara mengasuh bayi dan ketika dia melakukan kesalahan, jangan memberikan komentar yang bisa membuatnya merasa rendah karena belum mahir mengasuh anak.