Pencegahan penyakit ini sangat penting untuk mengurangi risiko penularan dan melindungi orang-orang di sekitar. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran atau penularan tuberkulosis (TBC):
Vaksinasi BCG
Salah satu langkah utama pencegahan TBC adalah pemberian vaksin BCG atau Bacillus Calmette–Guérin. Vaksin ini biasanya diberikan pada bayi sebelum usia 2 bulan. Vaksin BCG bermanfaat untuk melindungi anak dari bentuk TBC yang berat, seperti TBC milier dan meningitis TBC.
Bagi yang belum pernah menerima vaksin BCG, dianjurkan untuk menjalani vaksinasi bila ada salah satu anggota keluarga yang menderita TBC.
Menggunakan masker
TBC juga dapat dicegah dengan mengenakan masker saat berada di tempat ramai, atau ketika berinteraksi dengan penderita TBC. Perlu diingat, hindari kontak dengan penderita TBC di ruangan tertutup yang bersirkulasi buruk.
Bagi penderita TBC yang sedang diterapi, TBC masih dapat menular selama sekitar 2 minggu pertama setelah pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan langkah pencegahan guna menghindari penularan pada orang yang tinggal di lingkungan penderita. Langkah pencegahan tersebut berupa:
- Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, misalnya dengan tisu atau siku bagian dalam, untuk mencegah penyebaran droplet.
- Menjaga ventilasi dan memastikan sirkulasi udara di rumah tetap baik dengan membuka jendela secara rutin agar bakteri tidak mudah bertahan di dalam ruangan.
- Menghindari kontak erat dengan penderita TBC aktif
- Menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, olahraga secara teratur, dan mengelola stres.
- Tidak merokok dan menghindari konsumsi alkohol berlebihan
- Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer, serta tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum bersih
- Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi orang yang berisiko tinggi atau pernah kontak dengan penderita TBC
Bagi penderita TBC, kepatuhan dalam menjalani pengobatan sangat penting. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan bakteri tetap hidup dan menular ke orang lain. Dengan menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, risiko penularan TBC dapat ditekan secara signifikan.
Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika memiliki gejala yang mengarah ke TBC atau jika Anda termasuk dalam kelompok berisiko. Konsultasi dapat membantu memastikan diagnosis dan penanganan TBC yang tepat sejak dini.
Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter atau membuat janji pemeriksaan di aplikasi ALODOKTER, agar mendapatkan penanganan yang cepat dan sesuai kondisi kesehatan.