Coenzyme Q10

Pengertian Coenzyme Q10

Coenzyme Q10 adalah antioksidan yang diproduksi secara alami oleh tubuh manusia. Antioksidan ini dibutuhkan untuk fungsi dasar sel dalam menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel. Kadar Coenzyme Q10 akan menurun secara alami seiring bertambahnya usia.

COENZYME Q10 - alodokter

Kadar Coenzyme Q10 pada penderita kanker, kelainan genetik, diabetes, gangguan jantung, HIV/AIDS, distrofi otot, dan penyakit Parkinson juga dapat menurun. Coenzyme Q10 juga membantu proses pencernaan makanan dan melindungi jantung dan otot rangka.

Tentang Coenzyme Q10

Golongan Suplemen & terapi penunjang
Kategori Obat bebas
Manfaat Antioksidan, memelihara kesehatan tubuh.
Dikonsumsi oleh Dewasa & anak-anak
Bentuk Tablet

Peringatan:

  • Wanita yang sedang sedang hamil, atau menyusui, dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi Coenzyme Q10.
  • Harap berhati-hati bagi yang sedang menderita gangguan fungsi hati, gangguan perdarahan, penyakit kulit, gangguan perut, gangguan mitokondria, sakit kepala, diabetes, kadar gula rendah, tekanan darah rendah, gangguan tiroid, atau gangguan jantung.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Coenzyme Q10

Dosis coenzyme Q10 untuk tiap pasien berbeda-beda. Biasanya, dosis ditentukan berdasarkan tujuan pengobatan, jenis penyakit, tingkat keparahan, dan respons tubuh tiap pasien.

Berikut perkiraan dosis coenzyme Q10 berdasarkan tujuan pengobatan dan jenis penyakit yang ditangani:

  • Penyakit Alzheimer: 90–300 miligram, dikonsumsi sekali setiap hari selama 6–16 bulan.
  • Sklerosis lateral amiotrofik: 1800 atau 2700 miligram, dikonsumsi setiap hari dibagi dalam tiga dosis selama 9 bulan.
  • Nyeri dada: 60–600 miligram, dikonsumsi sekali setiap hari selama 4 minggu.
  • Sebagai antioksidan: 60-150 miligram, dikonsumsi setiap hari selama 2-12 minggu.
  • Gangguan otot: 5-30 miligram, dikonsumsi setiap hari selama 2-5 tahun.
  • Pelemahan otot jantung: 30-600 miligram, dikonsumsi setiap hari hingga 8 tahun.
  • Mencegah penyakit jantung: 200 miligram, dikonsumsi sekali setiap hari selama 12 minggu.
  • Mengatasi efek samping kemoterapi: 50-90 miligram setiap hari.
  • Jantung koroner: 20-100 miligram setiap hari tiga kali selama 4-8 minggu.
  • Diabetes tipe 1: 100 miligram setiap hari selama 12 minggu.
  • Diabetes tipe 2: 100 miligram setiap hari dua kali selama 12 minggu.
  • Meningkatkan performa latihan: 50-300 miligram setiap hari selama 12 minggu.
  • Fibromyalgia: 300 miligram setiap hari selama 9 bulan.
  • Melebarkan pembuluh darah: 200 miligram setiap hari selama 12 minggu.
  • Penyakit gusi: 5 mililiter CoQ10 (200 miligram per milliliter) yang terkandung dalam minyak jagung setiap hari terbagi dalam beberapa dosis.
  • Kehilangan pendengaran: 160-200 miligram sekali setiap hari selama 7-30 hari.
  • Serangan jantung: 120 miligram setiap hari selama 28 hari hingga 1 tahun.
  • Penyakit miokardial kronis: 33 miligram tiga kali setiap hari selama 12 minggu.
  • Gagal jantung: 2 miligram per kilogram setiap hari selama setahun.
  • Melindungi jantung saat pembedahan: 100 miligram setiap hari selama 14 hari sebelum pembedahan dan 30 hari sesudah pembedahan.
  • Hepatitis C: 40 miligram atau 80 miligram sekali sehari setelah puasa semalam dan minimal satu jam sebelum makan, selama 28 hari.
  • HIV/AIDS: 200 miligram sekali atau tiga kali setiap hari.
  • Penyakit Huntington: 300-600 miligram setiap hari selama 120 minggu.
  • Tekanan darah tinggi: 60-360 miligram setiap hari selama 8 sampai 12 minggu.
  • Gangguan jantung: 300 miligram setiap hari dibagi dalam tiga dosis selama 3 bulan.
  • Menurunkan kolesterol: 50-100 miligram setiap hari selama 3 bulan.
  • Menangani ketidaksuburan pria: 30-300 miligram setiap hari selama 26 minggu.
  • Migrain: 150-300 miligram setiap hari selama 3 bulan.
  • Penyakit mitokondria: 120-1200 miligram setiap hari selama 1 tahun.
  • Distrofi otot: 100 miligram setiap hari.
  • Penyakit otot disebabkan statin: 100-240 miligram setiap hari selama 2,5 tahun.
  • Nyeri saraf diabetes: 400 miligram setiap hari selama 12 minggu.
  • Penyakit parkinson: 300-2400 miligram setiap hari selama 4 minggu hingga 16 bulan.
  • Penyakit peyronie: 300 miligram setiap hari selama 24 minggu.
  • Tekanan darah tinggi selama kehamilan: 100 miligram dua kali sehari hingga melahirkan.
  • Gagal ginjal: 180-200 miligram setiap hari selama 8 minggu.
  • Mengatasi turunnya berat badan: 100 miligram setiap hari selama 3 bulan.

Berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan dosis bagi anak-anak, yang biasanya disesuaikan dengan berat badannya.

Mengonsumsi Coenzyme Q10 Dengan Benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi Coenzyme Q10. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa izin dokter.

Minumlah Coenzyme Q10 sesudah makan atau bersamaan dengan makanan. Jangan memperpanjang atau mengurangi durasi pengobatan tanpa izin dokter. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi Coenzyme Q10, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis Coenzyme Q10 pada jadwal berikutnya untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Coenzyme Q10

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Beberapa efek samping Coenzyme Q10 yang umumnya terjadi adalah:

  • Ruam dan gatal pada kulit.
  • Hilang nafsu makan.
  • Mual, sakit perut dan muntah.
  • Disfungsi hati.
  • Tekanan darah rendah.
  • Sakit kepala.
  • Napas tidak normal.
  • Sakit punggung.
  • Bronkitis.
  • Nyeri dada.
  • Batuk.
  • Diare.
  • Perubahan motilitas (kemampuan bergerak atau berpindah) sperma.
  • Kelelahan.