Peran Penting Hormon Pertumbuhan

Hormon pertumbuhan dihasilkan oleh kelenjar hipofisis (pituitary) di otak yang berperan mengatur pertumbuhan tinggi badan dan membantu pembentukan otot-otot serta tulang.

Kadar hormon pertumbuhan secara alami akan mengalami naik-turun tiap hari. Fluktuasi ini dipengaruhi dari kegiatan fisik yang dilakukan seseorang. Misalnya, kadar hormon pertumbuhan akan meningkat ketika Anda rajin berolahraga.

growth hormone_compress

Manfaat Hormon Pertumbuhan

Anak-anak dan remaja membutuhkan asupan hormon pertumbuhan yang mencukupi demi mendapatkan pembentukan tulang hingga masa dewasa sebaik mungkin. Hormon pertumbuhan, atau growth hormone, membantu kerja organ hati dalam menghasilkan zat-zat pendukung pertumbuhan, seperti IGF-1. Bersama zat-zat pendukung lainnya, IGF-1 berperan menunjang pertumbuhan tulang. Selain itu, hormon pertumbuhan memiliki sejumlah kontribusi lainnya bagi kesehatan manusia secara umum, di antaranya adalah menjaga kesehatan jantung, mengatur metabolisme gula dan lemak, serta mengatur komposisi tubuh. Komposisi tubuh dalam hal ini mencakup otot, cairan tubuh, dan tulang.

Hormon pertumbuhan sintetis/buatan

Selain diproduksi secara alami di kelenjar hipofisis, hormon pertumbuhan dibuat dalam bentuk sintetis. Hormon pertumbuhan sintetis dikembangkan sejak 1985 dan saat ini sudah dijual bebas, meski penggunaannya tetap dikhususkan untuk kasus-kasus tertentu. Hormon pertumbuhan sintetis kerap disuntikkan kepada anak yang mengalami pertumbuhan terhambat sebagai akibat dari suatu kondisi medis atau sebatas memiliki perawakan lebih pendek dibandingkan tinggi rata-rata yang belum diketahui penyebabnya. Kondisi ini dinamakan dengan dwarfisme.

Hormon pertumbuhan sintetis juga diberikan untuk menangani masalah perkembangan tinggi/panjang badan akibat:

  • Penyakit ginjal kronis
  • Defisiensi hormon pertumbuhan
  • Bayi lahir kecil untuk ukuran kehamilan yang seharusnya.
  • Sindrom Turner pada anak perempuan dan gangguan genetik akibat sindrom Prader-Willi.

Bagi orang dewasa, hormon pertumbuhan sintetis berguna untuk menangani penyakit pengecilan otot yang disebabkan HIV/ AIDS, short bowel syndrome, dan defisiensi hormon pertumbuhan yang disebabkan oleh tumor hipofisis.

Kekurangan dan Kelebihan Hormon Pertumbuhan

Kekurangan atau defisiensi hormon pertumbuhan umumnya terjadi pada anak penderita bibir sumbing. Kemungkinan penyebab lainnya adalah adanya tumor di sekitar kelenjar hipofisis atau hipotalamus, anak-anak atau orang dewasa yang memiliki riwayat cedera kepala serius, atau terpapar radiasi berlebihan ketika menjalani suatu pengobatan.

Defisiensi hormon pertumbuhan dapat mengakibatkan terhambatnya proses pertumbuhan baik pada anak maupun orang dewasa. Anak-anak yang terdiagnosis mengalami kekurangan hormon pertumbuhan sejak dini masih bisa disembuhkan dan tumbuh dengan baik. Namun, jika kondisi ini dibiarkan, maka bisa mengakibatkan tertundanya pubertas dan terhambatnya perkembangan seksual. Yang pasti, tinggi badan anak dengan defisiensi hormon pertumbuhan pada akhirnya berada di bawah rata-rata.

Sementara itu, kelebihan hormon pertumbuhan dapat menyebabkan akromegali, yaitu kelainan yang menyebabkan tulang tumbuh secara berlebihan. Kondisi ini umumnya menyerang wajah, tangan, dan kaki serta menyebabkan kulit menebal, kasar, dan berambut. Komplikasi lain dari penyakit akromegali adalah penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Terlepas dari manfaatnya, pemberian hormon pertumbuhan sintetis tetap dapat menimbulkan efek samping buruk tertentu bagi kesehatan Anda. Beberapa efek samping yang timbul adalah nyeri tulang dan sendi, carpal tunnel syndrome, kadar gula darah dan kolesterol yang tinggi. Untuk itu, konsultasikan kepada dokter sebelum menggunakan hormon pertumbuhan sintetis.

Manfaat Olahraga untuk Memicu Hormon Pertumbuhan

Rendahnya hormon pertumbuhan menyebabkan penurunan yang nyata dalam kemampuan fisik seseorang. Namun dengan berolahraga secara rutin, kapasitas kemampuan fisik ini dapat dijaga dan bahkan ditingkatkan.

Untuk defisiensi hormon pertumbuhan pada usia dini atau anak-anak, di mana hormon ini sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan, penanganannya ialah melalui suntikan hormon pertumbuhan sintetis, yang tentu saja harus melalui pengawasan dokter. Aktivitas fisik, seperti olahraga, juga sangat penting untuk memaksimalkan pertumbuhan mereka.

Sementara itu, proses penurunan hormon pertumbuhan pada orang lanjut usia dapat diperlambat dengan olahraga yang rutin dan diet yang sehat, selain juga untuk memelihara kapasitas kemampuan fisik. Cara yang bisa dilakukan misalnya dengan membatasi konsumsi protein harian dan melakukan paling tidak 30 menit per hari aktivitas olahraga ringan seperti berjalan kaki.

Satu lagi, tambahan latihan beban dua hingga tiga kali seminggu juga dapat membantu membangun kekuatan dan massa otot secara umum. Berkat olahraga dan diet sehat secara rutin, tubuh anak akan menjadi makin bugar dan lebih kecil berisiko terkena penyakit kronis.