Tangan Kanan Kesemutan, Ini Penyebabnya

Saat Anda merasakan tangan kanan kesemutan bisa jadi Anda sedang mengalami parestesia. Jika kesemutan yang dialami bersifat permanen, ini menunjukkan adanya kerusakan saraf. 

Parestesia adalah tekanan pada saraf-saraf yang menimbulkan mati rasa atau kesemutan yang dapat terjadi pada bagian tubuh mana pun, terutama pada kaki, lengan, atau tangan.

Kesemutan dapat bersifat sementara dan permanen. Kesemutan yang bersifat sementara, misalnya ketika tangan terhimpit tubuh atau kepala saat tertidur, biasanya akan sembuh dengan sendirinya ketika tekanan dihilangkan.

Kesemutan di tangan atau kaki yang parah juga akan menimbulkan gejala lain seperti nyeri, gatal, dan mati rasa. Dalam kasus ini, kesemutan menjadi tanda adanya kerusakan saraf. Penyebab dari kerusakan saraf bisa karena cedera traumatik, infeksi bakteri atau virus, paparan racun, dan diabetes.

Kaki, tangan kiri maupun tangan kanan kesemutan yang diakibatkan oleh kerusakan saraf terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Radikulopati

Ini merupakan kondisi di mana akar saraf mengalami peradangan, iritasi, atau tertekan. Radikulopati terjadi ketika ada tulang belakang yang menekan saraf, penyempitan saluran saraf dari saraf tulang belakang ke kaki maupun tangan, dan terjadi tekanan pada saraf saat keluar saluran tulang belakang.

Radikulopati sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu radikulopati serviks (yang menyebabkan parestesia pada tubuh bagian atas) dan radikulopati lumbar (yang menyebabkan parestesia pada tubuh bagian bawah).

Jika Anda sering mengalami gejala parestesia seperti tangan kesemutan, perlu diketahui bahwa risiko mengalami radikulopati akan bertambah pada seseorang seiring dengan meningkatnya usia. Terutama bagi mereka yang sering melakukan gerakan berulang yang menekan saraf.

Neuropati

Kerusakan saraf kronik menjadi faktor utama munculnya neuropati. Neuropati dapat dibedakan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Penyebab umum dari neuropati adalah kadar gula darah tinggi. Penyebab neuropati lainnya adalah trauma, cedera karena gerakan berulang, penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, penyakit saraf, penyakit ginjal, penyakit hati, dan kekurangan vitamin B-1, B-6, B-12, E.

Salah satu jenis neuropati yang dapat menyebabkan kesemutan pada tangan adalah mononeuropati, yaitu kerusakan pada satu saraf perifer. Carpal tunnel syndrome adalah jenis umum dari mononeuropati. Menggunakan keyboard (papan ketik) terlalu lama dan pekerjaan yang memerlukan tenaga fisik yang dilakukan secara berulang juga berisiko lebih besar mengalami carpal tunnel syndrome.

Kerusakan saraf juga dapat menyebabkan mati rasa secara permanen atau kelumpuhan, dan juga terjadinya infeksi. Carpal tunnel syndrome dapat melemahkan otot-otot tangan, serta bisa juga menyebabkan rasa nyeri, kesemutan, atau rasa perih pada lengan dan bahu. Contoh lain dari mononeuropati adalah kelumpuhan saraf ulnaris, yaitu kondisi ketika saraf yang melewati permukaan kulit pada bagian siku rusak, sehingga dapat mengakibatkan mati rasa. Selain itu, ada pula kelumpuhan saraf radial yang disebabkan karena terjadi patah pada tulang di bagian lengan atas.

Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah parestesia atau kesemutan antara lain:

  • Menghindari melakukan gerakan berulang. Istirahat lebih sering jika harus melakukan gerakan berulang. Bangun dan bergerak sesering mungkin, jika Anda pekerja yang harus duduk untuk waktu lama.
Jika Anda sering mengalami kesemutan, baik pada tangan dan kaki, yang berlanjut tanpa sebab yang jelas, Anda disarankan segera menghubungi dokter agar dapat mengetahui diagnosisnya. Karena, perasaan yang tidak nyaman di salah satu atau kedua lengan bisa menandakan kemungkinan terjadinya serangan jantung. Anda juga harus waspada dengan gejala stroke seperti mati rasa pada lengan atau kaki, hingga Anda mengalami kesulitan mengangkat satu sisi bagian tubuh.

Jika Anda mempunyai riwayat diabetes, dokter akan menentukan apakah Anda memiliki kerusakan saraf atau neuropati. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap, termasuk pemeriksaan darah dan pemeriksaan laboratorium lainnya. Dan jika dokter mencurigai adanya masalah dengan leher atau tulang belakang, maka Anda akan direkomendasikan untuk melakukan pemindaian seperti foto Rontgen, CT scan, atau MRI.

Keberhasilan pengobatan tangan kanan kesemutan tergantung dari diagnosis yang akurat. Dengan mengatur gaya hidup seperti mempertahankan berat badan optimal, menghindari paparan racun, mengikuti program latihan yang ditetapkan dokter, menjalani diet seimbang, dan menghindari konsumsi minuman beralkohol dapat mencegah terjadinya tangan kanan kesemutan maupun di daerah kaki.