Mata merah terjadi ketika pembuluh darah halus di permukaan mata melebar akibat iritasi, peradangan, infeksi, cedera, atau meningkatnya tekanan bola mata. Mata merah umumnya tidak berbahaya. Namun, ada juga mata merah yang memerlukan penanganan segera untuk menghindari kerusakan pada penglihatan.

Bola mata memiliki pembuluh darah halus yang berfungsi untuk mengantarkan oksigen dan zat makanan ke sel-sel mata. Ketika pembuluh darah halus ini melebar akibat iritasi atau peradangan, mata akan terlihat merah. Selain itu, cedera pada mata juga dapat menyebabkan pembuluh darah halus ini pecah, sehingga terjadi perdarahan dan mata jadi merah.

Mengenal Penyebab Mata Merah - Alodokter

Penyebab mata merah dapat ditentukan dengan memperhatikan berapa lama keluhan mata merah berlangsung, apakah mata merah terjadi pada salah satu atau kedua mata, ada tidaknya rasa sakit pada mata yang merah, serta ada tidaknya gangguan penglihatan.

Penyebab Mata Merah Sebelah

Bila hanya salah satu bola mata yang tampak berwarna merah, maka ini disebut sebagai kasus mata merah unilateral. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

1. Masuknya benda asing ke dalam mata

Benda asing, seperti debu, pasir, atau serpihan besi, dapat masuk ke mata akibat tiupan angin, ledakan, atau kecelakaan. Gejala masuknya benda asing ke mata bisa berupa mata merah, nyeri pada mata, dan mata berair.

Jika benda asing ini menempel atau menancap pada permukaan bola mata, dapat terjadi kerusakan pada kornea yang bisa mengganggu penglihatan.

2. Glaukoma akut

Glaukoma umumnya terjadi akibat peningkatan tekanan bola mata secara perlahan dalam jangka waktu yang lama. Namun, pada beberapa kasus yang lebih jarang terjadi, peningkatan tekanan bola mata ini dapat muncul mendadak akibat sumbatan pada bilik depan bola mata.

Kondisi ini disebut glaukoma akut dan menimbulkan gejala berupa mata merah, nyeri pada mata, sakit kepala berat, mual, muntah, dan penurunan penglihatan. Glaukoma akut adalah kondisi gawat darurat yang perlu segera ditangani oleh dokter.

3. Konjungtivitis dan keratitis akibat infeksi bakteri

Konjungtiva adalah selaput bening yang melindungi bagian putih mata (sklera) dan bagian dalam kelopak mata. Ketika terjadi konjungtivitis, yaitu peradangan pada konjungtiva, pembuluh darah di sekitarnya akan mengalami pelebaran dan menyebabkan mata jadi merah.

Salah satu penyebab konjungtivitis adalah infeksi. Pada konjungtivitis akibat infeksi bakteri, selain mata merah, dapat juga muncul gejala berupa keluarnya cairan berwarna kuning atau hijau yang lengket pada mata.

Keratitis adalah peradangan pada kornea yang sering terjadi bersama konjungtivitis. Keratitis juga dapat disertai dengan kondisi yang lebih serius, yaitu erosi atau luka pada kornea, yang membutuhkan penanganan segera oleh dokter.

4. Perdarahan subkonjungtiva

Pembuluh darah halus di selaput konjungtiva atau di sklera dapat pecah dan menyebabkan darah berkumpul di ruangan antara kedua lapisan tersebut. Kondisi ini disebut sebagai perdarahan subkonjungtiva dan biasanya terjadi pada orang yang sedang mengonsumsi obat antikoagulan, penderita hipertensi, dan orang yang sering batuk.

Perdarahan subkonjungtiva mungkin terlihat serius karena mata terlihat sangat merah. Namun, kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya. Perdarahan tersebut akan diserap oleh mata secara perlahan dalam waktu 2–4 minggu.

5. Peradangan pada sklera, uvea, atau iris

Sklera adalah lapisan luar mata yang berwarna putih. Di sebelah dalam sklera terdapat uvea dan iris. Masing-masing lapisan ini dapat mengalami peradangan karena berbagai sebab, antara lain penyakit autoimun, cedera, infeksi virus, dan infeksi bakteri. Peradangan pada lapisan-lapisan ini juga dapat menyebabkan mata merah.

6. Malposisi kelopak mata

Kelainan posisi kelopak mata dapat menyebabkan gangguan di permukaan bola mata. Pada kasus yang disebut entropion, kelopak mata terlipat ke arah dalam, sehingga bulu mata tumbuh ke arah bola mata dan menggores kornea. Kondisi ini dapat menimbulkan radang atau luka pada kornea.

Sebaliknya, pada kasus yang disebut ektropion, kelopak mata terlipat ke arah luar, sehingga air mata tidak dapat membasahi permukaan bola mata secara sempurna dan akhirnya mata jadi kering. Hal ini menimbulkan iritasi pada mata yang menyebabkan mata merah.

Penyebab Mata Merah di Kedua Mata

Apabila mata merah terjadi pada kedua mata, kondisi ini disebut sebagai mata merah bilateral. Umumnya, mata merah bilateral disebabkan oleh:

Konjungtivitis akibat infeksi virus

Virus dapat menyebabkan peradangan pada konjungtiva (konjungtivitis) dan menimbulkan gejala berupa mata merah, terasa seperti berpasir, dan menjadi sensitif terhadap cahaya. Pada konjungtivitis akibat infeksi virus, mata akan mengeluarkan cairan yang encer dan bening. Hal ini berbeda dengan konjungtivitis akibat infeksi bakteri, di mana cairan yang keluar berwarna kuning atau hijau dan kental. Konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun virus merupakan jenis penyakit mata menular.

Konjungtivitis akibat infeksi virus umumnya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Meski demikian, infeksi mata ini sangat mudah menular.

Konjungtivitis akibat alergi

Pada orang yang memiliki alergi terhadap debu, asap, parfum, atau serbuk sari, paparan zat pemicu alergi tersebut pada mata dapat menimbulkan peradangan konjungtiva (konjungtivitis).

Gejala yang muncul pada konjungtivitis alergi adalah mata merah, berair, dan gatal, serta pembengkakan pada kelopak mata. Gejala ini umumnya terjadi pada kedua mata. Cara utama untuk meredakan mata merah dan mencegah konjungtivitis alergi adalah menghindari paparan zat pemicunya.

Penyebab mata merah bermacam-macam. Ada yang bersifat darurat dan membutuhkan penanganan segera, ada juga yang tidak perlu diobati dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Jika mata merah yang Anda alami tidak juga sembuh setelah lebih dari 1 minggu atau disertai dengan nyeri pada mata, gangguan penglihatan, atau keluarnya cairan berwarna kuning atau hijau dari mata, segeralah periksakan ke dokter mata.

Ditulis oleh:

dr. Irene Cindy Sunur