Infus vitamin C adalah prosedur pengobatan dengan memasukkan vitamin C ke dalam tubuh melalui pembuluh darah vena. Infus vitamin C biasanya diberikan ketika tubuh pasien membutuhkan asupan vitamin C dalam dosis besar.

Vitamin C atau asam askorbat adalah salah satu zat yang memiliki manfaat bagi tubuh, antara lain:

  • Menghasilkan protein yang bermanfaat dalam pembentukan kulit, otot, ligamen (jaringan ikat), dan pembuluh darah.
  • Mempercepat proses penyembuhan dan pembentukan jaringan luka.
  • Memperbaiki dan mempertahankan tulang rawan, tulang, dan gigi.
  • Membantu penyerapan zat besi.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Mengurangi efek samping kemoterapi bagi penderita kanker.
  • Berperan sebagai antioksidan, yaitu nutrisi yang menjaga tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, seperti asap rokok atau radiasi.

Ketahui Hal-hal yang Berkaitan dengan Infus Vitamin C - Alodokter

Tubuh manusia tidak mampu menghasilkan vitamin C. Namun, asupan vitamin C dapat diperoleh dari buah dan sayuran, seperti jeruk, kiwi, mangga, nanas, tomat, kentang, brokoli, paprika, dan bayam. Orang dewasa (usia 19-64 tahun) membutuhkan asupan vitamin C sebanyak 40 mg per hari. Kekurangan atau defisiensi vitamin C secara terus-menerus (kronis) dapat menyebabkan penyakit yang disebut skorbut.

Salah satu bentuk terapi pengobatan vitamin C adalah melalui pembuluh darah, yang dikenal dengan sebutan infus vitamin C. Ketika vitamin C diberikan melalui infus, kadar vitamin C dalam darah dapat lebih tinggi dibandingkan pemberian vitamin C melalui oral. Pemberian vitamin C dosis tinggi juga diduga dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker dan memperbaiki kualitas hidup penderita. Namun, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Indikasi Infus Vitamin C

Infus vitamin C umumnya dilakukan terhadap pasien dengan gangguan medis sebagai berikut:

  • Defisiensi vitamin C, yaitu kondisi ketika tubuh kekurangan vitamin C, sehingga daya tahan tubuh terganggu dan menyebabkan kerusakan di berbagai jaringan tubuh. Jika defisiensi vitamin C dibiarkan terjadi, maka dalam jangka waktu 3 bulan atau lebih, dapat menyebabkan penyakit skorbut.
  • Gangguan penyerapan zat besi, yang dapat memicu terjadinya anemia defisiensi besi.
  • Tyrosinemia, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan terganggunya metabolisme asam amino tirosin yang ditandai dengan tingginya kadar tirosin dalam darah (hypertyrosinemia) dan urine (tyrosinuria).

Selain itu, infus vitamin C mungkin dapat digunakan sebagai salah satu jenis terapi pengobatan untuk penyakit kanker, penyakit degeneratif (misalnya diabetes, jantung, stroke, atau penyakit Alzheimer), dan penyakit infeksi (misalnya flu, pneumonia, atau tuberkulosis) Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut terkait efektivitas dan risiko yang mungkin terjadi.

Peringatan:

  • Beri tahu dokter jika memiliki riwayat penyakit ginjal, karena infus vitamin C berisiko menyebabkan gagal ginjal, terutama pada pasien yang akan menjalani infus vitamin C dosis tinggi.
  • Beri tahu dokter jika memiliki riwayat defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD deficiency), karena dapat menyebabkan hemolisis, yaitu kondisi ketika sel darah merah hancur.
  • Beri tahu dokter jika memiliki kondisi hemokromatosis, karena vitamin C menyebabkan zat besi mudah diserap tubuh.
  • Beri tahu dokter tentang jenis obat atau suplemen yang pernah atau sedang dikonsumsi, terutama jenis obat antihistamin, setidaknya 24 jam sebelum pengobatan infus vitamin C.

Sebelum Infus Vitamin C

Sebelum menjalani infus vitamin C, dokter akan melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan pasien terlebih dahulu, mulai dari keluhan, riwayat penyakit yang pernah diderita, dan jenis obat yang sedang dan pernah dikonsumsi. Selanjutnya, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi gangguan yang dialami pasien dan kondisi pasien secara keseluruhan. Pemeriksaan laboratorium dan penunjang juga dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis, seperti tes darah, tes urine, foto Rontgen, CT scan, atau MRI.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan dilakukan pasien sebelum menjalani infus vitamin C, antara lain:

  • Gunakan pakaian yang nyaman dan mudah mengakses lengan bagian atas pasien.
  • Perbanyak konsumsi cairan, sehingga tubuh terhindar dari dehidrasi dan memudahkan dokter untuk mengakses pembuluh darah pasien.
  • Mengonsumsi makanan sebelum menjalani infus vitamin C untuk menurunkan risiko terjadinya perubahan kadar gula darah.
  • Aktif bergerak, karena pembuluh darah mungkin akan lebih sulit diakses jika pasien jarang bergerak sebelum menjalani infus.

