Merawat Kecantikan Wanita Melalui Bikini Waxing

Sebagian besar orang yang tidak berencana mengenakan bikini ternyata kerap melakukan bikini waxing karena latar belakang budaya, kesehatan personal, keindahan, atau hanya karena ingin mengikuti tren mode terkini.  

Bikini waxing adalah pencabutan rambut kemaluan menggunakan lillin. Disebut bikini waxing karena umumnya rambut kemaluan dicabut agar tidak tampak saat mengenakan bikini. Perkembangan tren saat ini menganggap bahwa rambut kemaluan yang tampak akan terlihat sebagai sesuatu yang memalukan.

bikini waxing-alodokter

Seperti Apa Prosedur dan Apakah Ada Risikonya?

Bikini waxing umumnya dapat dilakukan di salon atau spa oleh spesialis kecantikan yang terlatih. Jenis bikini waxing pun berbeda-beda, berdasarkan luas area yang akan ditangani. Perbedaan ini juga akan menentukan biaya perawatan, termasuk rasa sakit yang ditimbulkannya. Berikut beberapa tipe-tipenya:

  • Wax Brazilian total: menghilangkan semua rambut di sekitar selangkangan dan organ kelamin.
  • Bikini wax Brazilian parsial: rambut pada selangkangan, labia atau bibir vagina, dan bokong dihilangkan, menyisakan garis tipis mengarah ke atas pusar.
  • Bikini wax yang diperluas: rambut atau bulu dihilangkan hingga 5 cm di dalam batas bikini.
  • Bikini wax tradisional: hanya menghilangkan rambut di luar area yang tertutup bikini.
Selain menggunakan lilin seperti pada prosedur waxing, rambut kemaluan juga dapat dihilangkan dengan dicukur ataupun menggunakan krim perontok. Jika tidak dicabut, ada kalanya hanya memotong rambut kemaluan. Keuntungannya, bikini waxing yang dilakukan secara rutin membuat rambut kemaluan lama-kelamaan tumbuh lebih lambat dan lebih mudah dicabut.

Bagi Anda yang belum pernah bikini waxing, berikut prosedur yang akan dijalani.

  • Seseorang yang akan menjalani prosedur perlu membuka semua pakaian bagian bawah hingga ke pinggang, digantikan celana dalam sementara.
  • Jika rambut kemaluan panjang, maka rambut Anda akan lebih dulu dirapikan dengan gunting.
  • Sebuah spatula akan digunakan untuk mengoleskan lilin hangat pada rambut kemaluan.
  • Lilin kemudian ditutup dengan plester.
  • Setelah lilin sudah cukup mengeras, plester ditarik dengan cepat sehingga rambut kemaluan tercabut hingga ke akarnya.
Proses ini memang akan terasa sakit karena area kemaluan memang adalah area yang paling sensitif. Rasa sakit ini biasanya akan mereda setidaknya dalam lima hari. Terdapat produk-produk tertentu yang dapat mengurangi rasa sakit, seperti anestesi oles. Oleh karenanya, seseorang yang baru pertama kali menjalani prosedur ini mungkin perlu mengonsumsi obat antinyeri, seperti ibuprofen, 1 jam sebelum waxing.

Selain rasa sakit, seseorang yang menjalani proses ini perlu menyadari tentang adanya risiko yang mungkin terjadi di balik bikini waxing:

  • Folikulitis: infeksi di folikel rambut. Hal ini dapat terjadi akibat seseorang menjalani bikini waxing. Pada sebagian kasus, infeksi dapat berkembang lebih serius menjadi abses (nanah) yang pada akhirnya akan membutuhkan proses pemberian antibiotik, dan pengeluaran nanah.
  • Staphylococcus aureus: bakteri yang sering mengakibatkan folikulitis.
  • Akan ada risiko perdarahan, meski tidak akan parah.
  • Kemungkinan kecil ada rambut yang tumbuh ke dalam.
  • Seseorang yang menjalani bikini waxing berkemungkinan alergi terhadap lilin yang akan digunakan. Kulit akan cenderung lebih sensitif setelah proses waxing. Biasanya, pelembab akan diaplikasikan pada kulit untuk mendinginkan bagian yang sensitif pasca prosedur. Jika kulit tetap merah, gatal, dan kering setelah 24 jam, hubungi dokter kulit untuk penanganan yang tepat.
Segera periksakan diri ke dokter jika muncul kemerahan pada area kulit waxing, termasuk kemunculan nanah, pembengkakan, dan terasa perih saat disentuh. Selain itu, meski tergolong tidak mudah dan lebih berisiko, sebagian orang melakukan bikini waxing sendiri di rumah. Hal yang patut diingat adalah alat-alat yang digunakan harus steril dan produk yang digunakan harus sudah teruji aman dari BPOM untuk menghindari risiko infeksi. Baca dan ikuti aturan pakai produk yang digunakan. Produk waxing yang berbeda mungkin memiliki aturan pakai yang berbeda pula.