Saturasi oksigen turun adalah kondisi yang tidak boleh dianggap sepele, sebab bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius pada tubuh. Jika di bawah batas normal, organ penting seperti otak dan jantung bisa kekurangan suplai oksigen, sehingga fungsi tubuh pun terganggu.
Saturasi oksigen adalah ukuran seberapa banyak oksigen yang dibawa oleh darah ke seluruh tubuh. Anda bisa mengukur saturasi oksigen dengan alat pulse oximeter, yang kini banyak tersedia di rumah sakit, klinik, ataupun untuk pemakaian di rumah, serta melalui tes darah (analisa gas darah).

Memahami angka normal dan penyebab saturasi oksigen turun bisa membuat Anda lebih sigap dalam mengambil tindakan, saat muncul gejala yang mencurigakan.
Penyebab Saturasi Oksigen Turun
Ada berbagai alasan mengapa saturasi oksigen turun. Penyebabnya tidak hanya berkaitan dengan penyakit pernapasan, tetapi juga bisa berasal dari kondisi jantung, pembuluh darah, saraf, hingga faktor lingkungan.
Berikut beberapa penyebab yang sering ditemukan:
1. Gangguan pernapasan akut
Gangguan pernapasan akut, seperti edema paru, asma, pneumonia, serta COVID-19 menyebabkan peradangan atau sumbatan di saluran napas, sehingga udara yang mengandung oksigen sulit mencapai paru-paru sepenuhnya. Akibatnya, tubuh tidak mendapat asupan oksigen yang cukup untuk kebutuhan organ vital dan saturasi oksigen turun.
2. Penyakit paru kronis
Beragam penyakit paru kronis, seperti PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), emfisema, atau fibrosis paru membuat jaringan paru-paru mengalami kerusakan permanen sehingga pertukaran oksigen dan karbon dioksida menjadi terganggu.
Kondisi ini menyebabkan tubuh mengalami kekurangan oksigen secara bertahap, hingga akhirnya saturasi oksigen turun saat melakukan aktivitas berat.
3. Gangguan jantung
Jika jantung tidak mampu memompa darah yang mengandung oksigen secara optimal ke seluruh tubuh, suplai oksigen ke organ-organ penting pun ikut berkurang. Oleh karena itu, gangguan jantung, contohnya gagal jantung atau kelainan katup jantung, dapat menyebabkan saturasi oksigen turun sehingga tubuh mudah lelah.
4. Anemia
Ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin, kemampuan darah untuk mengikat dan mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh menjadi berkurang. Akibatnya saturasi oksigen turun, meski paru-paru dan jantung bekerja normal.
5. Emboli paru
Emboli paru terjadi ketika bekuan darah menyumbat pembuluh darah di paru-paru, sehingga aliran darah yang membawa oksigen terhambat. Kondisi ini dapat menyebabkan saturasi oksigen turun secara mendadak dan bisa membahayakan nyawa.
6. Sleep apnea
Sleep apnea membuat saluran napas tertutup berulang kali ketika tidur, sehingga asupan oksigen ke paru-paru turun secara berkala tanpa disadari. Jika terjadi terus-menerus, saturasi oksigen turun dan kualitas tidur menjadi terganggu.
7. Reaksi alergi berat (anafilaksis)
Pada kasus anafilaksis, saluran napas bisa menyempit sangat cepat dan drastis akibat reaksi alergi parah. Hal ini menyebabkan oksigen sulit masuk ke paru-paru dan saturasi oksigen turun secara tiba-tiba.
8. Cedera otak
Kerusakan akibat cedera dapat mengganggu kemampuan otak dalam mengatur proses pernapasan. Akibatnya, tubuh tidak lagi mendapatkan oksigen yang cukup dan saturasi oksigen pun turun.
9. Keracunan gas
Gas beracun, misalnya karbon monoksida, akan mengikat hemoglobin di dalam darah dengan sangat kuat, sehingga darah tidak bisa membawa oksigen ke seluruh tubuh. Walaupun oksigen di udara cukup, saturasi oksigen turun karena darah tidak dapat mengedarkannya.
