Memahami Obat Koreng sesuai Luka dan Perawatannya

Koreng diobati sesuai dengan situasi apa yang menyebabkan Anda terluka. Obat koreng akibat luka ringan atau terjatuh biasanya sudah tersedia dalam kotak obat atau kotak P3K yang dijual bebas, sehingga Anda tidak sampai memerlukan tindakan pengobatan di rumah sakit. Jadi, obat koreng apa saja yang bisa Anda gunakan untuk mengobati luka agar tidak meninggalkan bekas luka di kulit?

Hal pertama yang perlu Anda ketahui, koreng merupakan reaksi alami tubuh melindungi area kulit yang terluka dari kemungkinan terjadinya infeksi. Begitu Anda terluka, sel darah yang bernama platelet (trombosit) atau keping darah akan langsung berkumpul membentuk lapisan di atas luka agar tidak banyak darah atau cairan tubuh lain yang keluar, maupun mencegah adanya bakteri yang masuk. Inilah sebabnya darah tidak mengalir terus-terusan ketika Anda sedang membersihkan dan mengobati luka. Sel darah putih juga akan menuju ke lokasi luka, peran sel darah putih dalam luka adalah melawan kuman dan benda asing yang dapat menyebabkan infeksi.

ulkus medicine - alodokter

Di balik perban dan lapisan kulit, tubuh pun tekun bekerja menyembuhkan luka Anda. Lapisan platelet akan mengeras dan berubah menjadi koreng yang sering Anda lihat pada luka. Perubahan gumpalan platelet menjadi koreng ini diperlukan agar area luka yang masih rapuh bisa terlindung dengan baik dari kuman, sementara lapisan kulit di bawahnya menyembuhkan diri.

Kenali Berbagai Jenis Luka yang Umum Ditemui

Jenis luka dapat dibedakan berdasarkan luka bersih atau kotor, misalnya luka sayatan operasi. Luka jenis ini sengaja dibuat oleh dokter untuk proses pembedahan atau memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Tentunya sebelum dilukai, kulit yang akan dioperasi sudah dibius dan dibersihkan dengan desinfektan. Beberapa jenis luka  lain yang sering terjadi adalah:

  • Luka dangkal di permukaan kulit akibat bergesekan dengan permukaan yang kasar (luka lecet).
  • Luka yang lebih dalam dari permukaan kulit, misalnya tersayat/teriris/terpotong dan kedalaman luka dapat mengenai hingga otot atau tulang.
  • Luka tusuk misalnya tertusuk jarum/paku/pisau).
  • Luka gigitan hewan atau manusia. Luka jenis ini bisa juga termasuk ke dalam tipe luka lecet atau luka tusukan. Luka gigitan hewan tertentu seperti gigitan anjing dapat menimbulkan rabies.
  • Lebam akibat tekanan dan berkurangnya aliran darah di area kulit tertentu (ulkus dekubitus).
  • Peradangan di area kulit sebagai respons alami kulit terhadap luka.

Dokter akan melihat seperti apa kondisi luka Anda sebelum memutuskan obat koreng apa yang dianjurkan diberikan. Sebuah luka yang dalam, besar, dan kotor akan membutuhkan penanganan yang lebih serius untuk mencegah infeksi, misalnya dengan dijahit. Dokter juga perlu tahu apakah Anda memiliki penyakit tertentu seperti kencing manis, alergi, atau gangguan perdarahan guna memberikan pengobatan yang tepat.

Gunakan Obat Koreng agar Tidak Infeksi dan Muncul Bekas Luka di Kulit

Untuk luka yang masih tergolong ringan, berikut adalah beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan di rumah dan obat koreng yang bisa digunakan.

  • Segera bersihkan area yang terluka dengan air yang bersih dan sabun yang tidak iritatif (misalnya sabun bayi) untuk menyingkirkan kuman, kotoran, pecahan, atau serpihan benda asing.
  • Luka yang luas atau tampak kotor perlu dibersihkan dan disarankan diobati dengan salep antibiotik agar tidak terkena infeksi lebih lanjut.
  • Oleskan petroleum jelly untuk menjaga kulit tetap lembap, tidak melebar, gatal, atau lebih lama untuk sembuh.
  • Tutup area luka yang telah dibersihkan dan diolesi petroleum jelly dengan perban atau perban khusus yang terbuat dari gel silicon atau hydrogel. Ganti perban setiap hari untuk menjaga kebersihan luka.
  • Oleskan tabir surya begitu luka telah sembuh untuk mencegah kulit berubah warna akibat paparan sinar matahari. Pilihlah tabir surya dengan kadar SPF 30 atau lebih tinggi dan oleskan ulang setidaknya setiap dua jam sekali.
  • Hindari paparan terhadap alergen (zat yang dapat menyebabkan alergi) jika Anda memiliki alergi.
  • Jangan menggaruk-garuk koreng, kadang koreng setelah luka menimbulkan rasa gatal dan tidak jarang membuat Anda tergoda untuk menggaruk. Namun kebiasaan ini dapat membuat infeksi lebih lanjut dan berakibat luka menjadi sulit untuk sembuh.

Jika Anda ragu dalam merawat luka secara mandiri, berkonsultasilah kepada dokter yang memiliki pengetahuan medis yang memadai. Ikuti instruksi penanganan luka dari dokter jika Anda memiliki luka yang harus dijahit. Jangan lupa kontrol sesuai jadwal atau saran dokter. Diskusikan bersama seorang dermatolog atau dokter spesialis kulit jika Anda tidak nyaman dengan bekas luka yang dimiliki serta bermaksud untuk menyamarkannya dengan prosedur tertentu.