Masak sendiri di rumah memiliki banyak keuntungan bagi seluruh anggota keluarga. Salah satunya membuat seluruh anggota keluarga mengonsumsi makanan yang sudah bisa dipastikan nilai gizi, kebersihan, dan kesehatannya.

Selain keuntungan di atas, memasak makanan di rumah membuat anak-anak dan remaja dapat terhindar dari risiko obesitas. Makanan yang dihasilkan sendiri dari dapur rumah pun umumnya terjamin lebih sehat dengan kandungan kalori lebih rendah dibandingkan jajanan di luar rumah.

Mom, Masak Bareng Si Kecil Punya Banyak Manfaat Lho! - Alodokter

Manfaat Mengejutkan saat Memasak Bersama si Kecil

Tak hanya menyenangkan dan memperkuat bonding antara Bunda dan Si Buah Hati, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan Si Kecil saat memasak bersama Bunda, di antaranya:

  • Membangun kepercayaan diri dan keterampilan memasak

Memasak bersama anak ternyata bermanfaat bagi kehidupan mereka nantinya. Mereka akan lebih mudah dalam membangun rasa percaya diri dan memiliki gaya hidup sehat saat dewasa. Memasak juga bisa dijadikan keterampilan yang menjanjikan masa depan mereka kelak.

  • Merangsang indera

Masak bareng Si Kecil di rumah dapat membantunya mengenal makanan baru dan merangsang indera lain selain indera perasa. Anak dapat belajar mendengarkan suara oven, menguleni adonan, hingga menghirup aroma kue.

  • Belajar

Anak juga bisa belajar konsep matematika seperti penghitungan, pengukuran, hingga pecahan yang umumnya tertera pada catatan resep. Orang tua bisa menjelaskan bagaimana suhu dapat mengubah tekstur makanan, atau bagaimana makanan tertentu dapat membuat tubuh sehat, bisa menambah ilmu pengetahuannya. Jangan lupa untuk menggunakan kosakata baru dalam menjelaskan atau menggambarkan rasa suatu makanan pada Si Kecil ya, Mom.

  • Waktu berkualitas

Selain itu, mengajak Si Kecil untuk memasak dan makan bersama juga bisa mengurangi waktunya bermain gadget atau duduk di depan TV. Dengan kegiatan memasak bersama, orang tua dan anak bisa menikmati waktu kebersamaan yang berkualitas. Selain itu, tentunya anak juga akan merasa dilibatkan dan ikut berkontribusi bagi keluarga.

Yang Harus Diperhatikan sebelum Masak

Agar memasak sendiri di rumah tidak sia-sia, Bunda perlu memerhatikan beberapa hal di bawah ini:

  • Kebersihan dapur

Tahukah Bunda bahwa dapur merupakan lokasi paling banyak kuman di rumah? Tidak tanggung-tanggung, wastafel dapur ternyata dapat memiliki kuman hingga 100 ribu kali lipat dibandingkan kondisi di kamar mandi. Deretan kuman-kuman pembawa penyakit, seperti E. coli, Salmonella, dan Campylobacter, masuk ke dapur melalui makanan mentah. Jika tidak ditangani dengan tepat, jangan heran jika aneka kuman di atas menyebar ke mana-mana.

  • Perlakukan bahan makanan dengan tepat

Pastikan Bunda mencontohkan kepada Si Kecil bagaimana menghasilkan masakan yang sehat. Salah satu yang harus dibiasakan adalah mengolah masakan hingga matang agar kuman yang ada dalam bahan makanan tersebut mati.

Bunda juga perlu mengajarkan untuk mencuci sayuran dan buah-buahan sebelum dimasak atau dikonsumsi. Selain itu, cara menyimpan makanan juga tidak bisa dilakukan sembarangan agar tidak menyebabkan masalah kesehatan, seperti keracunan makanan, pilek, flu, dan diare.

  • Kebersihan diri

Salah satu hal yang sepele, namun sering lupa dilakukan dengan benar adalah mencuci tangan. Tangan adalah media paling utama dari tubuh kita yang bisa menyebarkan kuman, maka penting kiranya untuk mencuci tangan sebersih mungkin untuk mengurangi risiko penyebaran kuman. Cucilah tangan dengan air hangat dan sabun sebelum memasak, setelah menyentuh sampah sisa-sisa memasak, serta sebelum dan setelah menyentuh makanan mentah.

  • Jaga keamanan anak

Saat mengajak anak-anak, beberapa faktor terkait keselamatan mereka juga harus diperhatikan. Jika si Kecil masih usia prasekolah, pastikan mereka dijauhkan dari alat pengocok yang memakai listrik, kompor, panci, dan penggorengan panas. Agar mereka lupa terhadap rasa ingin tahu terhadap benda-benda membahayakan di atas, sibukkan mereka dengan tugas-tugas ringan, seperti menyiapkan meja makan atau mengaduk adonan.

  • Jaga kesabaran

Jangan takut dapur berantakan saat mengajak anak memasak. Agar kegiatan ini tetap menyenangkan, sebaiknya longgarkan aturan dapur yang harus selalu rapi. Bunda bisa memberikan satu tugas untuknya di setiap memasak satu menu masakan. Ajari juga Si Kecil untuk tidak berlari-lari selama berada di dapur dan selalu minta izin jika ingin menggunakan pisau atau alat masak elektrik.

Yang pasti, Bunda harus lebih bersabar saat menghadapi ‘kekacauan’ yang mungkin terjadi. Jangan lupa untuk tetap menyemangati Si Kecil ketika ia tidak bisa melakukan tugas yang Bunda berikan.

Nah, Bunda, sempatkanlah masak bareng Si Kecil, agar dia dan Bunda dapat semakin akrab. Setelah itu, ajak Si Kecil untuk mencicipi hasil masakannya, menyiapkannya, dan makan bersama dengan anggota keluarga lainnya.