Jangan Biarkan Si Kecil Mengonsumsi Minuman Energi. Ini Efeknya!

Mungkin kamu berpikir memberikan Si Kecil minuman energi sama saja seperti menyuguhkan produk minuman yang dijual bebas di pasaran. Padahal, minuman energi mengandung zat yang tidak baik jika dikonsumsi oleh anak-anak secara rutin.

Di dalam minuman energi terdapat kafein dengan jumlah banyak. Ada yang bisa sampai mencapai 400 mg per sajinya. Takaran tersebut jauh lebih banyak dari kandungan kafein yang ada pada sekaleng minuman soda atau secangkir kopi. Bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat, tampaknya aman-aman saja mengonsumsi kafein dengan takaran tersebut tiap harinya. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi anak-anak. Tubuhnya yang lebih kecil bisa dengan mudah terkena dampak buruk dari kafein.

Jangan Biarkan Si Kecil Mengonsumsi Minuman Energi. Ini Efeknya!

Berikut beberapa kemungkinan efek buruk jika Si Kecil mengonsumsi minuman energi, terkait dengan jumlah kafein yang berlebihan di dalamnya:

  • Sakit perut.
  • Sakit kepala.
  • Gelisah.
  • Sulit konsentrasi.
  • Membuatnya susah tidur atau insomnia.
  • Sering buang air kecil.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Berhalusinasi.
  • Kejang-kejang.
  • Kerusakan hati.
  • Gagal ginjal.
  • Gangguan pernapasan.
  • Gagal jantung.
Di dalam minuman energi juga terkandung zat stimulan, seperti taurin, yang apabila dicampur dengan kafein bisa membuat jantung berdetak kencang. Kandungan gula yang tidak sedikit di dalam minuman energi juga dapat merusak gigi Si Kecil dan memicu dia mengalami kelebihan berat badan.

Yang perlu diketahui juga adalah minuman energi yang mungkin kamu kira baik untuk menunjang Si Kecil saat berolahraga, ternyata mungkin bisa memberi efek buruk seperti terkena serangan jantung dan irama jantung abnormal. Hal tersebut mungkin terjadi akibat serangan kafein pada tubuh yang dapat mengganggu kemampuan pembuluh arteri di sekitar jantung untuk berdilatasi atau melebar.

Jadi, saran untuk para orang tua adalah hindari memberikan minuman energi kepada Si Kecil, meski setelah dia lelah karena berolahraga. Jangan pula memberikannya minuman energi walau hanya sesekali atau sekadar mencoba minumanmu, karena kafein bisa menimbulkan efek ‘nagih’.

Memberikan air putih ketika dia haus atau menyajikan minuman yang memiliki nutrisi yang baik bagi perkembangan tubuhnya, seperti susu rendah lemak atau jus, saat waktunya makan lebih diutamakan.

Oia, apabila anakmu aktif berolahraga dan mungkin dia sudah terbiasa dengan mengonsumsi minuman energi, kamu harus segera menghentikan kebiasaan tersebut. Berikan penanaman padanya bahwa dia tetap bisa optimal berolahraga tanpa minuman energi. Yang terpenting adalah Si Kecil tetap semangat dan rajin berlatih. Selain itu, dia perlu didukung dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta banyak istirahat.

Cara alami tersebut bisa, kok, membuat tubuhnya tetap berenergi saat berada di lapangan. Biasakan agar Si Kecil tidak bergantung pada minuman energi.