Sambiloto dan Penyakit Pilek

Musim hujan telah tiba. Berbagai penyakit khas musim ini pun bisa dengan mudahnya menjangkiti Anda. Contohnya pilek. Menurut kepercayaan masyarakat, pilek bisa dicegah dengan mengonsumsi sambiloto. Tidak hanya mencegah, konon tanaman yang berasal dari India ini pun bisa mengobatinya.

Apakah benar? Jika benar, apa khasiat yang terkandung di dalam sambiloto?

sambiloto dan penyakit pilek - alodokter

Cegah Pilek dengan Sambiloto?

Sambiloto memiliki zat aktif bernama andrografolida. Zat ini diambil dari batang dan daun sambiloto. Rasanya sangat pahit. Zat tersebut dianggap bisa merangsang sistem kekebalan tubuh dan bisa mencegah Anda terserang penyakit.

Menurut beberapa penelitian awal, mengonsumsi sambiloto mungkin bisa mencegah Anda terserang pilek jika dikonsumsi beberapa bulan. Namun hal ini belum dibuktikan sepenuhnya oleh penelitian medis. Jika Anda ingin mencoba mencegah pilek memakai tanaman ini, disarankan Anda memilih suplemen sambiloto yang dikombinasikan dengan ekstrak ginseng. Selain itu, pastikan produk herba terdaftar di BPOM sebelum Anda mulai mengonsumsinya.

Sebagai bentuk pengobatan, penelitian awal juga menemukan bahwa ekstrak sambiloto yang dikombinasikan dengan ginseng mungkin bisa meringankan gejala pilek seperti bersin-bersin, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat kemudian beringus, dan batuk-batuk. Biasanya, gejala akan berkurang setelah dua hari mengonsumsi sambiloto. Gejala pilek juga bisa hilang setelah empat hingga lima hari  mengonsumsi sambiloto. Menurut penelitian lain, pengobatan sambiloto sama efektifnya seperti mengonsumsi paracetamol dalam meringankan gejala pilek. Walau demikian, masih diperlukan pengujian lebih lanjut dan besar lagi untuk membuktikan signifikan sambiloto dalam menyembuhkan pilek.

Peringatan Sebelum Konsumsi Sambiloto

Jika dikonsumsi melalui mulut dengan dosis yang tepat dan dalam jangka waktu yang pendek, sepertinya sambiloto tidak berbahaya. Meski begitu, ada efek samping yang berpotensi terjadi seperti diare, muntah, sakit kepala, hidung berair, ruam, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan.

Jangan mengonsumsi sambiloto melebihi dosis dan dalam jangka panjang untuk menghindari reaksi alergi serius, pembengkakan kelenjar getah bening, peningkatan enzim hati, dan lainnya. Ikuti aturan pemakaian yang tertera pada kemasan obat.

Pembuatan suplemen sambiloto ada yang dikombinasikan dengan ginseng. Menurut penelitian, kombinasi ini aman dikonsumsi untuk jangka waktu tiga bulan.

Sebaiknya hindari mengonsumsi sambiloto jika Anda:

  • Hamil dan menyusui. Ada kekhawatiran sambiloto mungkin bisa membuat Anda keguguran. Untuk ibu menyusui belum diketahui dengan jelas apa dampaknya. Jadi untuk berjaga-jaga, lebih baik hindari pemakaiannya jika Anda sedang hamil atau sedang menyusui.
  • Memiliki tekanan darah rendah. Menurut penelitian, sambiloto mungkin bisa menurunkan tekanan darah.
  • Mengidap penyakit autoimun. Sambiloto mungkin bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Hal tersebut bisa memperparah kondisi jika dikonsumsi penderita autoimun.
  • Ingin memiliki anak. Menurut penelitian, sambiloto sepertinya bisa mengganggu tingkat kesuburan. Namun hal itu terjadi pada hewan, bukan manusia. Untuk berjaga-jaga, lebih baik hindari sambiloto jika Anda ingin memiliki anak atau sulit memiliki anak.
  • Memiliki gangguan pendarahan. Proses pembekuan darah mungkin akan terhambat jika Anda mengonsumsi sambiloto. Hal ini bisa menyebabkan memar dan pendarahan pada orang yang memiliki gangguan ini.

Khasiat sambiloto dalam mencegah dan menangani pilek memang belum teruji 100 persen. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menyatakan keefektivitasannya. Namun dari penelitian yang sudah dilakukan, ada beberapa orang yang merasakan khasiatnya. Anda pun boleh mencobanya. Tapi dengan catatan, ikuti dosis dan peringatan yang tertera di kemasan.

Pastikan juga produk yang Anda konsumsi telah tercatat di BPOM RI. Jika Anda masih ragu, konsultasikan hal ini kepada dokter demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.