Penyebab Infertilitas Wanita Yang Perlu Diketahui

Kehamilan bagi sebagian besar pasangan suami-istri merupakan hal yang ditunggu-tunggu. Meski tidak selalu pihak wanita yang bermasalah, ada beragam kemungkinan mengenai penyebab infertilitas dari organ reproduksi wanita yang perlu diketahui.

Untuk memahami penyebab infertilitas, harus diawali dengan pemahaman mengenai proses kehamilan.

penyebab infertilitas wanita yang perlu diketahui - alodokter

Kehamilan diawali dari pelepasan sel telur sehat dari indung telur yang bergerak menuju tabung saluran indung telur (tuba fallopi). Di sana sel telur akan dibuahi oleh sperma, saat pasangan melakukan hubungan seksual. Sel telur yang sudah dibuahi tersebut kemudian bergerak dan tumbuh di dalam rahim.

Faktor Risiko Infertilitas

Kemungkinan ketidaksuburan wanita dapat dipengaruhi faktor-faktor risiko sebagai berikut :

  • Usia

Ketidaksuburan wanita dapat dikaitkan dengan usia. Penurunan kesuburan wanita menurun secara signifikan pada usia 30-an akhir. Sekitar 95 persen wanita yang berusia 35 tahun akan hamil setelah 3 tahun melakukan hubungan seks tanpa kontrasepsi, sedangkan hanya 75 persen wanita usia 38 tahun yang hamil pada jangka waktu yang sama.

  • Merokok

Kebiasaan ini dapat menyebabkan gangguan pada serviks dan tabung saluran indung telur, sekaligus meningkatkan risiko keguguran dan kehamilan ektopik. Rokok juga dianggap membuat indung telur Anda mengalami penuaan lebih cepat dan akan menghabiskan sel telur Anda sebelum waktunya, sehingga menurunkan kemungkinan hamil.

  • Berat badan

Proses ovulasi dengan normal dapat terhambat ketika seorang wanita memiliki berat badan berlebih atau kurang secara signifikan. Upaya mencapai berat badan sehat berdasarkan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) menunjukkan dapat meningkatkan frekuensi ovulasi serta kemungkinan hamil.

  • Alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan ovulasi atau endometriosis.

 Gangguan Ketidaksuburan Wanita

Sayangnya, terdapat berbagai faktor dari tubuh wanita yang dapat menghambat proses terjadinya kehamilan. Ketidaksuburan tersebut dapat disebabkan beberapa hal: .

  • Gangguan Ovulasi

Gangguan ovulasi, yaitu pelepasan sel telur secara berkala, merupakan gangguan paling umum yang menyebabkan wanita tidak dapat hamil.

Sebagian kondisi membuat wanita tidak lagi melepaskan sel telur, sebagian lagi menyebabkan sel telur hanya dilepaskan dalam jarak waktu yang lebih lama dari yang seharusnya.

Gangguan ovulasi ini dapat terjadi lantaran beberapa kondisi, seperti:

  • Gangguan tiroid, termasuk hipertiroid dan hipotiroid dapat menghambat ovulasi.
  • Sindrom ovari polisistik (polycystic ovarian syndrome/PCOS). Kondisi ini membuat indung telur kesulitan memproduksi sel telur.
  • Kegagalan ovarium prematur, yaitu ketika indung telur seorang wanita berhenti berproduksi sebelum usia 40 tahun.
  •  Kerusakan pada tabung saluran indung telur

Ketika tabung saluran indung telur atau tuba falopi rusak atau tersumbat, maka hal itu akan menyulitkan sperma membuahi sel telur atau menghalangi gerak sel telur yang sudah dibuahi ke dalam rahim. Kerusakan itu dapat dipicu oleh beberapa faktor.

Faktor pertama adalah penyakit radang panggul, yaitu infeksi dari rahim dan tabung saluran indung telur oleh klamidia, gonore atau infeksi menular seksual lainnya.

Yang kedua, pernah menjalani operasi pada panggul atau rongga pinggul, termasuk operasi untuk kehamilan ektopik,  yaitu sel telur yang dibuahi tertanam dan mulai berkembang di saluran indung telur, bukan rahim.

Dan faktor ketiga adalah karena tuberkulosis pada panggul. Merupakan salah satu penyebab utama gangguan kesuburan pada saluran indung telur.

