Cara Anak Aktif Bergerak

Bermain bersama anak yang aktif bergerak tentu menyenangkan. Selain itu, aktivitas fisik dapat membuat anak-anak mengeksplorasi diri dan dunia sekitarnya, serta menyehatkan tubuh mereka.

Aktif bergerak diyakini akan membawa hasil yang baik bagi kesehatan kita. Orang dewasa (19-64 tahun) dan orang lanjut usia disarankan untuk bergerak aktif setidaknya selama 2,5 jam per minggu, sedangkan anak-anak dan remaja (5-18 tahun) direkomendasikan untuk bergerak aktif satu jam per hari.

Mengajak Anak Aktif Bergerak, LP

Anak yang aktif bergerak mendapatkan lebih banyak manfaat dibandingkan yang tidak. Berikut ini adalah beberapa manfaat penting dari anak yang aktif bergerak, seperti:

  • Agar berat badan yang sehat untuk anak tetap Anak yang mengalami obesitas, akan berisiko menderita penyakit-penyakit berbahaya seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan sakit jantung pada masa dewasanya.
  • Membantu memperkuat dan menyehatkan tulang serta otot.
  • Membangun kepercayaan diri anak.
Sebagian besar anak pada dasarnya suka bermain dan bergerak aktif, terutama di luar ruangan. Aktivitas ini dianjurkan tidak menjadi hal yang meresahkan orang tua, karena tidak sekadar bermain, aktivitas ini ternyata bermanfaat bagi tubuh. Bahkan orang tua dianjurkan kreatif mengajak anak untuk beraktivitas agar tidak hanya duduk menonton TV atau bermain game.

Kreatif Mencari Cara agar Anak Aktif Bergerak

Bergerak aktif tidak selalu berarti mengajak anak untuk melakukan olahraga terstruktur dan terencana. Berikut ini adalah beberapa panduan dalam mengajak anak beraktivitas secara kreatif.

Menjadikannya menyerupai permainan

Hampir tidak ada anak yang tidak suka bermain. Menjadikan aktivitas fisik sebagai permainan anak akan membuat mereka senang dan bersemangat. Sesekali, Anda dapat mengajak anak melakukan permainan fisik seperti lempar tangkap bola, lompat tali, atau petak umpet di halaman rumah.

Aktivitas yang disukai anak

Tidak semua anak menikmati olahraga umum seperti sepak bola atau berenang. Tidak ada salahnya mengikuti aktivitas fisik yang disukainya seperti menari, berlari, berenang, dan memanjat. Jika dia belum terlihat menyukai sebuah kegiatan tertentu, berikan dia kebebasan untuk berganti-ganti aktivitas dan mencoba satu per satu. Memberikan pengalaman sebanyak mungkin akhirnya dapat membuatnya menentukan pilihan aktivitas yang nyaman bagi dirinya. Ketahui aplikasi olahraga yang menarik untuk anak dan orangtua.

Aktivitas bersama teman-teman

Anak-anak senang bermain bersama banyak teman. Biarkan anak bermain bersama teman sekolah, saudara, atau tetangga. Selain itu, Anda juga bisa mengikutsertakannya  ke dalam klub bermain atau klub olahraga seperti sepak bola anak atau sekolah berenang, jika dia memang menyukainya. Bermain dalam kelompok juga akan berdampak baik pada perkembangan sosial anak.

Jadikan aktivitas fisik sebagai hadiah

Anda dapat membuat aktivitas fisik seperti bermain basket sebagai hiburan pada sela-sela kegiatan anak saat mengerjakan pekerjaan rumah. Yang terpenting, jangan jadikan kegiatan ini sebagai hukuman jika dia berbuat salah. Misalnya, menyuruh anak untuk berlari mengelilingi lapangan karena dia mendapat nilai jelek akan membuatnya mempersepsikan kegiatan fisik sebagai aktivitas yang tidak menyenangkan.

Batasi aktivitas duduk diam di depan layar

Dewasa ini, makin banyak anak menghabiskan waktu duduk diam menonton TV, di depan komputer, mengetik atau menonton melalui telepon genggam, atau bermain video game. Sebisa mungkin, batasi durasi ini hingga tidak lebih dari 2 jam sehari. Untuk mengondisikannya, hindari menempatkan TV di dalam kamar anak. Komputer juga disarankan ditempatkan di ruang belajar daripada di dalam kamarnya.

Berikan pujian

Tidak semua anak secara alami dapat mahir melakukan aktivitas fisik, terutama olahraga tertentu. Terkadang mereka merasa malu dan tidak percaya diri, terutama jika melakukannya di depan umum. Selalu berikan pujian dan dorongan tiap kali anak Anda dapat melakukan gerakan atau permainan sederhana. Hindari memberikan komentar negatif jika dia belum berhasil. Dukungan Anda akan memberikan semangat dan kepercayaan diri bagi Si Kecil.

Tetapkan jadwal rutin

Jadikan aktivitas fisik anak sebagai bagian dari agenda rutin, baik saat dilakukan sendiri, atau bersama keluarga. Lama kelamaan, anak akan mengingat bahwa Minggu pagi misalnya, adalah saat untuk bersepeda bersama keluarga. Atau satu jam setelah pulang sekolah adalah saat dia bisa bermain bola bersama teman.

Memperkenalkan anak kepada idola/atlet

Anak-anak senang mengikuti aktivitas yang dilakukan idola mereka. Ini terjadi misalnya pada anak-anak yang mengidolakan pemain bola dan akhirnya gemar bermain sepak bola untuk meniru sang idola. Anda bisa mencari dan memperlihatkan sosok-sosok yang dapat dengan mahir melakukan aktivitas fisik yang disukai anak Anda, seperti juara dunia olahraga bulutangkis atau pelari andal.

Selain cara-cara di atas, Anda juga dapat mencoba langkah-langkah sederhana di bawah ini.

  • Jika dirasa aman dan memungkinkan, ajak anak untuk berjalan kaki atau bersepeda saat berangkat dan pulang sekolah.
  • Olahraga seperti sepatu roda yang sedang trend dapat membuat anak gembira sekaligus bergerak aktif.
  • Mengajak anak berjalan-jalan bersama hewan piaraan dapat menjadi kegiatan alternatif yang menyenangkan.
  • Jika ia tertarik, ajak anak untuk bergabung dengan kursus atau klub olahraga seperti karate atau sekolah sepak bola. Tak hanya bergerak aktif, anak akan belajar disiplin dan sportivitas.
  • Coba aktivitas baru yang menarik, seperti memainkan layang-layang.
  • Berlibur di pantai akan membuat anak gembira berlarian ke sana kemari dengan ombak dan pasir.
Hal yang tak kalah penting adalah berikan teladan. Tanpa diminta, anak akan dengan mudah meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Jika sepanjang hari Anda sering hanya duduk menonton TV, kemungkinan besar anak Anda akan menolak jika diminta untuk tidak terus-menerus melakukan hal yang sama. Teladan dapat diberikan dari hal-hal kecil, seperti memilih berjalan kaki daripada naik kendaraan pribadi, ke tempat-tempat yang tidak jauh dari rumah seperti warung, hingga menyediakan waktu khusus untuk berolahraga. Hal ini dimaksudkan untuk membiasakan anak tetap aktif bergerak. Lengkapi juga aktivitas fisik dengan mengajarkan anak cara hidup sehat yang lain.