Pernahkah Anda mengalami mata bengkak? Bila benar, mungkin hal ini terjadi akibat penumpukan cairan dalam jaringan ikat di sekitar mata. Selain penumpukan cairan, ada pula faktor lain yang bisa menyebabkan kondisi tersebut, mulai dari terlalu lama menangis, cedera, infeksi, hingga alergi pada mata.

Mata bengkak atau yang biasa dikenal dengan periorbital puffiness merupakan kondisi pembengkakan mata yang seringkali terjadi di kelopak mata bagian atas dan bawah. Umumnya, kondisi ini tidak berlangsung lama dan akan hilang dalam waktu 24 sampai 48 jam.

Cari Tahu Penyebab Dasar Mata Bengkak Sebelum Mulai Diobati - Alodokter

Berbagai Penyebab Mata Bengkak

Untuk mengenal lebih lanjut mengenai mata bengkak. Berikut adalah beberapa jenis penyebab mata bengkak, di antaranya:

  • Kurang tidur
    Kurang tidur merupakan penyebab mata bengkak yang sering dialami oleh sebagian orang. Selain menyebabkan mata bengkak, kurang tidur juga bisa membuat kulit di sekitar mata menjadi kusam, berkerut, serta muncul lingkaran hitam di bawah mata. Kondisi ini biasanya terjadi akibat pelepasan hormon kortisol secara berlebihan ketika seseorang kurang beristirahat. Pelepasan hormon kortisol yang berlebihan menyebabkan kolagen terpecah, sehingga lambat laun kulit akan berkerut dan kehilangan elastisitasnya. Tak hanya itu, kurang tidur juga memungkinkan produksi hormon pertumbuhan mengalami penurunan sehingga mengurangi lapisan kulit, berkurangnya massa otot, dan kerapuhan tulang.
  • Kalazion atau kista meibomian
    Kista meibomian atau kalazion juga termasuk ke dalam salah satu penyebab mata bengkak. Kista Meibomian merupakan penyakit yang ditandai dengan munculnya benjolan di kelopak mata. Kondisi ini terjadi akibat tersumbatnya saluran kelenjar minyak pada mata, sehingga menimbulkan penumpukan cairan di kelopak mata. Benjolan biasanya bertahan selama dua hingga enam bulan. Selain mata bengkak, benjolan ini juga bisa menyebabkan kelopak mata menjadi kemerahan, iritasi, dan terasa sakit ketika disentuh.
  • Alergi
    Mata bengkak bisa juga merupakan bentuk reaksi alami tubuh terhadap alergi. Selain bengkak, alergi juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada mata yang ditandai dengan mata berair, mata merah, dan gatal. Saat terpapar alergen (hal yang memicu alergi), sistem kekebalan tubuh akan bereaksi terhadap alergen dengan cara mengeluarkan histamin. Zat inilah yang memicu terjadinya alergi. Ada banyak faktor yang bisa memicu munculnya alergi, mulai dari debu, serbuk sari, jamur, bulu binatang peliharaan, obat, hingga makanan dan kosmetik. Maka dari itu, perhatikan selalu faktor pemicu alergi supaya terhindar dari mata bengkak.
  • Blefaritis
    Penyebab lain munculnya mata bengkak adalah blefaritis. Blefaritis sendiri merupakan peradangan pada kelopak mata yang bisa terjadi di area tumbuhnya bulu mata. Kondisi ini umumnya muncul saat kelenjar minyak yang terletak di dekat bulu mata mengalami penyumbatan. Sehingga mengakibatkan mata menjadi bengkak, iritasi, kemerahan, mata menjadi berair, kelopak mata terasa gatal, nyeri, dan mudah silau. Oleh karena itu, penting kiranya untuk selalu menjaga kebersihan kelopak mata. Jika kondisi peradangan sudah parah, biasanya antibiotik dan obat kortikosteroid dalam bentuk obat tetes mata atau salep mata bisa menjadi pilihan pengobatan. Hanya saja, penggunaan kedua pengobatan tersebut harus sesuai dengan resep dokter.
  • Konjungtivitis
    Penyebab mata bengkak yang satu ini adalah salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada mata. Konjungtivitis merupakan peradangan pada bagian dalam kelopak mata. Gejalanya bisa berupa mata merah, berair, gatal, dan perih. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus, namun bisa juga disebabkan oleh bakteri. Selain infeksi, konjungtivitis juga bisa terjadi karena alergi dan iritasi terhadap zat tertentu.
  • Sengatan serangga
    Gigitan atau sengatan sebagian serangga bisa menimbulkan reaksi alergi yang salah satunya termasuk mata bengkak. Beberapa jenis serangga yang memiliki efek demikian meliputi lebah dan tawon. Selain daerah mata, sengatan serangga dapat menimbulkan pembengkakan dalam waktu yang cepat di daerah mulut dan tenggorokan. Dapat pula terjadi kesulitan bernapas, pusing, mengi, nyeri perut, bahkan pingsan. Kondisi ini disebut reaksi anafilaktik. Keadaan ini memerlukan penanganan gawat darurat.

Untuk mengobati mata bengkak, faktor penyebab menjadi satu hal yang penting untuk diketahui. Makin cepat menemukan faktor penyebab, maka makin mudah menentukan jenis pengobatannya. Berkonsultasilah dengan dokter mata untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai.