Memperbaiki Postur Tubuh dengan Pilates

Pilates kini makin populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Diambil dari nama penciptanya, Joseph Pilates, olah tubuh ini menawarkan beragam manfaat bagi tubuh.

Pada dasarnya, pilates terdiri dari 25 hingga 50 gerakan latihan kekuatan. Gerakan pilates berfokus pada perut, punggung bagian bawah, panggul, dan paha. Metode yang digunakan terdiri dari gerakan ketahanan dan kekuatan otot, serta latihan fleksibilitas yang tergolong low-impact.Memperbaiki postur tubuh dengan pilates - alodokter

Memperbaiki Kondisi Tubuh

Ketika dilakukan secara teratur, banyak manfaat pilates yang dapat diperoleh tubuh, antara lain:

  • Kesadaran terhadap tubuh secara keseluruhan. Pilates akan melatih pikiran untuk berkoordinasi dan bertindak secara simetris dengan tubuh. Lebih jauh, seseorang akan memiliki lebih banyak kesadaran untuk melakukan gerakan, duduk, atau berdiri dengan tepat berkat latihan pilates. Hal itu akan membantu untuk menghindari dan mengurangi rasa nyeri akibat kebiasaan yang tidak benar sebelumnya.
  • Meningkatkan kemampuan mengendalikan tubuh. Pilates akan membiasakan seseorang untuk menggerakkan tubuh secara sinergis, tidak hanya bertumpu pada kelompok otot-otot utama.
  • Memperkuat perut dan punggung. Pilates tidak hanya memfokuskan latihan pada bagian perut saja, tapi diyakini akan membuat punggung serta seluruh tubuh menjadi lebih kuat dan sehat juga.

Memahami Prinsip-prinsip Dasar

Ada enam prinsip yang penting saat mempraktekkan gerakan pilates secara optimal:

  • Yang pertama adalah konsentrasi. Saat melakukan gerakan Pilates, fokus Anda harus menyeluruh pada seluruh tubuh.
  • Prinsip kedua adalah mengendalikan otot. Itu sebabnya dibutuhkan konsentrasi penuh sehingga seseorang dapat mengendalikan otot-ototnya saat melakukan gerakan Pilates.
  • Prinsip ketiga adalah pemusatan pada kelompok otot utama sebagai titik pusat, antara lain di bagian sekitar perut, punggung bagian bawah dan atas, panggul, bokong, dan paha bagian dalam. Semua gerakan pilates dimulai dari bagian pusat, kemudian dialirkan ke bagian tubuh lain.
  • Prinsip keempat pilates adalah efisiensi gerakan. Pilates dimaksudkan untuk menciptakan aliran energi melalui gerakan-gerakan yang tidak berlebihan.
  • Yang terkait erat dengan prinsip kelima adalah ketepatan. Untuk membangun kekuatan dan stamina, gerakan harus dilakukan dengan tepat agar dapat mengalir ke bagian tubuh lainnya.
  • Prinsip keenam dan terakhir dalam pilates adalah pernapasan. Gerakan pilates ditujukan untuk meningkatkan asupan oksigen dan sirkulasi darah yang dipenuhi oksigen yang kemudian dialirkan ke seluruh Pernapasan yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan menyeluruh merupakan kunci agar pernapasan dapat benar-benar membersihkan dan menyegarkan tubuh.

Kondisi yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengikuti Pilates

Pilates dapat menjadi latihan kekuatan dan stabilitas yang tampak lembut. Namun beberapa kondisi kesehatan tidak disarankan untuk melakukan gerakan pilates. Misalnya bagi Anda yang memiliki tekanan darah tidak stabil, menderita osteoporosis, hernia, dan berisiko mengalami gumpalan darah.

Jika berolahraga saat dalam kondisi hamil atau berolahraga usia lebih dari 40 tahun atau tidak terbiasa berolahraga, konsultasikan dulu sebelum melakukan gerakan-gerakan pilates.

Kini dapat ditemukan video yang menunjukkan gerakan pilates untuk dilakukan di rumah. Namun sebaiknya pilates dilakukan di bawah pengawasan instruktur berpengalaman, terutama bagi pemula. Hal itu penting dilakukan agar Anda dapat memperoleh manfaat pilates secara maksimal, sekaligus menghindari risiko cedera yang dapat merugikan tubuh.