Kenali Risiko Dibalik Suntik Vitamin C Mega Dosis

Selama ini masyarakat mengenal sumber vitamin C yang alami seperti buah dan sayuran ataupun yang berupa suplemen minum. Selain kedua jenis tadi, ada juga metode suntik vitamin C yang bisa diaplikasikan dengan berbagai tujuan. Namun, apakah asupan vitamin C tersebut benar-benar bebas risiko?

Vitamin C atau asam askorbat adalah jenis vitamin yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi. Mulai dari membentuk kolagen pada tulang, tulang rawan, otot serta pembuluh darah. Umumnya vitamin C bisa diperoleh dari konsumsi sehari-hari, seperti buah dan sayuran.

Kenali risiko dibalik suntik vitamin C mega dosis - alodokter

Asupan Dosis Tinggi

Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan 45 mg vitamin C per hari untuk dewasa kondisi sehat dan 25-30 mg per hari untuk anak-anak. Sementara itu, dosis vitamin C melalui suntikan beragam, namun umumnya cukup tinggi melebihi anjuran asupan konsumsi per hari.

Dosis terlalu tinggi membawa risiko bagi tubuh, antara lain :

Perlu diketahui yaitu suntik vitamin C tidak dapat dilakukan sembarangan dan harus dilakukan ahli medis profesional, karena ada beberapa hal yang bisa terjadi, di antaranya muncul rasa nyeri di sekitar lokasi suntikan dan munculnya rasa pusing atau bahkan pingsan jika proses penyuntikannya terlalu cepat.

Menangani Kondisi Khusus

Beberapa kondisi yang menandakan kekurangan vitamin C ringan termasuk tubuh mudah lelah, penyembuhan luka yang lama, terganggunya pertumbuhan tulang dan gigi, radang gusi, dan gusi berdarah.

Sebaliknya ada pula kondisi yang menyebabkan seseorang membutuhkan peningkatan kebutuhan vitamin C, misalnya saat terkena infeksi seperti pneumonia,kekurangan asupan protein, kekurangan zat besi, mengalami diare, inflamasi, hipertiroidisme dan memiliki kebiasaan merokok..

Suntik vitamin C yang umumnya dilakukan untuk menangani beberapa kondisi, antara lain :

  • Proses pemulihan trauma.
  • Keracunan.
  • Anemia.
  • Mencegah dan mengobati defisiensi vitamin C akut yaitu skorbut.
  • Mengalami gangguan penyerapan vitamin C secara oral.
Kini untuk keperluan kosmetik, suntik vitamin C banyak digunakan untuk tujuan memutihkan kulit. Vitamin ini dianggap sebagai bahan antioksidan yang mampu mencerahkan warna kulit. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai keamanan suntik vitamin C dengan tujuan memutihkan kulit. .

Perhatikan Kondisi Khusus

Prosedur suntik vitamin c dosis tinggi memiliki risiko dan mutlak berada di bawah pengawasan dokter terutama untuk beberapa kalangan tertentu, termasuk :
  • Orang yang mengalami kelainan pendarahan atau yang mengonsumsi obat yang memengaruhi pendarahan, sebab vitamin C dosis tinggi tanpa penyesuaian dosis dapat mengganggu kerja obat pengencer darah.
  • Penderita darah tinggi, karena vitamin C dapat meningkatkan tekanan darah. Termasuk wanita hamil yang berisiko tinggi mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan.
  • Penderita diabetes, hipoglikemia serta mereka yang mengonsumsi obat-obatan, suplemen atau jamu yang memengaruhi gula darah, karena vitamin C dapat memengaruhi tingkat gula darah.
  • Orang yang diketahui mengalami sensitivitas atau alergi terhadap bahan-bahan dalam produk vitamin C, perlu menghindari suntik vitamin ini.
  • Pengguna antibiotik, obat antikanker dan HIV, estrogen serta suplemen zat besi.
  • Orang yang mengalami gagal ginjal atau yang berisiko mengalami gangguan ginjal.
  • Penderita kanker, katarak, defisiensi Glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD), gangguan perut, batu ginjal dan penyakit sel sabit.
Untuk mendapatkan kecukupan vitamin C sehari-hari, terapkan pola makan kaya sayur dan buah . Jika ingin melakukan prosedur suntik vitamin C, selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, karena harus selalu dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih.