Telapak Kaki Panas Bisa Jadi Gejala Neuropati Perifer

Ditinjau oleh: dr. Allert Noya

Jika Anda mengalami telapak kaki panas hingga menyebabkan rasa seperti terbakar, ada kemungkinan Anda menderita gangguan saraf yaitu neuropati perifer, atau gangguan fungsi saraf tepi. Pengobatan dari neuropati perifer fokus pada pencegahan terjadinya kerusakan saraf lebih lanjut.

Penyebab telapak kaki yang terasa panas bisa bermacam-macam, mulai dari yang ringan dan bisa kembali membaik hanya dengan beristirahat, seperti akibat banyaknya aktivitas yang dijalani atau penggunaan alas kaki yang kurang nyaman, hingga pengaruh kondisi yang lebih serius, akibat adanya penyakit atau gangguan kesehatan yang mendasari. Salah satunya yang paling umum adalah diabetes yang sering menyebabkan komplikasi berupa neuropati perifer.

Telapak Kaki Panas - Alodokter

Selain itu, penyebab neuropati perifer juga termasuk kekurangan vitamin B, konsumsi alkohol dalam waktu lama, penderita asam urat, hingga penderita HIV yang tidak mendapatkan penanganan medis.

Kerusakan Saraf pada Kaki

Pada penderita neuropati perifer, serabut saraf mengalami kerusakan. Saraf yang rusak bersifat terlalu aktif sehingga mengirimkan sinyal ke otak berupa rasa nyeri, padahal tidak ada bagian yang luka. Kaki juga menjadi terlalu sensitif terhadap sentuhan. Kondisi ini kerap menyebabkan timbulnya sensasi panas pada kaki.

Rasa panas di kaki tidak sama antara penderita yang satu dengan yang lain. Ada yang merasakan panas yang ringan, ada juga yang berat. Sebaliknya, ada juga yang merasakan kakinya menjadi sering kesemutan, bahkan sebagian tidak dapat merasakan apa-apa lagi atau mati rasa.

Neuropati perifer dapat dibagi berdasarkan tingkat kerusakan saraf atau tingkat keparahan yang ditimbulkan:

  • Mononeuropati

Sesuai dengan namanya, mononeuropati berarti kerusakan saraf tepi (perifer) tunggal. Kondisi ini terjadi jika Anda sering melakukan gerakan yang sama berulang-ulang. Bisa juga terjadi ketika Anda melakukan satu gerakan atau melakukan posisi yang sama dalam waktu lama. Hal ini menyebabkan tekanan yang lama pada saraf, sehingga terjadilah kerusakan saraf jenis mononeuropati. Gejalanya adalah kaki atau tangan lemas, kesemutan, dan mati rasa. Misalnya kelumpuhan nervus (saraf) peroneus, yang menyebabkan gangguan saraf di atas betis yang membuat kaki terasa tertekan dan sulit digerakkan.

Monoeuropati pada awalnya terjadi pada satu bagian saraf, namun seiring berjalannya waktu, mungkin saja menyebar pada beberapa bagian saraf, sehingga keluhan yang timbul akan meluas dan menyerupai keluhan pada polineuropati. Kondisi ini dikenal sebagai multipel mononeuropati.

  • Polineuropati

Jenis ini berarti adanya kerusakan saraf pada beberapa saraf perifer dalam waktu bersamaan. Penderita polineuropati kerap merasakan keluhan pada bagian kaki, dikarenakan serabut saraf yang panjang.

Penyebabnya adalah kekurangan vitamin B, gagal ginjal, kanker, dan konsumsi minuman beralkohol berlebihan dalam jangka panjang. Yang paling umum dari jenis ini adalah neuropati diabetik, yang disebabkan oleh penyakit diabetes. Telapak kaki panas termasuk salah satu dari beberapa gejala polineuropati.

Mengenali Gejala Neuropati Perifer

Untuk memastikan bila telapak kaki panas yang Anda alami dipengaruhi oleh neuropati perifer, cobalah perhatikan gejala-gejala lainnya. Biasanya penderita neuropati perifer akan mengalami gejala lain, seperti:

  • Kaki terasa ada yang membungkus, seperti ketika sedang mengenakan kaus kaki.
  • Kaki terasa kencang, tetapi lemah saat akan digerakkan.
  • Permukaan kaki terasa seperti ada getaran halus atau nyeri mendadak.
  • Terasa nyeri yang menusuk.
  • Muncul keringat berlebih.
  • Pada pria ada kemungkinan terjadi disfungsi seksual.

Cobalah untuk senantiasa menjaga pola hidup yang sehat, rutin olahraga dan gunakan alas kaki yang nyaman. Jika Anda mengalami telapak kaki panas atau gejala neuropati perifer lain yang sering berulang dan tidak kunjung membaik atau bahkan semakin parah dirasakan, maka Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Terutama apabila sensasi panas di kaki berubah menjadi benar-benar mati rasa, lemah hingga kehilangan keseimbangan, atau ada luka yang tidak sembuh-sembuh.

Referensi