10. Paparan udara tipis di dataran tinggi
Semakin tinggi suatu tempat dari permukaan laut, tekanan oksigen di udara semakin rendah. Tubuh pun lebih sulit mendapatkan oksigen yang cukup, sehingga saturasi oksigen turun. Kondisi ini banyak dialami oleh orang yang belum terbiasa berada di dataran tinggi.
11. Gangguan otot atau saraf pernapasan
Kerusakan pada otot atau saraf yang membantu pernapasan membuat paru-paru sulit mengembang dengan maksimal. Akibatnya, oksigen yang masuk ke tubuh menjadi lebih sedikit dari kebutuhan sehingga saturasi oksigen turun. Contoh gangguan ini adalah penyakit ALS (sklerosis lateral amiotrofik) dan cedera sumsum tulang belakang.
12. Penggunaan obat-obatan tertentu
Obat-obatan tertentu, contohnya obat penenang dosis tinggi, dapat menekan sistem saraf pusat, yang mana hal ini membuat laju pernapasan melambat. Jika pernapasan melemah, jumlah oksigen yang masuk ke paru-paru pun menurun.
13. Sepsis
Sepsis adalah infeksi berat yang menyebar ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan peradangan dan gangguan fungsi organ, termasuk paru-paru dan jantung. Pada kondisi ini, pertukaran oksigen di paru-paru, aliran darah, dan kemampuan tubuh mengikat oksigen bisa terganggu. Akibatnya, saturasi oksigen turun secara cepat.
Tanda Bahaya dari Saturasi Oksigen Turun
Inilah beberapa tanda bahaya saat saturasi oksigen turun yang perlu Anda waspadai:
- Sesak napas atau napas terasa cepat dan berat
- Bibir serta ujung jari tampak membiru
- Tubuh terasa lemas
- Sering mengantuk
- Sulit berkonsentrasi
- Muncul nyeri dada
- Detak jantung menjadi tidak teratur
- Penurunan kesadaran, kejang, hingga pingsan
Pertolongan Pertama Jika Saturasi Oksigen Turun
Apabila mengalami saturasi oksigen turun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama, yaitu:
1. Duduk tegak atau setengah duduk
Posisikan tubuh setegak mungkin atau bersandar sedikit agar paru-paru bisa mengembang lebih baik. Cara ini membantu aliran oksigen ke dalam tubuh menjadi lebih lancar.
2. Longgarkan pakaian
Buka kancing baju atau lepaskan dasi agar tidak menekan leher atau dada. Hindari bergerak terlalu banyak agar energi tubuh bisa difokuskan ke proses pernapasan.
3. Gunakan oksigen tambahan sesuai anjuran dokter
Penggunaan alat oksigen hanya jika direkomendasikan oleh dokter atau memang tersedia dan dianjurkan sebelumnya. Hal ini penting agar dosis oksigen yang diberikan tetap aman bagi tubuh saat saturasi oksigen turun.
4. Segera cari bantuan medis
Kunjungi fasilitas kesehatan terdekat jika saturasi oksigen turun tidak membaik atau disertai gejala berat, seperti bibir membiru dan tidak sadarkan diri. Jangan menunda-nunda, karena pertolongan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi berbahaya.
Agar saturasi oksigen turun tidak terjadi, lakukan pemantauan secara rutin jika Anda atau orang terdekat berisiko mengalami kondisi ini. Faktor risiko saturasi oksigen turun meliputi penderita penyakit paru atau jantung, serta saat kondisi sakit. Hindari pula hal-hal yang bisa memperburuk saturasi oksigen, contohnya paparan asap rokok dan polusi.
Jika Anda belum memiliki pulse oximeter, pertimbangkan untuk memilikinya sebagai alat pemantauan sederhana di rumah. Selalu pastikan kadar saturasi oksigen Anda di angka 95% atau lebih, agar organ tubuh tetap bekerja secara optimal.
Jangan tunda mencari pertolongan medis jika saturasi oksigen turun, terutama bila disertai gejala berat atau kondisi memburuk dengan cepat. Anda juga bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran langsung dan cepat saat mengalami saturasi oksigen turun.