Kista Epidermoid

Pengertian Kista Epidermoid

Kista epidermoid adalah benjolan non-kanker di bawah kulit yang dapat muncul pada bagian kulit manapun. Kista ini umumnya muncul pada bagian wajah, leher, kepala, punggung, atau alat vital. Sebagian besar kista epidermoid jarang menimbulkan masalah kesehatan. Namun pada beberapa kasus, kista ini dapat mengganggu penampilan, terasa nyeri, pecah, atau bahkan menimbulkan infeksi.

Secara fisik, kista epidermoid memiliki warna kecokelatan atau kuning, serta berisi cairan kental dan berbau. Ukuran kista ini biasanya adalah antara 6 milimeter hingga 50 milimeter.

kista epidermoid - alodokter

Penyebab Kista Epidermoid

Lapisan tipis sel-sel di permukaan kulit manusia terus-menerus didaur ulang oleh tubuh. Kebanyakan kista epidermoid terbentuk dari sel-sel ini yang bergerak masuk ke dalam kulit dan malah menggandakan diri, bukan mengelupas.

Sel-sel epidermal membentuk dinding kista dan kemudian mengeluarkan protein keratin ke dalam tubuh. Keratin adalah cairan kental berwarna kuning yang kadang mengalir keluar dari kista. Pertumbuhan sel-sel yang tidak normal ini kemungkinan disebabkan oleh rusaknya rambut folikel atau kelenjar minyak pada kulit.

Kista ini juga dapat berkembang sebagai respons dari trauma pada kulit, infeksi HPV, jerawat atau paparan sinar matahari berlebihan. Kista epidermoid lebih berisiko diidap oleh orang-orang yang berjerawat, orang yang sudah melewati masa puber, serta pengidap kelainan genetis.

Gejala Kista Epidermoid

Beberapa gejala yang biasanya muncul pada penderita kista epidermoid adalah:
  • Komedo kecil muncul di tengah kista.
  • Jika terjadi peradangan atau infeksi, area sekitar kista akan kemerahan, membengkak dan menjadi sensitif.
  • Cairan kental berbau dan berwarna kuning kadang mengalir dari kista.
  • Benjolan kecil berbentuk bulat di bawah kulit (biasanya pada wajah, tubuh bagian atas, atau leher).
Segera temui dokter jika kista epidermoid mengganggu penampilan, membesar dengan cepat, muncul di bagian tubuh yang selalu mengalami iritasi, pecah, terasa nyeri, atau menimbulkan infeksi.

Diagnosis dan Pengobatan Kista Epidermoid

Untuk mendiagnosis pasien kista epidermoid, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Selain pemeriksaan fisik, dokter juga mempelajari rekam medis pasien. Jika belum mencukupi, dokter dapat meminta sampel kulit untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium atau dengan menjalani pemeriksaan ultrasound.

Kista epidermoid biasanya perlu mendapatkan penanganan jika sudah menyebabkan rasa tidak nyaman atau mengganggu penampilan. Ada beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan oleh dokter, yaitu:

  • Penyayatan dan pengeringan. Dokter akan membuat sayatan kecil pada kista dan menekan dengan perlahan untuk mengeluarkan isinya.
  • Injeksi obat. Kista akan disuntik dengan obat yang dapat mengurangi pembengkakan dan peradangan.
  • Laser. Dokter akan menggunakan laser karbon dioksida untuk menguapkan kista. Prosedur ini dapat meminimalisasi luka.
  • Bedah kecil, untuk mengangkat seluruh kista.

Komplikasi Kista Epidermoid

Jika diabaikan, kista epidermoid bisa saja menyebabkan komplikasi-komplikasi seperti:
  • Rasa tidak nyaman pada alat kelamin jika tumbuh di bagian tersebut.
  • Peradangan.
  • Kista pecah.
  • Infeksi.
  • Kanker kulit (sangat jarang terjadi).