Diagnosis tuberkulosis (TBC) dilakukan untuk memastikan adanya infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis di dalam tubuh. Proses diagnosis tidak hanya berdasarkan gejala yang dialami penderita, tetapi juga melalui pemeriksaan fisik serta berbagai tes penunjang. Hal ini penting karena gejala TBC sering menyerupai penyakit paru lainnya, sehingga diperlukan pemeriksaan khusus untuk memastikan penyebabnya.

Tanya Jawab

Dalam mendiagnosis TBC, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan yang diawali dengan sesi tanya jawab medis. Pada tahap ini, dokter akan menanyakan hal-hal berikut:

  • Gejala dan perkembangan gejala yang dirasakan 
  • Riwayat kontak dengan penderita TBC
  • Riwayat pernah menderita TBC sebelumnya
  • Riwayat penyakit lain yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, misalnya diabetes mellitus atau HIV/AIDS
  • Riwayat penggunaan obat tertentu, terutama obat yang menekan sistem imun
  • Kondisi lingkungan tempat tinggal atau pekerjaan
  • Gaya hidup yang dijalankan, seperti merokok atau konsumsi alkohol

Pemeriksaan fisik 

Setelah tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti: 

  • Mendengarkan suara napas dengan stetoskop untuk mendeteksi kelainan pada paru-paru
  • Memeriksa dada, termasuk perkusi atau mengetuk area dada untuk menilai kondisi paru
  • Memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher
  • Menilai kondisi umum tubuh, seperti tanda penurunan berat badan atau tubuh yang tampak lemah

Pemeriksaan penunjang 

Untuk menetapkan diagnosis, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, antara lain: 

  • Pemeriksaan kultur dahak, untuk melihat adanya bakteri penyebab TB
  • Rontgen dada, untuk melihat kondisi paru-paru dan mendeteksi adanya kelainan yang mengarah pada infeksi TBC, seperti bercak, peradangan, atau kerusakan jaringan paru
  • Tes kulit Mantoux atau tuberculin skin test, untuk mengetahui apakah seseorang pernah terinfeksi bakteri penyebab tuberkulosis.
  • Tes darah IGRA (interferon gamma release assay), untuk mendeteksi respons sistem imun terhadap bakteri TBC
  • Bronkoskopi, untuk melihat secara langsung kondisi saluran napas dan jaringan paru-paru.
  • CT scan, untuk membantu dokter melihat lokasi, luas, dan tingkat kerusakan jaringan paru yang disebabkan oleh infeksi.