Mata Kedutan Bisa Jadi Gejala Penyakit Saraf

Orang yang mengalami kedutan sering disebut-sebut sedang dipergunjingkan orang lain. Padahal kondisi yang dianggap biasa ini sebenarnya dapat menjadi gejala adanya penyakit yang lebih serius.

Mata kedutan, yang dalam bahasa medisnya disebut  blefarospasme, adalah gerakan berulang kelopak mata bagian atas yang terjadi secara spontan dan tiba-tiba. Gerakan ini terjadi setidaknya beberapa detik sekali dan berlangsung selama kurang lebih 1-2 menit. Gerakan yang terjadi pada otot mata ini biasanya terjadi pada kedua mata. Kedutan sebenarnya tidak terasa menyakitkan dan dapat hilang dengan sendirinya, namun dapat juga terasa mengganggu dan dapat datang dan pergi selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan.

Mata kedutan bisa jadi gejala penyakit saraf-alodokter

Tiga Tipe Mata Kedutan

Sebagian orang merasakannya sebagai hal yang ringan, sementara sebagian lagi merasakan kedutan yang keras dan sangat mengganggu. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa jenis kedutan berdasarkan tingkat keparahan dan gejala penyertanya. Umumnya mata kedutan dapat dibedakan menjadi tiga kategori berikut.

Kedutan minor

Kedutan minor umumnya tidak nyeri dan tidak berbahaya. Kedutan minor umumnya muncul terkait dengan gaya hidup, seperti kelelahan, kurang istirahat, stres, suka mengonsumsi minuman keras atau berkafein secara berlebihan, atau kebiasaan merokok. Dapat juga disebabkan oleh iritasi pada kornea atau lapisan di dalam kelopak mata.

Blefarospasme esensial jinak

Blefarospasme esensial jinak juga dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti mengonsumsi minuman keras dan kafein secara berlebihan, terpapar cahaya terang, kelelahan, kurang tidur, iritasi akibat polusi udara, dan stres. Blefarospasme esensial jinak umumnya dialami oleh orang dewasa muda hingga dewasa tua. Kondisi ini lebih sering dialami wanita dibandingkan pria dan dipercaya merupakan perpaduan antara faktor keturunan dengan faktor lingkungan.

Mata kedutan jenis ini dapat mendahului atau menyertai beberapa kondisi mata berikut:

  • Mata kering.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Entropion: kondisi ketika kelopak mata, biasanya bagian bawah, masuk ke bagian dalam mata.
  • Konjungtivitis atau radang permukaan dalam kelopak mata.
  • Uveitis: peradangan yang berdampak kepada lapisan tengah jaringan pada dinding mata.
  • Trikiasis: kondisi saat bulu mata tumbuh ke dalam, ke arah mata, menyentuh kornea atau konjungtiva.
  • Blefaritis: peradangan pada kelopak mata yang umumnya disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebihan pada kulit, alergi, dan tersumbatnya kelenjar minyak pada kelopak mata.

Jika terus memburuk, blefarospasme esensial jinak dapat menyebabkan penglihatan kabur hingga kejang (kedutan) pada wajah.

Hemificial spasm/kejang pada wajah

Kejang pada wajah adalah kondisi yang sebenarnya sangat jarang terjadi. Gangguan yang disebabkan tekanan arteri pada saraf ini melibatkan bagian lain dari otot wajah, biasanya bagian mulut. Berbeda dengan kedutan yang umumnya terjadi pada sepasang mata, kejang pada wajah ini sering hanya berdampak kepada salah satu bagian wajah.

Pada kondisi yang sangat jarang, mata kedutan dapat menjadi gejala gangguan saraf dan otak yang biasanya disertai oleh gejala-gejala lain. Penyakit-penyakit tersebut antara lain:

  • Bell’s palsy: kondisi yang menyebabkan lumpuhnya salah satu bagian wajah.
  • Distonia: kondisi yang menyebabkan terjadinya kejang otot yang tidak terduga, sehingga membuat anggota tubuh terpelintir.
  • Distonia servikal: jenis distonia yang menyebabkan leher sewaktu-waktu dapat kejang dan membuat kepala berputar ke posisi yang tidak nyaman.
  • Penyakit Parkinson: penyakit yang menyebabkan anggota tubuh bergetar, otot kaku, sulit bicara, dan mengalami gangguan keseimbangan.
  • Sindrom Tourette: kondisi yang menyebabkan munculnya suara atau gerakan secara spontan (tic).
  • Multiple sklerosis: kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang myelin yang membungkus saraf.
  • Efek samping obat-obatan, terutama yang digunakan untuk menangani psikosis dan epilepsi.

Jika mata kedutan menjadi gejala gangguan saraf atau otak, pasien biasanya butuh dirujuk ke dokter spesialis.

Jika Tidak Kunjung Hilang dengan Sendirinya

Pada umumnya mata kedutan akan menghilang dengan sendirinya. Namun jika tidak segera hilang atau terus muncul kembali, mata kedutan umumnya dapat diatasi dengan cara-cara berikut:

  • Istirahat cukup.
  • Membatasi konsumsi kafein, rokok, dan minuman keras.
  • Kondisi lain, seperti mata kering dapat diatasi dengan air mata buatan. Namun sebaiknya periksakan diri ke dokter terlebih dahulu.
  • Kompres hangat mata ketika kedutan mulai terasa.

Akan tetapi segera periksakan diri ke dokter jika:

  • Kedutan tidak juga hilang selama berminggu-minggu.
  • Kelopak mata sepenuhnya tertutup atau Anda sulit membuka mata.
  • Mata menjadi merah, keluar cairan, bengkak, atau kelopak mata jatuh menutup mata.
  • Kedutan meluas ke bagian wajah yang lain.

Penanganan yang akan dilakukan dokter adalah untuk mengurangi tingkat keparahan mata kedutan karena belum ditemukan cara untuk sepenuhnya menghentikan kedutan. Suntik Botox adalah salah satu cara untuk menangani mata kedutan. Selain obat-obatan, akupunktur, hipnoterapi, dan terapi nutrisi adalah beberapa cara yang dapat ditempuh meski belum ada bukti medis yang pasti. Operasi adalah cara terakhir yang ditempuh jika cara lain gagal. Operasi dilakukan dengan pengangkatan beberapa otot dan saraf pada kelopak mata. Meski demikian, seperti prosedur lain, cara ini juga dapat menimbulkan komplikasi serius.