Ini 7 Cara Mengajari Anak Belajar Hidup Sehat

Cara mengajari anak belajar hidup sehat yang dimulai sejak dini akan bermanfaat hingga mereka dewasa nanti.

Dengan mengajarkan anak cara hidup sehat, diharapkan tumbuh kembang anak dapat optimal dengan berat badan yang seimbang. Dan diharapkan kebiasaan hidup sehat tersebut akan terus dilakukan seumur hidupnya.

ini 7 cara mengajari anak belajar hidup sehat - alodokter

Salah satu cara mengajari anak belajar hidup sehat yaitu membuat mereka sadar pentingnya asupan nutrisi sehat dan memiliki gaya hidup aktif. Terlalu banyak makanan tinggi kalori dan kurang aktif dapat memicu kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, hingga semakin meningkatnya risiko depresi.

Berikut 7 cara mengajari anak belajar hidup sehat yang dapat dilakukan orangtua:

  • Mengatur porsi yang cukup

Prinsip sederhana yang dapat diajarkan pada anak tentang hidup sehat yaitu jangan makan atau minum berlebihan. Hanya saja, kadang sulit melakukan hal itu seiring dengan semakin besarnya porsi sajian makanan, terutama ketika makan di luar rumah.

Salah satu cara yaitu memberitahukan porsi yang cukup dengan contoh benda yang mudah dikenali. Misalnya, konsumsi sayur atau buah sekitar satu kepalan tangan, pasta sekitar satu scoop es krim, ikan atau daging sekitar sebesar telapak tangan, kentang sekitar satu mouse komputer, dan keju sekitar satu ibu jari.

  • Membiasakan mengunyah makanan perlahan

Anak mampu mengenali rasa lapar dan kenyang dengan lebih baik ketika ia mengunyah dan makan secara perlahan. Tunggu sekitar 15 menit sebelum memberikan makanan tambahan. Jika anak masih merasa lapar, berikan tambahan dengan porsi yang lebih kecil.

  • Mengajak anak berbelanja dan menyiapkan makanan

Saat berbelanja, orang tua dapat membaca bersama anak mengenai kandungan nutrisi dari label pada kemasan makanan. Tentunya, hal ini dapat membantu anak menyadari pentingnya nutrisi sehat. Anak juga pasti sangat senang bisa membantu orang tua dalam menyiapkan makanan, sehingga tidak keberatan mencobanya.

  • Menjadikan makan bersama keluarga sebagai rutinitas

Saat makan bersama keluarga, dapat diisi dengan percakapan menyenangkan dan ajang berbagi antara orang tua dan anak. Kebiasaan ini juga sangat baik untuk memberikan contoh pada anak mengenai konsumsi makanan sehat, termasuk sayur dan buah. Selain itu, mengenalkan beragam jenis makanan baru juga sangat tepat dilakukan saat makan bersama keluarga. Jika perlu, sesekali anak dapat mengundang temannya untuk makan bersama.

  • Jangan jadikan makanan sebagai hukuman atau penghargaan

Hal semacam ini dapat membuat anak takut kekurangan makanan. Misalnya, menghukum anak untuk langsung tidur sebelum mendapatkan makan malam, hanya akan membuat anak kelaparan. Demikian juga permen atau makanan manis sebagai penghargaan, disarankan untuk dihindari. Hadiah makanan manis ini akan membuat anak merasa jenis makanan tersebut lebih bernilai dibandingkan makanan sehat lainnya.

  • Memastikan minum air yang memadai

Salah satu cara mengajari anak belajar hidup sehat  yang penting adalah membiasakan minum air putih yang cukup. Terlalu banyak minum soda atau minuman manis lain diketahui meningkatkan risiko obestitas. Biarkan anak minum air putih setiap kali merasa haus.

Selain itu, anak membutuhkan susu sebagai sumber kalsium. Sebaiknya pilih susu rendah lemak ataupun bebas lemak. Anak usia 2-3 tahun membutuhkan sekitar 480 ml susu, anak 4-8 tahun membutuhkan 600 ml susu, kemudian anak lebih dari 9 tahun memerlukan sekitar 720 ml susu setiap hari.

  • Membiasakan hidup aktif dan berolahraga

Hidup aktif dan berolahraga anak dan orangtua tidaklah sesulit yang dibayangkan. Kegiatan yang dilakukan seperti  berjalan di sekitar rumah, naik sepeda, atau bermain di taman bersama. Beragam manfaat dari olahraga yang dapat diperoleh anak antara lain tidur yang lebih nyenyak, lebih tahan stres, berat badan ideal, tulang dan otot yang kuat, serta semakin rendah terkena risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

Pada awalnya, cara mengajari anak belajar hidup sehat mungkin saja tidak mudah. Namun, hal itu sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pola hidup anak hingga dewasa nanti.