  •  Jaringan parut pascaoperasi

Kerusakan fisik yang terjadi pada ovarium dapat mengakibatkan gagal ovulasi. Misalnya, operasi invasif dan berulang untuk kistra ovarium dapat menyebabkan kerusakan atau jaringan parut, sehingga ovulasi tidak terjadi. Selain itu, infeksi juga dapat berdampak seperti ini.

  • Gangguan lendir serviks

Saat seorang wanita tengah berovulasi, secara alami lendir serviks menjadi lebih tipis untuk memudahkan sperma bergerak lebih mudah dan menghampiri sel telur. Ketidaknormalan pada lendir tersebut dapat mempersulit proses ini dan menghambat terjadinya kehamilan.

  • Submucosal fibroid

Submucosal fibroid adalah tumor jinak dan tidak bersifat kanker yang tumbuh di dalam atau sekitar rahim. Submucosal fibroid berkembang dalam lapisan otot dinding rahim dan dapat berkembang ke rongga rahim.

Kondisi ini mampu mengurangi kesuburan meski tidak diketahui apa yang memicu hal tersebut. Kemungkinan fibroid mencegah embrio tertanam di dalam rahim.

  • Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang biasanya tumbuh di rahim, kemudian tertanam dan tumbuh di bagian tubuh lain. Pertumbuhan jaringan tambahan dan operasi pengangkatannya dapat menyebabkan jaringan parut. Jaringan parut kemudian dapat menghalangi tabung saluran indung telur dan menghambat  terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma.

Kondisi ini juga bisa berdampak pada kesuburan secara tidak langsung, namun endometriosis kemungkinan dapat memengaruhi lapisan rahim dan  mengganggu penanaman sel telur yang dibuahi.

  • Efek samping obat-obatan

Sebagian obat-obatan dapat memengaruhi kesuburan Anda. Berikut ini adalah beberapa jenis obat tersebut :

  • Obat anti-inflamasi nonstreoid (OAINS), termasuk obat golongan aspirin dan ibuprofen. Penggunaan dosis tinggi atau jangka waktu yang panjang dapat mempersulit proses kehamilan.
  • Neuroleptik atau obat antipsikotik yang digunakan untuk mengobati kondisi Obat tersebut terkadang membuat penggunanya tidak mendapat haid secara regular atau bahkan mandul.
  • Spironolakton yaitu jenis obat-obatan yang dimanfaatkan guna mengatasi retensi cairan (edema). Perlu waktu sekitar dua bulan sejak berhenti konsumsi obat ini untuk mengembalikan kesuburan ke tingkat yang normal.
  • Obat untuk kemoterapi sebagai terapi pengobatan kanker, terkadang menimbulkan gangguan pada indung telur sehingga tidak mampu berfungsi sebagaimana seharusnya. Kerusakan tersebut juga mungkin bersifat permanen.
  • Obat-obatan terlarang seperti ganja dan kokain mampu memengaruhi kesuburan. Obat ini akan mempersulit siklus ovulasi yaitu pelepasan sel telur tiap bulan.

Selain kondisi-kondisi yang disebutkan sebelumnya mengenai penyebab infertilitas, masih ada beberapa faktor yang mungkin memengaruhi kesuburan wanita.

  • Kelainan bawaan. Misalnya septate uterus, yang dapat menyebabkan keguguran berulang atau tidak dapat hamil. Septate uterus adalah kondisi ketika adanya malformasi pada rongga rahim.
  • Infertilitas tanpa sebab tertentu. Dalam beberapa kasus, ketidaksuburan tidak dapat ditemukan penyebabnya. Kemungkin yang terjadi adalah hal itu dipicu oleh kombinasi dari beberapa faktor kecil dari kedua pasangan. Meski sulit menerima hal tersebut, tidak jarang masalah ini teratasi sendiri seiring dengan waktu.

Untuk mengetahui secara pasti mengenai penyebab ketidaksuburan, Anda dan pasangan sebaiknya berkonsultasi langsung pada dokter kandungan. Umumnya diperlukan tes kesuburan dari pasangan untuk memastikan penyebab kesulitan hamil. Konsultasi ke dokter biasanya dianjurkan setelah berhubungan seks secara teratur tanpa kontrasepsi selama setahun dan belum berhasil hamil. Minta saran terbaik dari dokter Anda untuk mengatasi kondisi tersebut.