Cara Memilih Daging dan Seafood Segar

Apakah Anda bosan dengan ayam sebagai sumber protein? Jangan khawatir, ada beragam jenis daging dan seafood atau makanan laut yang bisa Anda coba. Kandungan nutrisinya pun sangat bermanfaat untuk tubuh Anda.

Hanya saja untuk memilih daging dan seafood ini tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar terhindar dari produk yang dapat berisiko untuk kesehatan.

cara memilih daging dan seafood segar - alodokter

Cermat Melihat Ciri Daging Segar

Kelompok makanan daging tidak hanya sapi dan ayam, tapi juga termasuk berbagai jenis unggas lain dan seafood. Daging memiliki beragam kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, seperti protein, vitamin, dan mineral.

Sebaiknya pilih daging dengan lemak yang paling sedikit. Lemak dapat dilihat seperti garis putih pada daging.

Untuk mengenali daging segar, ada baiknya Anda mengetahui lebih lanjut indikator kualitas daging secara keseluruhan, antara lain:

  • Bau

Daging yang segar dari jenis hewan manapun hampir tidak berbau. Ketika dilakukan pengemasan, kemungkinan akan timbul sedikit bau yang berasal dari kelembapan daging dari kemasan.

Oleh sebab itu, daging yang tidak segar ditandai dengan bau tidak sedap karena penurunan kualitas protein. Bau yang hampir seperti amonia merupakan tanda daging tersebut sudah mengalami penurunan kualitas.

  • Warna

Anda dapat mengenali daging segar dari warna merah yang cerah. Makin cerah warnanya, berarti daging makin segar. Meski harus tetap waspada terhadap daging yang diberikan pewarna tambahan untuk mempertahankan warna.

Daging yang berwarna merah kecokelatan bukan berarti tidak segar sama sekali, hanya saja daging itu artinya sudah terpapar oksigen minimal 30 menit atau telah dibekukan. Daging unggas segar ditandai dengan warna putih hingga kekuning-kuningan, tergantung dari jenis pakan ternak, pembiakan, usia, dan kandungan lemaknya.

  • Kepadatan

Kesegaran daging tampak dari tekstur yang padat. Beberapa jenis daging memang lebih lambat untuk kembali ke bentuk semula. Misalnya, potongan daging sapi yang berlemak seperti bagian rib-eye, atau daging sapi yang memiliki sedikit jaringan ikat, seperti bagian tenderloin. Namun bukan berarti berkualitas buruk.

Berbeda halnya jika Anda menekan sebuah potongan daging dan bentuknya tidak kembali seperti semua, berarti telah terjadi penurunan kualitas protein. Juga tampak warna yang makin pucat. Tes kepadatan daging juga dapat dilakukan saat mengecek kesegaran daging unggas.

Mengenali Kesegaran Seafood

Kualitas harus menjadi perhatian utama Anda saat membeli seafood. Banyak produk seafood, seperti ikan dan kerang yang langsung dibekukan beberapa jam setelah ditangkap. Namun harus ditambah beberapa hari hingga sampai pada penjual yang berada di lingkungan Anda.

Berikut ini beberapa ciri yang dapat Anda kenali untuk membeli produk seafood yang masih segar:

  • Bau

Ikan yang segar tidak berbau tajam, setidaknya hanya sedikit mengeluarkan bau. Ikan yang mulai busuk dapat ditandai dengan bau seperti amonia atau bau amis yang berlebihan. Kemungkinan, ikan tersebut merupakan produk yang sudah lama atau tidak dibekukan dengan sesuai.

Demikian pula produk seafood segar lainnya. Anda dapat mencium bau laut secara samar, namun tidak berbau amis.

  • Warna

Pada ikan segar, sisik akan melekat erat pada kulit dan tampak cerah, memantulkan cahaya, dan berwarna metalik. Insang dari ikan segar harus tampak merah atau merah muda.

Sementara udang, kepiting, lobster yang segar ditandai dengan warna terang pada buntutnya tanpa adanya warna yang memudar. Sementara saat membeli tiram segar, cari yang berwarna krem alami dengan cairan bening di dalamnya.

  • Kepadatan

Ikan segar ditandai dengan daging yang tidak lembek atau berubah bentuk ketika ditekan dengan jari. Daging ikan juga tidak terlepas dari tulang. Buntutnya tampak kaku dengan daging yang padat.

Ketika membeli ikan yang sudah dipotong-potong, cek kesegarannya dengan menekan jari Anda. Jika ikan kembali ke bentuk semula, maka berarti kualitasnya baik. Kondisi ikan kurang baik jika tekanan jari Anda tampak tidak menghilang.

  • Tampilan

Mata pada ikan yang segar memiliki ciri menggembung, jelas, dan berkilap. Khusus untuk tiram, remis, dan kerang, jangan pilih yang cangkangnya rusak atau retak. Jika Anda membeli dalam keadaan hidup, coba ketuk cangkang mereka. Jika cangkang tidak menutup saat diketuk, jangan dipilih.

Kepiting dan lobster yang masih hidup melakukan gerakan kaki. Lihat apakah ada gerakan tersebut pada produk yang akan Anda beli. Biasanya kepiting dan lobster akan cepat mengalami penurunan kualitas setelah mereka mati. Sebaiknya pilih kepiting dan lobster yang masih hidup untuk dikonsumsi.

Selain itu, masih ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan saat mengonsumsi seafood:
  • Beli seafood dari pasar yang terpercaya.
  • Pilih produk seafood yang ditempatkan dalam pendingin atau dibekukan dengan baik.
  • Setelah membeli, segera masukkan ke dalam lemari pendingin.
  • Gunakan produk seafood tidak lebih dari tiga hari setelah membeli.
  • Hindari produk mentah untuk bersentuhan dengan seafood yang sudah matang, termasuk alat masak yang digunakan.
Daging dan seafood merupakan sumber protein yang bermanfaat sebagai pemasok energi tubuh yang penting. Maka pastikan hanya produk dengan kualitas aman dan terbaik yang Anda konsumsi.