Gondongan pada Anak: Penyakit Menyakitkan yang Mengganggu Penampilan

Banyaknya aktivitas di luar ruangan memungkinkan anak-anak terkena virus paramyxovirus. Virus inilah yang kemudian dapat menimbulkan penyakit gondongan pada anak.

Seseorang yang menyentuh barang-barang yang sudah terpapar virus juga dapat meningkatkan risiko dirinya tertular penyakit ini, misalnya menyentuh gagang pintu, cangkir, sendok, garpu, piring, atau mangkok. Tapi yang menjadikan virus ini mudah dan cepat tersebar di antara anak-anak adalah karena media penularan cukup melalui udara. Bersin dan batuk adalah sarana penyebaran paramyxovirus dari seorang anak kepada anak-anak lain.

gondongan pada anak penyakit menyakitkan yang mengganggu penampilan – alodokter

Menyebabkan Bengkak pada Kelenjar Air Liur

Normalnya, kelenjar air liur yang terletak di sisi wajah dan di bawah telinga tidak terlihat. Ketika tertular virus paramyxovirus, maka akan terjadi pembengkakan pada kelenjar air liur baik pada satu atau kedua sisi muka penderita. Akibatnya, kelenjar akan membesar dan wajah si penderita akan terlihat seperti wajah hamster (hamster face).

Dapat Dicegah dengan Vaksin

Penyakit gondongan umumnya menimpa anak-anak yang belum melakukan vaksin MMR. Vaksin MMR (mumps, measle, rubella), sebagai vaksin yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1988, merupakan kombinasi vaksin yang diperuntukkan melindungi tubuh dari tiga buah penyakit, yaitu gondongan (mumps), campak, dan rubella. Di Indonesia sendiri, vaksin MMR merupakan salah satu yang wajib diberikan kepada anak-anak. Pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 15-18 bulan dengan jeda minimal enam bulan antara pemberian imunisasi campak dan MMR.

Meski tanpa vaksin MMR, gondongan pada anak biasanya hanya akan menyerang seseorang sekali selama hidupnya. Sebab setelah terinfeksi virus penyebab gondongan, maka tubuh akan mengembangkan kekebalan tubuh terhadap infeksi lebih lanjut dari virus ini.

Gejala dan Cara Menanganinya

Umumnya, gondongan pada anak muncul dalam dua minggu sejak terpapar virus. Beberapa gejala yang mungkin diderita oleh anak-anak yang terkena penyakit ini, antara lain kelelahan, pegal-pegal, sakit kepala, demam dan lenyapnya nafsu makan.

Demam tinggi yang dialami anak biasanya mencapai suhu 39,44 derajat Celcius dan muncul beberapa hari setelah gejala awal timbul. Selain demam, ciri khas gondongan pada anak adalah pembengkakan pada kelenjar air liur. Pembengkakan tersebut akan terjadi secara bertahap dan diikuti rasa sakit.

Gejala lain penyakit gondongan pada anak adalah mulut terasa kering. Penderita kemungkinan akan mengalami sakit saat mengunyah atau menelan makanan. Tidak jarang pula perut penderita akan terasa nyeri.

Belum ada obat untuk melawan virus penyebab penyakit gondongan pada anak. Beruntung, penyakit ini biasanya membaik setelah seminggu menyerang. Selain membaik dalam waktu cepat, penyakit ini umumnya tidak memberikan efek jangka panjang yang berbahaya.

Meski jarang menimbulkan bahaya, pada kasus tertentu penyakit ini bisa menimbulkan kerusakan syaraf, hilang pendengaran, radang pankreas, bahkan kematian. Gondongan juga dianggap berbahaya jika diderita oleh ibu hamil. Hal ini bisa meningkatkan risiko keguguran, terutama pada masa kehamilan yang sudah memasuki usia 12-16 minggu.

Karena belum ada obat untuk membunuh virus paramyxovirus, anak-anak yang terkena gondongan biasanya diberi obat paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan gejala demam dan nyeri.

Tindakan lain yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala yang timbul akibat gondongan pada anak adalah menjaga asupan cairan tubuh dengan banyak minum air putih. Hal ini dilakukan terutama ketika demam tinggi melanda anak. Jus buah tidak disarankan untuk diberikan karena merangsang kelenjar parotid memproduksi air liur lebih banyak sehingga akan memperparah rasa sakit. Jika dibutuhkan, mengompres kelenjar yang membengkak dengan air hangat bisa dilakukan juga.