Tabir Surya, Sahabat Kulit Putih

Sinar matahari memang bagus untuk kesehatan karena bisa merangsang tubuh memproduksi vitamin D. Namun di lain sisi, jika terkena sinar matahari terlalu lama dan tanpa perlindungan, akibatnya bisa berdampak buruk bagi warna dan kesehatan kulit Anda.

Kulit akan terbakar dan menjadi hitam jika terkena sinar matahari terlalu lama dan tanpa perlindungan.Tidak hanya masalah kecantikan, sinar matahari juga bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Salah satu cara agar terhindar dari efek buruk sinar matahari adalah dengan memakai tabir surya yang tepat.

tabir surya sahabat kulit putih - alodokter

Maka dari itu, penting untuk menggunakan tabir surya yang tepat. Dengan tabir surya, kulit akan terlindungi dari bahaya sinar matahari yang bisa memicu produksi melanin, yaitu pigmen penentu warna kulit, yang bisa membuat kulit menjadi gelap.

Lantas, bagaimana memilih tabir surya yang bisa meminimalisasi risiko tersebut?

Coba Periksa Label Komposisi

Ada tabir surya yang bekerja dengan cara memantulkan sinar UV agar tidak terkena kulit. Ada pula yang bekerja dengan menyerap sinar UV sebelum mengenai kulit Anda.

Dahulu kita hanya fokus mencari kandungan sun protection factor (SPF) saat mencari tabir surya. SPF berfungsi melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet B (UVB), yaitu kulit terbakar, menghitam, dan kanker kulit. Namun penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sinar ultraviolet A (UVA) juga bisa meningkatkan risiko kanker kulit dan menyebabkan keriput, meski tidak bisa membuat kulit terbakar.

Agar Anda mendapat perlindungan maksimal, sebaiknya pilih tabir surya yang memiliki kandungan berikut ini:

  • Pilih tabir surya dengan kadar SPF 15 atau lebih. Kadar tersebut menunjukkan seberapa efektif tabir surya mencegah kulit Anda terbakar akibat sinar UVB. Contohnya jika kulit Anda akan terbakar dalam waktu 10 menit. Maka tabir surya SPF 15 bisa melindungi kulit Anda selama 150 menit sebelum terbakar dan akhirnya menjadi hitam. Bagi sebagian orang, memakai tabir surya SPF 15 sudah cukup. Kadar SPF yang lebih tinggi hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kulit sangat putih, terlahir dari keluarga yang memiliki riwayat kanker kulit atau lupus. Terkadang orang-orang pada umumnya suka memilih tabir surya dengan kadar SPF yang setinggi-tingginya karena menganggap makin tinggi kadarnya, maka perlindungan yang mereka dapat akan lebih maksimal. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Misalnya dalam hal ini, membandingkan tabir surya SPF 15 dan SPF 30. Anda mungkin menganggap tabir surya SPF 30 memiliki manfaat ganda. Namun kenyataannya hanya bisa menangkal sinar UVB sebanyak 97 persen saja, empat persen lebih tinggi daripada SPF 15.
  • Pilih tabir surya yang melindungi Anda dari sinar UVB dan UVA atau perlindungan multi-spektrum. Kulit Anda bisa terlindungi dari kedua sinar tersebut dengan bahan-bahan seperti ecamsule, seng oksida, avobenzon, oksibenzon, titanium dioksida, salisilat, atau sulisobenzon. Pilih tabir surya yang setidaknya mengandung bahan-bahan tersebut.

Bagaimana Cara Menggunakan Tabir Surya?

Tabir surya digunakan tiap kali Anda keluar rumah, terutama pada pukul 10.00 hingga pukul 14.00. Cuaca tidak memberikan pengaruh. Gunakan baik pada kondisi cuaca sedang panas atau mendung. Saat mendung ternyata bahaya sinar UV masih bisa menembus awan. Agar tabir surya bekerja dengan sempurna, ikuti langkah-langkah di bawah ini.