Prosedur Infus Vitamin C

Infus vitamin C sama seperti prosedur pengobatan melalui infus pada umumnya. Langkah prosedur infus vitamin C adalah sebagai berikut:

  • Dokter akan memasang tourniquet, yaitu tali elastis yang diikatkan di lengan atas pasien untuk menekan dan menghentikan aliran darah, sehingga pembuluh darah membesar dan dokter dengan mudah mendeteksi pembuluh darah yang tepat untuk menyalurkan vitamin C.
  • Dokter akan mensterilkan area kulit yang akan dimasukkan jarum dengan kapas beralkohol.
  • Selanjutnya, dokter akan memasukkan jarum infus (abocath) ke dalam pembuluh darah. Jika muncul sedikit darah di dalam tabung (kompartemen) pada jarum infus, maka dipastikan jarum telah memasuki pembuluh darah. Pasien akan merasakan nyeri dan tidak nyaman ketika jarum ditusuk
  • Dokter akan melepas tourniquet dari lengan pasien, kemudian menyambungkan jarum infus dengan selang infus yang telah terhubung dengan kantung cairan berisi vitamin C. Dokter biasanya akan memberikan plester pada jarum infus untuk menjaga jarum tidak bergerak atau tercabut.
  • Dokter akan mengatur tetesan cairan infus sesuai kebutuhan pasien dan mencatat tanggal dan jam pemasangan infus, jenis cairan, dan jumlah tetesan infus.
  • Selama cairan infus diberikan, dokter akan melakukan observasi terhadap kondisi vital pasien, kelancaran tetesan infus, dan kondisi area suntikan.
  • Setelah cairan vitamin dalam kantung infus habis, dokter akan menutup pengendali cairan infus (roller clamp) untuk menghentikan aliran cairan.
  • Dokter akan menekan area tempat jarum dimasukkan dengan kapas atau kain kasa beralkohol, kemudian menarik jarum dan selang infus secara perlahan. Pasien akan kembali merasakan nyeri ketika jarum ditarik.
  • Pasien dianjurkan untuk tetap menekan area suntikan selama beberapa menit untuk menurunkan risiko perdarahan.
  • Dokter akan menutup area suntikan dengan perban atau plester luka.

Prosedur pengobatan infus vitamin C umumnya berlangsung selama 1-2 jam, tergantung kondisi pasien dan jumlah dosis yang diberikan.

Setelah Infus Vitamin C

Pasien dapat merasa lelah, sakit kepala ringan, atau pusing setelah menjalani infus vitamin C, terutama pasien yang menjalani pengobatan vitamin C dosis tinggi. Namun, kondisi ini dapat dihindari dengan mengonsumsi banyak cairan dan makanan sebelum dan setelah menjalani infus. Pasien juga berisiko mengalami memar kecil di area suntikan, namun biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu seminggu.

Setelah dokter melakukan observasi dan memastikan kondisi pasien stabil, pasien akan diperbolehkan pulang dan menjalani aktivitas secara normal. Efek pengobatan vitamin C melalui infus umumnya baru dirasakan pada 2-3 hari setelah prosedur pengobatan.

Untuk mencegah defisiensi vitamin C dan kesehatan tubuh tetap terjaga, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan dengan kadar vitamin C tinggi.
  • Berhenti merokok karena rokok dapat menghambat penyerapan vitamin C ke dalam tubuh.
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Berolahraga secara teratur.

Risiko Infus Vitamin C

Pemberian vitamin C melalui infus umumnya aman dilakukan. Namun, sama seperti prosedur pemberian obat melalui infus lainnya, infus vitamin C juga memiliki risiko, antara lain:

  • Infeksi. Infeksi dapat terjadi pada area suntikan. Infeksi juga dapat memasuki aliran darah dan menyebabkan infeksi hebat di seluruh tubuh. Untuk mencegah infeksi, proses pemberian infus perlu dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan peralatan yang telah disterilkan.
  • Penggumpalan darah. Pengobatan melalui infus dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan darah di sepanjang pembuluh darah. Gumpalan darah dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan bahkan kematian.
  • Emboli. Jika udara masuk ke dalam jarum suntik atau kantung obat dan saluran infus kering, maka gelembung udara dapat memasuki pembuluh darah. Gelembung udara dapat bergerak menuju ke jantung atau paru dan menutup aliran darah. Kondisi ini bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke.
  • Kerusakan pembuluh darah. Penggunaan jarum dan selang infus dapat menyebabkan rusaknya pembuluh darah dan memicu rembesnya obat yang disalurkan melalui infus ke jaringan di sekitarnya, sehingga menyebabkan kerusakan jaringan.

Segera hubungi dokter jika mengalami demam serta kemerahan, nyeri, rasa hangat, dan pembengkakan pada area suntikan.