Serba-serbi Makanan Bayi 6 Bulan Pertama

Di usia 0-6 bulan, bayi disarankan untuk mengonsumsi ASI eksklusif atau susu formula. Namun ada pula yang mengatakan jika makanan bayi 6 bulan pertama sudah bisa dikenalkan saat Si Kecil berusia 4 bulan.

Walau usianya masih bulanan, Si Kecil pasti sudah menunjukkan tanda-tanda perkembangan pada tubuhnya. Seiring dengan perkembangan tersebut, makanannya pun mulai beragam.

Serba-serbi Makanan Bayi 6 Bulan Pertama - alodokter

0-4 Bulan

Buah hati yang baru dilahirkan hingga berusia 4 bulan, dianjurkan untuk hanya diberi makan dan minum ASI alias air susu ibu. ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh Si Kecil untuk tumbuh seperti vitamin, protein, lemak, dan antibodi. Dengan minum ASI, Si Kecil akan terlindung dari serangan bakteri dan virus penyebab penyakit.

Selain itu, dengan minum ASI, kecil kemungkinan buah hati terjangkit infeksi, diare dan muntah-muntah, obesitas, leukemia atau kanker darah, diabetes tipe 2, penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), dan meninggal mendadak.

Bayi yang baru lahir tidak membutuhkan air putih, jus, atau cairan lainnya. Namun, jika ASI hanya keluar sedikit atau tidak keluar sama sekali, Bunda boleh memberi susu formula. Jangan sekali-kali memberikan Si Kecil makanan padat pada usia ini, karena saluran pencernaannya masih berkembang.

Bayi yang baru lahir kebanyakan perlu disusui sebanyak 8-12 kali sehari, atau setiap 2-3 jam sekali. Seiring bertambahnya usia, Si Kecil akan menyusu kurang dari 8-12 kali sehari, namun volume susu yang diminum akan bertambah banyak.

Jika Si Kecil sudah mulai menggerak-gerakkan tangan, kaki, tubuh, dan mulutnya, serta mulai rewel dan nangis, itu tandanya dia sudah lapar. Semakin cepat Bunda menyusui Si Kecil, maka akan semakin baik.

Dan jika Si Kecil menutup mulutnya, berhenti mengisap, atau berpaling dari puting atau botol susu, itu tandanya dia sudah kenyang atau mau berhenti menyusu sebentar. Tunggu satu menit sebelum memberinya susu lagi. Terakhir, jangan lupa ya Bunda untuk membuat bayi bersendawa usai menyusui.

4-6 Bulan

American Academy of Pediatrics mengatakan jika di usia ini Si Kecil sudah siap mencoba dan diperkenalkan makanan padat. Antara 4-6 bulan, Si Kecil mulai kehilangan refleks lidah yang penting untuk mengisap payudara atau botol, tetapi bisa mengganggu proses memberi makan. Meskipun begitu, pemberian makanan padat di usia ini tidak direkomendasikan bagi bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.  Hal ini dikarenakan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dapat memastikan bayi mendapatkan manfaat dari ASI secara maksimal.

Jika ingin memberikan makanan, ketahui bahwa memberikan makanan padat pada buah hati di usia ini ada syaratnya, yaitu berat badan Si Kecil sudah dua kali lipat dari beratnya ketika lahir (minimal 5,89 kg), Si Kecil sudah bisa menahan (menyokong) kepalanya dan duduk tegak di kursi bayi, Si Kecil sudah bisa menutup bibirnya ketika disendoki makanan, dan Si Kecil sudah bisa memindahkan makanan dari depan ke belakang mulut.

Bunda bisa memberikan Si Kecil makanan pendamping yang terbuat dari labu, ubi, apel, pisang, daging ayam, dan daging sapi yang sudah dihaluskan. Bunda juga bisa memberi Si Kecil sereal bayi yang mengandung zat besi. Ketika dilahirkan, dalam tubuh Si Kecil terdapat zat besi alami. Namun, nutrisi tersebut mulai habis ketika ia mulai menginjak usia 6 bulan.

Makanan pendamping yang diberikan pun tidak perlu banyak-banyak. Cukup campurkan satu sendok teh makanan yang dihaluskan atau bubur sereal dengan 4-5 sendok teh ASI atau susu formula agar encer. Lama-kelamaan, ganti satu sendok teh dengan satu sendok makan, dua kali sehari. Dan tingkatkan kekentalan bubur dengan mengurangi tambahan jumlah ASI maupun susu formula.

Apa pun pilihan makanan bayi yang Bunda pilih untuk si Kecil, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak.