Komplikasi jerawat dapat muncul ketika jerawat tidak ditangani dengan baik. Meski tidak berbahaya, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, baik secara fisik maupun emosional. Oleh karena itu, penting untuk mengenali komplikasi jerawat sejak dini agar dapat dicegah dan ditangani dengan tepat.

Komplikasi Jerawat

Berikut beberapa jenis komplikasi jerawat yang umum terjadi dan perlu diwaspadai sejak dini:

1. Bekas jerawat

Komplikasi jerawat yang paling sering terjadi adalah munculnya bekas luka jerawat, seperti bopeng dan keloid. Risiko terbentuknya bekas luka lebih tinggi pada jerawat nodul dan kista karena peradangannya lebih dalam. 

Selain bopeng dan keloid, jerawat juga dapat meninggalkan noda hitam atau hiperpigmentasi yang membuat warna kulit tidak merata dan sulit memudar. 

2. Infeksi

Infeksi merupakan salah satu komplikasi jerawat yang sering terjadi akibat kebiasaan memencet atau memecahkan jerawat, terutama dengan tangan yang tidak bersih. Kondisi ini dapat memperparah peradangan sehingga jerawat menjadi lebih nyeri, bengkak, dan bernanah. Akibatnya, bekas luka yang ditinggalkan cenderung lebih jelas. 

Tak hanya itu, kebiasaan memencet jerawat di area tertentu juga dapat menimbulkan risiko yang lebih serius. Memencet jerawat di area segitiga wajah, mulai dari pangkal hidung hingga kedua sudut mulut, berisiko menyebabkan infeksi menyebar ke saraf wajah dan memicu masalah kesehatan yang lebih serius.

3. Gangguan psikologis

Jerawat yang parah, lama sembuh, sering kambuh, atau tidak juga hilang dapat menimbulkan komplikasi jerawat berupa gangguan psikologis. Pasalnya, penderitanya bisa mengalami penurunan rasa percaya diri, kecemasan, hingga gangguan suasana hati. Jika tidak ditangani, kondisi ini berisiko berkembang menjadi depresi.

Komplikasi jerawat dapat dicegah dengan perawatan kulit yang tepat, tidak memencet jerawat, serta berkonsultasi ke dokter jika jerawat sulit diatasi. 

Bila jerawat tidak kunjung membaik, muncul tanda infeksi, atau mulai memengaruhi kondisi mental, Anda dapat segera berkonsultasi dengan dokter melalui layanan Chat Bersama Dokter atau konsultasi online untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.