  • Oleskan tabir surya 15 menit atau 30 menit sebelum beraktivitas di bawah sinar matahari. Oles sekitar 2 sendok makan tabir surya ke seluruh tubuh. Banyak orang yang tidak memakai tabir surya sesuai takaran yang pas sehingga membuat mereka kehilangan banyak manfaatnya. Jadi jangan pelit pada kulit Anda sendiri.
  • Perhatikan bagian-bagian tubuh yang tersembunyi. Pastikan tabir surya merata pada bagian kaki, belakang kaki, telinga, dan kepala (jika kepala Anda botak). Tidak hanya itu, gunakan pula lip balm yang dapat melindungi Anda dari sinar UV pada bibir.
  • Gunakan berulang-ulang. Anda harus mengoleskan kembali tabir surya tiap dua jam sekali. Gunakan lebih sering jika Anda berkeringat atau berenang.
  • Sebelum melakukan cara-cara di atas, cek tanggal kedaluarsa tabir surya di kemasannya. Biasanya tabir surya aman digunakan hingga tiga tahun dari tanggal produksi. Selain itu, perhatikan juga tekstur dan aromanya. Jika sudah berubah, meski belum melewati masa kedaluarsa, lebih baik buang saja.

Selain cara-cara di atas, penggunaan tabir surya juga harus disesuaikan dengan kondisi kulit Anda secara umum.

  • Kulit kering. Untuk jenis kulit ini sebaiknya pilih tabir surya berbentuk krim, salep, atau losion. Pilih juga tabir surya yang bisa melembapkan kulit Anda seperti tabir surya yang mengandung minyak, lanolin, atau dimethicone.
  • Kulit berminyak. Untuk menghindari kulit Anda makin berminyak, pilih tabir surya yang oil-free.
  • Kulit alergi, jerawat, dan rosacea (kulit merah). Tabir surya yang mengandung pengawet dan wewangian sebaiknya dihindari jika Anda memiliki jenis kulit alergi, berjerawat, atau rosacea. Selain itu, hindari pula tabir surya berbahan PABA, oksibenzon, dan salisilat. Jika kulit Anda berjerawat, sebaiknya hindari tabir surya jenis krim dan berminyak karena bisa memperburuk kondisi jerawat. Lebih baik pilih tabir surya berbentuk gel yang mengandung alkohol sehingga bisa membuat jerawat cepat kering dan kecil kemungkinan memperparah jerawat. Tapi perlu diketahui bahwa kandungan alkohol harus dihindari jika Anda memiliki kulit sensitif dan rosacea.
  • Kulit berbulu. Hindari tabir surya berbentuk krim karena bisa menempel pada bulu halus pada kulit. Sebaiknya pilih yang berbentuk gel atau spray.
  • Kulit gelap. Gunakan tabir surya dengan SPF 15. Hindari tabir surya berbahan titanium dioksida karena bisa membuat kulit terlihat pucat. Namun ada tabir surya dengan teknologi terbaru yang bisa membuatnya membaur dengan warna kulit.

Jika Anda memiliki anak, pemakaian tabir surya kepada anak-anak bisa lebih sulit, terutama terhadap anak-anak yang hiperaktif. Jadi pilih tabir surya yang mudah diaplikasikan seperti tabir surya berbentuk spray dengan warna yang menarik perhatian. Namun saat ingin mengaplikasikan ke bagian wajah, semprotkan ke telapak tangan Anda terlebih dahulu sebelum diusapkan ke wajah mereka. Kulit anak-anak sangat sensitif, jadi hindari tabir surya berbahan PABA dan oksibenzon. Pilih tabir surya berbahan seng oksida dan titanium dioksida serta kandungan SPF 15 atau lebih tinggi.

Tabir surya tidak digunakan kepada bayi berusia enam bulan ke bawah karena pada dasarnya mereka tidak diperbolehkan terkena sinar matahari terlalu lama.

Jika Anda penyuka olahraga. Pilih tabir surya berbentuk gel karena bisa tetap menempel ketika Anda berkeringat. Namun jika Anda mengelapnya, Anda harus mengaplikasikannya kembali. Hal itu juga berlaku jika Anda berenang dan mengenakan tabir surya dengan label water-proof. Menurut penelitian, tidak ada tabir surya yang water-proof. Biasanya mereka hanya bertahan di air sekitar 40 hingga 80 menit. Setelahnya Anda harus memakai tabir surya kembali.

Sebagus atau setebal apa pun tabir surya yang Anda kenakan tidak bisa sepenuhnya melindungi Anda dari sengatan jahat matahari. Kulit masih bisa berpotensi menjadi lebih hitam, terbakar, dan bahkan terkena kanker kulit. Oleh karena itu, menggunakan tabir surya harus dilengkapi dengan perlindungan lainnya, seperti memakai kacamata, topi bertepi lebar, menggunakan payung, atau pakaian panjang.